Tuesday, May 3, 2011

Cinta Sendiri (?)


Hey holla. Maaf banget dah lama nggak posting blog. *Ngelap – ngelap blog yang berdebu. Hidup saya lagi enggak banget. Hehe.

Mungkin, buat beberapa orang yang nggak pernah ngalami ini, bakalan bilang saya itu lebay. Alias berlebihan. Mungkin buat beberapa orang di antara kita yang kenyataannya hidupnya lebih beruntung dan nggak pernah ngalamin rasanya kehilangan. Hingga berkali – kali. Bakalan bilang hidup saya kaya sinetron. Haha. Mungkin. Tapi itulah hidup saya. Yang dengan mudah orang – orang datang dan pergi sesukanya sambil menge-judge saya semau mereka.

Banyak masalah, banyak beban, selalu bikin saya engga bisa tidur. Dan kalo kaya gini, yang saya rindukan adalah sahabat – sahabat saya, si gerombolan orang kampung yang hobi nongkrong di nasi goreng deket rumah saya, ibu saya, dan nenek saya yang udah enggak ada.

Jadi, kalo lagi kaya gini, saya browsing – browsing nggak jelas, nge blog dan meninggalkan handphone saya tanpa nada getar dan tanpa nada panggil. Intinya saya lagi enggan ngomong sama siapa – siapa.

Eh, Pas saya browsing saya nemu lagu ini. Nyesek. Saya lagi bimbang, dan ketemu lagu ini. Lagu lamanya Kahitna yang saya lupa banget populer di tahun berapa.

Sudah dengar lagunya kan?

Saya terhenti di bait ini: Biar aku yang pergi. Bila tak juga pasti. Adakah selama ini aku cinta sendiri. Biar aku menepi. Bukan lelah menanti. Namun apalah artinya cinta pada bayangan.

Oke. Oke. Saya jujur. Saya emang lagi bertengkar sama pacar. Hal yang biasa terjadi di setiap hubungan pacaran. Hanya saja, saya sering banget ngerasa pengorbanan saya nggak pernah cukup untuk itu. Saya tau, nggak bisa menuntut banyak. Saya selama ini menunggu. Menunggu Tuhan berikan keajaiban. Walo cuma sedikit. Saya engga tahu lagi apa jadinya saya nantinya kalo harus kehilangan lagi.

Saya ngeliat tante saya yang sukses banget. Dia udah kepala empat. Manajer bank. Gajinya cukup buat beli apartemen dan mobil. Tapi dia belum menemukan pendamping hidup. Saya engga tahu apa yang terjadi dengan masa lalu dia. Tapi saya tahu, kalo suatu hari saya harus kehilangan lagi. Mungkin saya akan berhenti percaya cinta itu ada. Dan akan hidup seperti tante saya.

Saya enggak mau kaya gitu. Ketika saya sadar, saya sudah berkorban banyak, saya selalu bertanya, apakah itu setimpal dengan yang saya dapatkan nantinya?

Tuhan, Engkau mengatur pertemuan – pertemuan itu. Kosmikmu berbicara jelas saya harus berhenti dan jatuh cinta lagi. Tapi kalo untuk kehilangan, untuk mendapatkan sesuatu yang sia – sia, buat apa saya jatuh cinta lagi? Buat apa saya berjalan sejauh ini?

Jujur. Aku tak yakin bisa. Jalani hari tanpa dirimu. Namun apalah artinya cinta pada bayangan.

Dear you. Aku tahu mungkin kamu tidak akan pernah terima. Tapi hadapilah kenyataan. Kita berjalan sejauh ini untuk apa. Aku berjalan sejauh ini karenamu. Aku ikhlas. Tapi tolong mengertilah. Cinta bukan hanya cinta saja. Nggak cukup kata – kata. Dan dunia ini bergerak. Aku juga. Kamu juga. Kita nggak bisa hanya diam dan melihat. Seperti yang kamu selalu lakukan. Aku mencintaimu. Sangat. Kamu tahu, kamu nggak perlu meragukannya. Karena aku berjalan sejauh ini. Tapi aku harap kau menggenggam tanganku bukan untuk menggiringku. Tapi iringilah langkahku.

1 comment:

Riska mbem said...

Orang yang sedang jatuh cinta, selalu mengatakan bahwa hidup tanpa dia sama sekali bukan hidup.

Nice post :)