LIFE AT TOMATO FAMILY: Indonesia
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Thursday, March 15, 2018

Hectic Months
11:02 PM0 Comments
Image result for hectic moms art hd



Baru bisa ngeblog lagi setelah banyak banget aktivitas dua bulan ini. Setelah akhir bulan Januari gue sekeluarga harus ke Surabaya selama beberapa hari, yang mana gue tetep harus ngurusin apa-apa sendiri, karena gue pergi sama Bumer, which is selalu tetep aja nggak enak kalo minta tolong sama beliau.

Sekaligus Bumer lagi reunian sama sodara-sodaranya yang hanya bisa ditemuinya beberapa bulan sekali, jadi membuat gue ga tega harus merecoki dengan urus-mengurus anak gue. Tapi yaaah, karena gue udah biasa apa-apa sendiri tanpa bantuan orang lain, jadi gue ya biasa aja. Have fun malah karena bisa lihat pemandangan kota lain.

Oke, mungkin buat beberapa dari kalian Surabaya itu well yeah another metropolitan city, jadi ngga ada bedanya sama Jakarta. Tapi buat Ibu-ibu butuh piknik kaya gue, Surabaya lumayan membuat gue refreshing sejenak dari rumah dan Jakarta.

Di bulan Februari, hampir setiap weekend gue ngga ada di rumah. Bukan ngemall yah. Gue bener-bener banyak banget acara. Apalagi keluarga besar Pakmer ngadain acara IMLEK sekaligus ultah adik laki-lakinya yang mana mengharuskan gue sekeluarga datang untuk acara dinner bersama di sebuah resto seafood di kawasan Pesanggrahan. Sisanya gue hampir bolak balik ke penjahit karena bff gue merit dan doi ngasih gue seragam, yang mana gue harus ngejahitin ke penjahit langganan Bumer di daerah Ciledug. Yah, setelah penjahit langganan gue udah ga seasyik dulu jahitannya. Doi banyak lupa, gara-gara karyawannya resign satu-satu.

Di Bulan Maret, gue harus balik lagi ke penjahit untuk ngambil jahitan yang udah fix, terus beberapa minggu kemudian bff gue merit yang membuat gue mesti ke Bandung selama beberapa hari. Gue ber3 pun akhirnya berinisiatif untuk kondangan sekaligus liburan. Karena kita sadar tahun ini kayanya bakalan gagal liburan kita ke Bali dan Singapura karena akhir tahun mesti ke Semarang buat nikahan sepupunya suami. Yang mana, ada seragam, terus akomodasi belom lagi uang saku buat selama di sana. YA UDAH NGALAH DEH. Budget disimpen buat tahun depan. Insha Allah kalo gue jadi kerja lagi, semuanya bisa terwujud. Amin.

Ngomong-ngomong soal kerja, gue udah diskus sama suami gue untuk kayanya kita ngga bisa gini terus. Ngandalin pemasukan dari suami doang. Gue sih ada toko online, tapi belom bisa cover seluruh kebutuhan rumah tangga. Apalagi gue pengen anak gue sekolah di Al Azhar yang cuma beberapa ratus meter doang dari kompleks.

Udah banyak yang tahu, sekolah islam bergengsi ini harganya selangit. Tapi mau gimana lagi. Gue udah krisis kepercayaan sama sekolah negeri yang nggak populer. Gara-gara banyaknya berita nggak enak di tv. Sekolah yang populer pun jaraknya jauh-jauh dari rumah gue. Ya kaleee demi sekolah negeri bagus gue harus maksa anak gue bangun jam 4 subuh. Ugh, NOPE. That was my childhood not her.

Tiap kali gue mau daftar lowker, selalu kepikiran anak gue yang nantinya bakalan di Day Care gitu. Ga Tega banget ngeliat muka sendunya bakalan ditaruh di Day Care tiap hari. Tapi mau gimana lagi, rejeki emang udah ada yang ngatur, but alangkah baiknya kita juga harus ada usaha nyari. Terlebih melihat kondisi suami gue yang loyalitasnya berbanding terbalik dengan pendapatannya. Kasihan sih, makanya gue pengen meringankan beban doi. Paling ngga buat tabungan sekolah, tabungan liburan dan tabungan menikah anak gue kelak. Iya dong, harus dipikir dari sekarang. SEMANGAT!
Read more

Thursday, February 1, 2018

Not Everyone will Fit on Your Shoes
10:25 PM0 Comments
Gue kadang ngga mengerti kenapa orang-orang suka memaksakan orang lain untuk melakukan, menyukai atau bahkan membenci sesuatu. Contoh kecilnya adalah ketika orang lain seperti memaksakan anak gue harus makan A, dimasak dengan cara B, ya gue harus nurut orang tsb.  Sampe saking orang tersebut terlalu memaksakan kehendaknya, besokannya dia sampe nanya ke gue apakah anak gue sudah dikasih A sesuai yang disarankan?

Image result for open minded tumblr
Nah, ini terkadang yang bikin gue kesel. Oh, not everyone will fit on your shoes, man. Kalo sekedar memberi saran sih masih its okay, gue nggak papa. Nggak masalah. Tapi kalo sampe lo memaksakan kehendak lo, seriouslly? Sebegitukah nggak ada kerjaan lo buat ngurusin orang lain?

Nggak semua orang punya cara pikir yang sama dengan lo, ngga semua orang harus bertindak seperti mau lo. Just because, norma-norma sudah mengatur seperti itu or whatever alibinya. Gue jujur ngga peduli dengan norma-norma tersebut. Sepanjang gue ngga merugikan orang lain, ngga mengambil hak orang lain, ngga mencuri, ngga bikin orang lain sengsara, gue dan orang lain berhak untuk bersikap sesuai dengan apa yang mereka mau. Menurut gue lho yaaaa..... 😁😁😁
Image result for talking to much tumblr
Gue adalah salah satu orang yang kalo gue nggak suka sesuatu, lebih memilih diam (Yep, I'm already talked about it like a thousand times). Jadi misal gue nggak sepemahaman ya udah, THATS IT. Gue bakalan diam aja. Paling cuma komen "Oh gitu..." atau "Yakin enggak apapa?" Dan kalo lawan bicara gue tetep kekeuh ya sudah, gue kembali dengan urusan gue lagi. No heart feelings.

Jadi, semisal gue nggak suka cara berpakaian si A yang kebuka. Oh ya udah paling gue batin doang. TAPI gue juga ngga maksain untuk si A harus ngikutin gaya berpakaian gue. Ya ngga setiap orang cocok dengan style lo. Misalkan aja si A emang orangnya suka "Tampil". Ya wajar doi pake baju "mengundang hujatan". Kadang emang banyak orang kaya begitu di dunia ini. Ya udahlah terima aja. Semua orang bebas berekspresi. Even banyak yang ngga sadar diri sih. Hahahaaaa....😂😂😂

So, kalo misalkan elo ngga suka diatur, pelis banget ngga usah ngatur2 orang lain. Kalo lo ngga suka dipaksa, ya udah ngga usah paksa orang lain. Atau lo ngga suka dihujat ya jangan membuat orang lain dengan mudah menghujat lo. Keep inspiring.

Image result for open minded tumblr
Read more

Wednesday, January 24, 2018

Oh Ibu
9:24 PM1 Comments
Image result for crying mother tumblr

Sebuah narasi percakapan Iblis kepada anak buahnya :

"Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya!!"

Beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa
lemah dan habis energi.
Jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya.
Biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga
dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya.
Image result for crying mother tumblr
Setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang
tidak percaya diri.
Sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain
dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki.
Buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga.
Jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya.
        Image result for crying mother tumblr
Gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang
berantakan dalam rumahnya.
Buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anaknya,
dari suaminya.
Goda lisannya untuk berkata kasar, hingga nanti anak-anak
mencontohnya dan tak menghargainya lagi.
Lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan,
hilanglah aura surga dalam rumah.
       Image result for crying mom sketch
Dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…
dari pintu seorang IBU.
Sekali lagi, makhluk penting itu bernama Ibu.
Lelah yang tidak selesai menjadi tempat masuknya setan.
Ia mengambil bahagiamu, mengambil sabar dan
syukurmu wahai ibu.

Jangan biarkan setan mengambil itu.
Jika kau lelah, rehatlah.
Jika kau lelah, berbagilah.

Sungguh tak ada satupun yang akan membiarkanmu
merasa sakit sendiri, jika kau pandai menghargai dirimu.
Ringankan tugasmu bu, jangan menekan dirimu terlalu keras.
Sesekali tak masalah rumahmu kotor.
Tak masalah betapa banyaknya pekerjaan
yang belum kau tuntaskan.

Jangan terjebak dalam waktumu bu, sungguh tugas
muliamu jauh lebih penting dari sekedar rutinitas
yang kau lakukan setiap harinya.
       Image result for crying mom pinterest
Rehatlah...

Jika pun tak mungkin kau tempuh jarak puluhan kilo untuk segarkan diri.
Sekedar menepi, menepilah...
Beri waktu untuk dirimu sendiri.

Sekedar melihat betapa banyak kebaikan yang kau punya, betapa manisnya keceriaan anak-anakmu, betapa bertanggungjawabnya suamimu.
Rasakan pelukannya, ada cinta dan ketulusanmu dalam tegap badannya.


Kau berharga ibu, jangan pernah lupakan itu.
Saat mendengar masalah orang lain, kita semakin sadar bahwa perspektif kita menentukan cara pandang kita terhadap masalah.
Jika kita melihat peran ini sebagai beban, maka kita hanya akan sampai pada titik lelah.
Jika kita memandang diri hanya sebatas pelaku rutinitas, kita tidak akan menemukan intinya.
      Image result for mother pinterest
Reward yourself mom,
sungguh peranmu jauh lebih besar dari semua keluhanmu.
Jangan biarkan setan merusak bahagia dengan mengambil rasa SABAR dan SYUKURMU.

Karena dari bahagiamu, tercipta ketahanan sebuah keluarga.
Selamat beraktivitas sebagai Ibu dan Istri yang HEBAT.
Selalu ada BAHAGIA di segala cuaca....




Dicopy dan dibagikan kembali dari group PEJUANG ASI INDONESIA
Read more

Tuesday, January 23, 2018

Kapan Gue Berhijab?
12:39 AM 4 Comments

Di keluarga gue, gue adalah satu-satunya anak cewe dari bokap gue yang belum berhijab. Jadi kalo pas foto keluarga di acara nikahan sodara, gue pasti yang stau-satunya ngga pakai penutup kepala, pakek dress selutut atau lengan pendek.

Dulu pas gue kerja, gue punya cita-cita bakalan pakek hijab selepas nikah. Tapi belom terealisasi hingga bahkan gue beranak satu sekarang. Beda dengan kakak cewek gue yang berhijab setelah lulus kuliah karena salah satu nadzarnya, adek cewe gue yang selepas lulus SMA, dan nyokap gue yang jujur gue ngga tau sejak kapan beliau berhijab karena itu sudah lama sekali. Saking lamanya mungkin sejak beliau jauh sebelum ketemu ama bokap gue.

gambar hijab, drawing, and islam

Dan fyi aja, bokap gue adalah orang yang dulunya menentang anaknya bakalan berhijab secepat itu (kakak gue yang pertama kali di antara anak-anaknya di usianya yang masih anak kuliahan banget). Karena bokap kesempetan lihat kerabat jauh dia yang berhijab tapi jorok banget karena ngga pernah ganti hijab dan bajunya, jarang mandi dan ngga pernah pakek wewangian. Which is membuat bokap berada di sekitarnya itu merasa jangan sampai nanti anak-anak gue bakalan berhijab dengan kondisi seperti ini.

Selain itu, eyang-eyang gue itu Kejawen banget. Jadi kaya yang masih nyuci keris, sholatnya bolong-bolong, terus masih suka ke tempat-tempat yang aneh gitu buat nyari pusaka, endesbre-endesbre. Dan mereka juga mau ga mau mempengaruhi sedikit ke anak-anaknya, termasuk ke bokap gue. Yang alhamdulillah ngga pernah gue lihat ikutan nyuci keris si eyang kakung gue selama ini.

Intinya agama islam di keluarga gue itu dulu ngga sebaik sekarang. Untungnya tante gue yang tinggal bareng gue dan eyang sejak kecil, kesempetan manggil ibu guru ngaji untuk ngedidik gue dan sepupu gue buat bisa baca Al Quran di tengah keluarga besar gue yang minim pengetahuan agamanya.

Ketika gue sudah menikah, banyak hal yang membuat gue belom siap berhijab. Gue tahu itu kewajiban. Bahkan menutup aurrat bisa melepaskan beban ayah dan suami gue dari dosa anak dan istri yang belum menutup auratnya. Katanya sih begitu, yang gue denger. CMIIW yah.


Salah satunya adalah banyaknya di lingkungan gue yang buka tutup hijab udah kaya gorden rumah kalo pagi sama siang. Seenaknya aja gitu. Kadang posting di sosmed pun kadang bajunya minim, tapi keesokan harinya full berhijab. Ada yang dulunya berhijab terus ngga pakai lagi dengan alasan pekerjaan. Tapi beneran abis gitu dia yang kaya kesempatan buat buka-bukaan kalo pake baju. Padahal badannya engga ada seksi-seksinya sama sekali. Miris ngga sih.

Nah, itu dia yang bikin gue masih bersimpati dengan keadaan sosial temen-temen gue yang istiqomahnya sementara aja. Giliran ada masalah, langsung buka-bukaan lagi. Pekerjaan jadi alibi. Kadang cuma karena model baju sekarang yang emang banyak kurang bahan tapi menurut mereka lucu-lucu, mereka rela lepas hijab.

Gue ngga mau jadi orang kaya gitu. Gue pengen ketika gue mmemutuskan berhijab, gue udah inshaAllah ikhlas. Trus gue siap dengan amunisi perbajuan gue yang kebanyakan celana kolor, celana pendek, kaos, dan dress-dress gue buat kondangan yang kayanya harus rela dikasih ke orang. Tuh kan ujung-ujungnya ke materi lagi.

Hahahahaa. Yang bikin lucu adalah gue ini dagang hijab sama baju-baju hijabers juga. Yang beli ya hijabers semua. Eh ownernya masih suka celana pendekan ke mana-mana.

Jadi sekarang sih untuk sekarang gue sedang mengumpulkan amunisi-amunisi, jadi pas gue berhijab nanti gue siap lahir dan batin. Termasuk kostum-kostum lucunya. Hijab-hijabnya.

Untuk mempersiapkan batiniyah gue, gue udah mulai mengurangi pakai baju yang terbuka. Gue udah jarang pakai celana pendek ke mall. Atau baju kutungan. Sadar diri udah ibu-ibu, bajunya yang elegan aja tapi tetap ngga mau keliatan tuak. Terus juga gue udah jarang beli baju yang kebuka gitu. Udah ngga pernah malah. Kebanyakan kemejaatau outer gitu jadi bisa dipakai kalau gue berhijab nanti.

Yah, doain aja gue bisa segera berhijab. Sekarang sih presentasinya masih 50% goes to 75 % dululah. Ngga usah muluk-muluk.



Source pict:
- https://www.tumblr.com/search/doodles%20muslim
- https://weheartit.com/entry/247020962
- https://i.pinimg.com/564x/c5/20/01/c5200163704784a1237a9a034030d27c--hijab-tumblr-white-flower-crown.jpg

Read more

Tuesday, January 16, 2018

Tips Menyetir Sendiri sambil Membawa Batita
10:56 PM 2 Comments
Related image
Buat gue, menyetir itu kaya refreshing my mind. Fokus ke jalan, lihat pemandangan sekitar, apalagi ditambah syahdunya hujan dan gorengan, itu bener-bener bikin gue ngerasa punya dunia sendiri.

Selama hamil pun, gue sering nyetir ke mana-mana sendiri, ke rumah sakit buat senam hamil, ke rumah yogini gue buat prenatal yoga, ke supermarket belanja bulanan bahkan ke mall sekedar nonton atau hang out sama temen-temen gue. Ngga tau kenapa nyetir buat gue itu bener-bener bikin hati gue seneng. Sampe suami gue kadang ngebolehin istrinya nyetir kalo kita pergi bertiga, karena dia tahu, itu salah satu hal yang bikin gue nyaman dan senang.

Waktu awal-awal baby Lana lahir, gue jarang banget nyetir. Karena gue fokus urus dia di rumah. Kalopun gue nyetir, itu harus ada suami gue, seperti yang udah gue bilang sebelumnya. Jadi kalo mau ke mana-mana gue harus makek taksi online atau nunggu suami gue pulang.

Semenjak anak gue bisa duduk tegak, gue makin merasa gatel untuk mengajak anak gue nyetir berdua sama gue. Selain refreshing my mind, gue juga reopen online shop gue yang vakum selama gue baru aja lahiran. Which is gue kadang harus pergi ke jasa kirim macem JNE untuk ngedrop kiriman barang customer, yang ngga mungkin harus nunggu suami gue pulang dulu buat kirim orderan. Dan suami gue itu random banget jam pulangnya. Apalagi sekarang, semenjak dia pindah divisi. Kadang bisa pulang pagi-pagi buta. Sok kaya artis stripping sinetron dese.

Nah, setelah beberapa kali trial dan error, berikut tips menurut gue gimana caranya nyetir berdua dengan batita. Sekali lagi ini MENURUT GUE, bisa diterapin di anak gue, belum tentu bisa diterapin ke anak lain.

Here we go....
  • SEDIAKAN CARSEAT DAN PORTABLE CARSEAT
CARSEAT gue pasang di baris kedua tempat duduk. Jangan dipasang di belakang kursi kemudi, pasang di sisi seberangnya, jadi dia bisa lihat kita atau menyadari bahwa dia pergi bareng kita. Carseat cuma gue pakai waktu dia ngantuk dan mau bobok aja.
Gue dan si bocah dengan portable carseat. Di belakang ada carseat juga buat jaga-jaga dia tidur.
PORTABLE CARSEAT dipasang di kursi penumpang sebelah kursi pengemudi. Dipakai kalau baru awal-awal perjalanan. Gampang diinstal sih ini dan ngga makan tempat juga karena modelnya kaya belt gitu tapi ada bantalannya. Menurut gue Minusnya, portable carseat ngga bisa menyokong dengan nyaman waktu anak gue tertidur, jadi ketika dia tertidur, gue pindahin ke carseat belakang.

HINTS: JANGAN PASANG CARSEAT DI KURSI PENUMPANG SEBELAH KEMUDI JIKA AIRBAG KALIAN AKTIF. KENAPA? KALAU TERBENTUR, AIRBAG MENGEMBANG, CARSEAT AKAN TERLEMPAR DAN SI ANAK JUGA IKUT TERLEMPAR.
  • SEDIAKAN MAKANAN DAN MINUMAN
Sediain camilan yang banyak, bermacam-macam dan minuman air putih. Selain itu letakkan di tempat yang mudah terjangkau oleh kita. Jadi kalau mau restock atau ngasih minum si bocah gampang. Contohnya di dashboard mobil atau di dekat tempat rem tangan biasanya ada lekukan-lekukan kecil yang bisa dipakai.
  • SEDIAKAN VIDEO ATAU LAGU NURSERY RHYME
Ini jadi senjata wajib apalagi kalau dia mulai cranky dan bosan. Sepengalaman gue ini kepakek banget waktu di lampu merah, yang mobil cuma berhenti diem, panas terik dan dia udah rewel berat.
  • JANGAN LUPA MAINAN FAVORIT
Setiap anak pasti punya mainan favorit, kaya anak gue, mainan favoritnya itu teether bentuk pisang yang selalu jadi safety guardian nya dia kalo lagi duduk di stroller, duduk di carseat, duduk di baby chair, maupun waktu gue ketemu orang asing. Enah kenapa, teether pisang itu selalu berhasil bikin dia diem, nyantai dan tenang.
  • KALAU UDAH SIAP SEMUA, TRIAL DULU KE LOKASI YANG DEKAT
Gue trial pergi berdua sama anak gue waktu ke JNE deket rumah. Jaraknya cuma 10 menit perjalanan karena harus muter dulu (jalan searah). Setelah sukses pulang pergi, tambah waktu perjalanannya. Gue ajak dia ke Giant deket rumah yang jaraknya 15-20 menit lagi-lagi karena harus memutar (jalan searah). Padahal kalo ditarik garis lurus dia deket banget sama kompleks tempat gue tinggal.

Ke JNE dan GIANT gue sukses. Namun waktu gue tingkatin durasi waktu ke lokasi yang harusnya 30 menit perjalanan, dia mulai crangky. Perjalanan yang harusnya makan waktu 30 menit jadi 1 jam. Selain karena faktor banyaknya lampu merah, cuaca panas, sampai dia bosen banget ngga bisa main sama gue karena gue fokus nyetir.
  • KALAU MULAI NANGIS, MENEPI, TENANGIN DULU
Nah, perjalanan 30 menit yang menjadi 1 jam itu karena gue harus ke rumah sahabat gue. Jalanannya sih ngga macet, cuma gersang banget dan lampu merahnya durasinya lebih dari 1 menit semua (gue ada nemu 3 atau 4 kali lampu merah ke arah rumah dia). Di lampu merah ngga ada pohon, ngga ada apa-apa gitu yang bikin adem. Sedangkan cuaca naudzubillah panasnya bukan main.

Lana udah mulai grusak grusuk, video nursery rhyme sampe teether banananya ngga mempan. Di lampu merah, dia nangis sekenceng-kencengnya. Sampai gue diliatin sama pengendara motor sebelah, disangka gue nyulik anak kali ya HAHAHAHA. Mau ngga mau gue bertahan dengan menenangkan anak gue sebisanya. tangan dia udah meronta-ronta pengen dipeluk ama gue. Tapi itu ngga mungkin, kita lagi di lampu merah cuy.

Kalau gue turutin, pasti gue harus lepas portable carseatnya. Belom harus masang lagi. Pokoknya bisa makan waktu dah. Intinya, di lampu merah gue harus TEGA lihat dia nangis kejer. Kata temen gue yang udah expert sih, emang harus tega, jadi dia tahu ini kita lagi jalan raya bok, BAHAYA. Bukan jalane mbahmu.

Menyadari kalau jarak masih jauh, lepas dari lampu merah, gue segera cari tempat enak buat menepi. Akhirnya gue susuin dia pakai nursing cover. Pas udah tidur, gue pindahin ke carseat di jok belakang. Perjalanan pun dilanjutkan dan sampai di rumah sahabat gue dengan aman dan nyaman.
  • SIAPKAN MENTAL
Kata temen gue yang udah expert itu, mental emak nyetir bawa anak itu diujinya lebih serem dibanding diuji waktu bikin SIM. Dan itu benar. Ujian fokus sih yang menurut gue paling berat. Apalagi kalau anak lo udah mulai nangis kejer. Bisa ngga lo tetap fokus nyetir kalau memang kondisinya ngga memungkinkan untuk nepi. Contoh: di lampu merah, di jalanan macet, di tanjakan, di jalanan berkelok-kelok, di jalan tol yang ramai lancar, mau nepi aja susah.

Makanya itu yang gue bilang tadi, lo harus latihan durasi waktu dulu. Kata temen gue perjalanan bawa berdua sama batita itu durasinya maksimal 1 jam aja. Ngga apa-apa kalau lo harus dikit-dikit nepi, atau dikit-dikit nyuapin dia sambil nyetir. Pokoknya jangan kelihatan panik, karena kalo lo mudah panik, the safety journey become DANGEROUS instantly. MENTAL LO HARUS KUAT SEKUAT BAJA.
Image result for driving with baby cartoon

Itu aja sih pengalaman nyetir gue berdua sama anak gue. Sampai sekarang kalau sekiranya ngga memungkinkan gue lebih sering naik taksi online. Kaya semisal perjalanan bakalan macet, hujan deraaassss banget, tubuh kalian kurang fit, ngantuk dsb. Tapi kalau cuma yang deket-deket gue tetep pergi naik mobil. Ya kali ke JNE doang sama taksi online. Rugi di ongkos.

Oya, satu lagi, jangan lupa izin sama SUAMI LO. Alhamdulillah suami gue ngebolehin gue ngapa-ngapain. Dia tahu dia ngga selalu ada di samping gue. Jadi menyetir berdua kaya gini pun dia ngga ngelarang. Dia sih jarang larang gue ini itu. Asalkan itu masuk akal dia selalu ngebolehin aja.

Image result for driving with baby cartoon

Read more

Friday, January 12, 2018

Review Belanja di Orami.id by Bilna
10:45 PM 2 Comments

Sebagai Online Shoppers sejati, gue selalu membandingkan satu portal OS (online Shop) satu dengan yang lainnya sebelum membeli barang. Maklum yaaah, beda 20rb aja tetep berasa buat gue. DASAR EMAK-EMAK!😁

Beberapa faktor yang selalu jadi pembanding gue adalah lokasi OS, harga barang + total biaya antar, dan diskon.

Berhubung gue dapet voucher 50K dari Orami.id, dan menyadari diapers anak gue sudah mulai mendekati masa krisis, gue segera browsing ke portal tersebut buat ngecek dua harga merk diapers yang biasa anak gue pakai.

FYI, gue pakai dua merk diapers tipe premium buat kesehariannya. Bukan sok high class, tapi menurut gue dibanding gue harus sering-sering ganti diapers standar (pemakaian diapers standar 3 jam maksimum menghindari ruam) sedangkan anak gue ini doyan banget minum. Jadilah gue prefer pakai diapers premium, yang ketahanannya bisa sampai 5 jam di anak gue tanpa ruam.

2 merk diapers premium yang cocok di anak gue adalah Pampers dan Sweety Pantz Gold. Selain cocok di anak, cocok juga buat kantong emaknya. Karena meskipun premium, dia ngga bikin kantong jebol. Masih worth it lah kalau sehari anak gue cuma ganti 4 x diapers selang seling dua merk itu. Sisanya, gue sebenarnya tetep pakai diapers tipe standard, dan gue memilih Merries Pants Good Skin (yang harganya lebih ekonomis tapi kualitasnya mirip Mamypoko Pants Extra Dry, malah lebih soft menurut gue).

Diapers standar gue pakai di jam-jam nanggung, kaya yang bentar lagi mandi, bentar lagi mau pergi, bentar lagi mau jam tidur. Intinya yang pemakaiannya ngga lebih dari 2 jam.

Jadi kalo ditotal itu anak gue pakai Diapers premium sehari maksimal 4 x selang seling antara Sweety dan Pampers tergantung kebutuhan. Kalo pas tidur sih lebih sering Pampers karena dia lebih panjang dan lebar dibanding sweety. Dan maksimal 2 x pemakaian diapers standard. Itu pun semua gue bilang maksimal ya, bisa lebih sedikit pemakaiannya, tergantung ni bocah pup berapa kali atau misalkan kita sekeluarga lagi pergi ke luar rumah.

Back to Online Shop. Orami.id ini sebenarnya sudah terkenal di kalangan ibu-ibu sebagai portal OS yang khusus nyediain maternity and baby needs. Mereka juga sering ngadain arisan, event-event per-emak-emakan bahkan Seminar.

Selain Orami.id yang pernah dan gue sering pakai adalah Tororo.com dan JD.ID untuk yang nyediain kebutuhan bayi ya.

Sebagai portal OS khusus, mereka nyetok barang di warehouse, beda macem kaya Tokped atau Shopee yang di dalamnya isinya kumpulan seller. Kalau lu mau bandingin yang umum mungkin Orami.id ini mirip sama JD.ID, Blibli.com ataupun Bhineka yang udah nyetok barang duluan dan mereka punya jasa kirim khusus ke buyernya.

Setelah browsing, sebenarnya harga di Orami.id ya cukup bersaing kalau dibanding dengan Tororo.com. Cuma karena gue punya voucher 50k, membuat total biaya yang gue harus keluarkan di Orami.id jauh lebih murah. Dan yang gue suka dari portal OS khusus macem mereka ini, ngga ada tambahan biaya kirim lagi. Mau lu beli seberapa banyak, mereka akan kenakan FREE ongkir. Ya karena yang seperti gue bilang tadi, mereka punya jasa pengiriman khusus.

Sayangnya, pas gue melakukan pembayaran, sistem Orami.id agak eror. Sehingga hanguslah voucher 50K gue itu. Kesel banget dah. Akhirnya gue komplain ke mereka. Oya, di Orami.id ini ada sistem chat langsung sama CS nya. Kayanya hampir semua portal OS khusus menyediakan fasilitas itu deh. Gue check tororo.com ada juga. Jadi lebih nyaman, kita bisa langsung protes sama CS kalaua da masalah sama pembayaran kita kaya gue ini.

CS Orami.id langsung nanggapin keluh kesah gue dengan cepat. Dalam waktu beberapa jam, gue dikirimin lagi voucher 50K ulang. Tapi dengan syarat, gue harus hati-hati dalam pemakaian, karena kalau terjadi eror lagi, gue nggak bakalan di resend voucher untuk yang ke 3 kalinya.

Tanggapan email dari CS Orami.id yang gue terima di hari yang sama

Akhirnya gue pun memilih pembayaran dengan bank transfer, bukan cc kaya sebelumnya. You knowlah ya penggunaan CC udah biasa error di dunia per-onlinenan shop Indonesia. Jadi ya sudah, setelah gue transfer pun akhirnya orderan gue berhasil.

Butuh sekitar 4 hari untuk barang orderan gue sampai ke rumah. Asumsi gue waktu itu kena Sabtu Minggu, dan barang dianter hari Selasa ke rumah gue. Gue masih aman sebenernya karena stok diapers gue belom yang habis sepenuhnya. Jadi selama 4 hari itu gue masih bisa survive dengan ritme seperti biasa.

Dengan jangka waktu seperti itu, menurut gue masih wajar kok. Orang shipping macem JNE aja bisa sampai 3 hari. Itu yan kita bayar ya. Apalagi ini gratis. Gue udah dapet barang orderan gue di hari ke 4 itu menurut gue cepet.

Tapi, memang lebih lama kalau dibandingkan dengan JD.ID yang langsung sampai besoknya, atau Tororo.com yang sampai 24 jam kemudian.

Overall, gue sih puas belanja di Orami.id by Bilna. Kalaupun misalkan di luar sana banyak komentar negative yaaaa namanya juga persaingan dunia bisnis. Sebagai seller pun gue juga ngga bisa menghindari itu. Padahal gue cuma seller kecil. Apalagi kalau seller besar dengan karyawan mungkin minimal 10-20 orang. Pastilah tetap ada kemungkinan terjadi human error.

So, yang penting setiap OS tersebut mampu melayani dengan baik hingga barang sampai atau uang direfund. CS yang langsung memberi tanggapan di hari yang sama juga bisa jadi nilai tambah.

REPURCHARGES? YES.
Read more

Wednesday, January 10, 2018

Review Beauty Barn Lotion Hair
8:17 PM0 Comments


Karena mengikuti tradisi AQIQAH, si Lana alias Pitom akhirnya resmi digundul di usianya yang 3 bulan. Padahal waktu itu rambutnya udah lebat banget, selain emang bawaan lahir. Karena di anggota keluarga gue ngga ada satu pun yang berani mangkas rambut bayi, akhirnya pergilah gue ke Kiddie Cuts Aeon Mall BSD, Tangerang. Nanti gue bakalan jelasin sama kalian review potong rambut bayi atau anak di Kiddie Cuts yang menurut gue enak dan ngga pakek antri karena emang yang datang biasanya silih berganti. Paling lama sejam itu pun dengan asumsi si anak pake rewel yah.

Di Kiddie Cuts, Lana dipangkas ngga sampai habis, nyisain 1 atau 2 mili lah kalo ngga salah. Biar dia ngga kaya alien banget gitu yang pelontos dan mengkilap.

Meskipun begitu, ketika sampai di rumah gue baru sadar, muka dia jadi makin bulet dan lebih maskulin aja. Untungnya dia udah pakai anting, jadi orang-orang masih bisa tahu kalau dia CEWE.

Pengen segera tumbuh lagi, searchinglah gue gimana cara numbuhin rambut buat bayi yang rambutnya (masih) sedikit. Kebanyakan disuruh pakai minyak kemiri, yang mana buat gue cara pakainya REMPONG banget. You knowlah ya, gue tetap setia pada sesuatu yang sederhana dan simpel, akhirnya gue BATAL untuk mengetahui pemakaian minyak kemiri secara lebih lanjut.

Beberapa Ibu di komunitas Pejuang Asi Indonesia menyarankan gue untuk coba Beauty Barn Hair Lotion. Harganya lumayan pricey sih ya (sekitar 100ribuan lebih dikit, tergantung penjual) mengingat dia cuma hair lotion yang dipakai di rambut anak dengan ukuran 120 ml saja. Beda sama merk yang sudah kita kenal sejak kecil yaitu Zwitsal, dengan harga 30ribu sekian dia udah dapet sekitar 200 ml.

Sebelumnya si Lana juga pernah pakai zwitsal yang hair lotion 100 ml, kebetulan itu kado juga sih dari entah-siapa. Tapi karena gue ngerasa ngga ada perkembangan signifikan dan malah lebih sering dipakai sama Papitom kalo kelar mandi (Suami gue emang hobi pakai produk bayi, bahkan cologne juga). Akhirnya gue putusin buat beli Beauty Barn Lotion Hair.

Sebulan pemakaian gue ngerasa rambut si Lana lebih cepat tumbuh atau emang karena dia perkembangan tumbuh rambutnya bagus, gue sendiri ngga tahu pasti. Tapi lumayanlah tumbuh beberapa mili sehingga rambut dia mulai kelihatan ada.

Selain kelebihan yang lu dapat dari penjelasan di botolnya, seperti:
  • Non toxic (kayanya bener tuh, si Pitom pernah ga sengaja nelen cairannya dan alhamdulillah perutnya ngga bermasalah).
  • No artificial fragrance (Kayanya sih emang ngga ada tambahan wangi-wangian gitu soalnya waktu si Lana pakai juga baunya lebih ke kaya bau herbal)
  • No parabens (Ini sih gue ngga tau ya kudu di test lab gitu dulu kan, cuma kayanya emang aman-aman aja sih di kulit Lana, ngga bikin alergi atau apa)
  • 100% Natural ingredients (Karena stiker kemasan di botol yang Lana punya udah raib, jadi jujur gue lupa sih apa aja, tapi untung ada mbah google, mbah semua kalangan netizen zaman sekarang, jadi ini lho bahan-bahannya:

Pink Grapefruit - an excellent hair tonic, prescribed by doctors for baldness treatment. It stimulates hair follicles and helps in hair growth. Essential to maintain thick and strong hair and for treating dandruff.
Rosemary – stimulates hair growth, maintains healthy scalp and helps to darken hair follicles. 
Kukui Nut / Candlenut - nourishes scalp and thickens hair with its nourishing oil (great for skin, too).

After all, dari semua kelebihan itu, yang bikin gue suka adalah kemasan botolnya yang bikin hemat dalam pemakaiannya. Jadi dia model spray dan ada lock on off nya jadi aman juga buat dipakai mainan sama si Lana. Kalau model spray gini jadi kan tinggal di spray aja sesuai kebutuhan.

Mengingat ketika gue pakai Zwitsal sering tumpah karena kebanyakan. Dan anyway, Lana sudah hampir 9 bulan sekarang dan Beauty Barn Hair Lotion punya dia masih ada isinya setengah. Jadi, even emang harganya pricey tapi lumayan awet dipakainya. (Tapi ini tergantung yang nyemprot juga sih, kalau gue kan paling cuma 2 x semprot udah basah aja tuh bocah rambutnya).
Transformasi Rambut Lana
Oh ya saran aja ya, kalau mau ada yang pakai, sebaiknya habis mandi dan rambut dalam keadaan sudah kering. Kalau masih basah gitu terus langsung dipakai, rambut Lana suka lepek kaya abis main layangan.

Repurcharge: YES

source pict: http://asibayi.com/wp-content/uploads/2014/02/Beauty-Barn-Hair-Lotion-120ml.jpg
Read more

Tuesday, January 9, 2018

Seorang Ambivert
11:10 PM0 Comments


Ada beberapa tipe kepbribadian orang di seluruh dunia. Yang umumnya dikenal adalah introvert dan extrovert. Gue ngga bakalan bahas dua-duanya, karena pasti udah banyak yang tahu masing-masing tipe itu kaya gimana. Tapi apa jadinya kalau lu ngerasa ngga terlalu introvert tapi juga ngga terlalu extrovert kaya gue?

You just can called yourself an ambivert.

Tipe orang yang berada di antara keduanya. Dan seperti yang sebelumnya, hidup selama hampir 30 tahun ini, gue semakin meyakini diri sendiri bahwa gue adalah seorang ambivert, yang menurut penelitian jumlahnya ada sekitar 38 % dari total populasi dunia. Dan sisanya yang sekitar 62 % dimiliki oleh orang extrovert dan introvert dengan presentase hampir sama. Jadi lebih banyak dong ya orang yang berkepribadian ambivert? Yes, it is.


Lu bisa googling sendiri gimana sih tipikal orang ambivert itu menurut penelitian si A, si B atau si C? Di sini, gw akan bahas Tipe Ambivert menurut diri gue sekarang ini. Here we go...


  • Suka diperhatikan tapi jangan keseringan dan terlalu lebay.
  • Terbuka tentang beberapa hal, yang umum saja. Tapi untuk hal pribadi lebih nyaman terbuka pada orang yang benar-benar dipercaya.
  • Suka di tengah keramaian, tapi jangan terlalu berdesak-desakan.
  • Suka nonton konser/film, tapi konser dan film yang ramainya cukup2 aja, aman dan nyaman.
  • Butuh banget hang out sekali-kali sama sahabat, tapi ada waktunya pengen me time sendirian, even cuma di dapur atau depan mesin cuci sambil mainin handphone.
  • Mudah membaca emosi orang lain, kalo timingnya pas baru komentar, beda sama introvert yang tetep diem aja atau extrovert yang langsung nyablak.
  • Bicara basa-basi seperlunya, kalau udah dalam satu percakapan di sebuah komunitas isinya basa-basi semua, biasanya lebih memilih out of topic bahkan bisa sampe walkout.
  • Aktivitas seperlunya di luar, di dalam terus juga bosan, tapi kalo di dalam rumah pun masih bisa ngobrol sama oranglain lewat online.
  • Bisa individualis tapi berkelompok juga bisa.
  • Bisa membaur di antara introvert dan extrovert.
  • Senang menjadi pusat perhatian, tapi jangan kelamaan. Sesekali aja.
  • Kalau ketemu pertama kali akan mengira orang yang tertutup, padahal kalau udah kenal bisa beda 180 derajat.

Itu sih ciri-ciri ambivert dalam diri gue yang sudah dikonfirmasi oleh salah seorang teman gue yang kebetulan juga seorang psikolog.

So, which one are you?

Semua tipe kepribadian ada kelebihan dan kekurangannya kok. Jadi menurut gue ya ngga masalah lo mau ada di kelompok yang mana.




source pict:

  • https://thumbor.forbes.com/thumbor/1280x868/smart/https%3A%2F%2Fblogs-images.forbes.com%2Ftravisbradberry%2Ffiles%2F2016%2F04%2FAmbivert.jpg
  • http://s3.amazonaws.com/thenextfeed/wp-content/uploads/2017/10/04185748/5361922280e0959e8ce948e009634393-selfie-quotes-photo-quotes.jpg



Read more

Saturday, February 12, 2011

Rumah Barbie dan Katakan Cinta
7:48 PM0 Comments
Holla. Aduh maap yah jarang banget posting. Sibuk banget minggu ini. Ngurus kebaya, ngurus wisuda, ngurus jilidan skripsi, ngurus pacar, hehehe. Tapi seru kok.

Btw, ada kisah menarik dari pergi ke Pantai waktu itu. Maaf yah, baru update cerita. Aduh, di kos saya tuh internet ada, cuma lemotnya minta ampun. Kalo mau, sabar, sedangkan saya yang udah biasa pakek speddol, walopun kek gitu kecepatannya, ngga bisa sesabar itu. Gila, kadang udah nungguin lama eh, ternyata dah time out aja.

Dari judul kalian pasti bertanya-tanya banget. Rumah Barbie apa sih. Coba deh jalan – jalan ke Jepara. Rumah – rumah penduduknya bagus – bagus banget. Soalnya hampir sebagian besar penduduk kota Jepara kerja di bagian perabotan kayu, mau gak mau rumah mereka juga jadi display produk yang mereka buat.

Nah salah satunya, kita nemu di jalan rumah itu. Tadinya saya pikir masjid. Dah ngerasa nggak enak aja kalo itu masjid, saya ngelewatin ibadah selama seharian itu, hahaha. Eh malah foto – foto di depannya. Untungnya bukan.
Berasa De Javu? Tonton filmnya Barbie kalo gitu, hehe.
Ternyata itu cuma display. Jadi emang rumahnya sengaja didesain kaya gitu, untuk menarik orang – orang ngeliat rumah dan perabotan di dalamnya. Dan seperti biasa, saya dan temen – temen selalu ngga mau nggak ngabadiin foto di depan beginian. Namanya juga mahasiswa kampung, hahahaa.

Terus ada kejadian menarik lagi. Selalu ngga pernah berhenti bosen buat ngeliat proses penembakan orang. Dan liburan ke pante kemaren kayaknya jadi moment buat salah satu temen saya di bawah ini si Nuel buat nembak temen saya si Tris.
jangan ketipu itu, si Nuel, walo tampangnya so Papua face, tapi dia fasih banget ngomong Jawa, bahkan sampe medok - medoknya. Dan cewek di sebelah itu Trisakti, temen cewek saya yang bakalan ditembak dia.
Dan proses yang begitu lama, padahal anak – anak udah ngeledekin dan kasih semangat, tapi tetep aja Nuel masih ragu buat ngelanjutin niatnya buat nembak si Tris. Tris, yang udah BT duluan, saya engga ngerti nih BT nya kenapa, entah karena ejek – ejekan anak – anak, atau udah abis kesabarannya untuk nunggu Nuel nembak dia, memilih menghindar. Kasian banget. Finally, sampe saya pulang ke kos, ngga ada kelanjutan cerita dari rencana penembakan itu. Poor Nuel.

Oh, guys, harap diperhatikan matang – matang ya kalo mau nembak seseorang. Jangan pernah berharap lebih. Diterima atau ditolak itu bonus. Yang penting kita udah lega nyampein perasaan kita bagaimana.
Ditolak, well, yah, everybody already have their own stories about broken heart. Semua orang pernah patah hati, man! You are not alone.

Dan kalo diterima, itu baru awal, guys. Kalian pikir mudah menjalin komitmen dengan seseorang. Kalo ngga siap buat berkomitmen, jangan pernah memulainya. Ada orang lain di depan kalian yang bakalan terluka kalo kalian cuma main – main. 


Dan apa yang kalian tanam, kalian juga yang menuai, so, siap – siap saja sama balasannya, hehehe. Soalnya temen saya ada yang sering maenin cewek, dan guess what, semua cewek yang didekatin dia selalu kabur duluan, karena udah tau kredibilitasnya dia. Akhirnya temen saya jomblo terus sampe sekarang. Padahal dia perfecto, udah ganteng, kaya, tinggi dan smart lagi.

Dia selalu aja iri kalo liat cowok yang dibanding dia jauh lebih jelek, dekil, dll deh, eh punya cewek. Hahaha, saya cuma bisa ketawain dia dan masa lalunya.

Anyway, its Saturday Night, and I always just with bestfriends and laptop spend a lil time in my house talking about nothing wkwkwkwkwkwkwk. See ya!

Read more

Sunday, November 7, 2010

Falls and the Winter
1:54 PM1 Comments
Seminggu ini habis sudah perhatian kita sama yang namanya bencana. Sampe dari kasihan, terpanggil untuk nyumbangin apapun, terpanggil jadi sukarelawan, sampai akhirnya mungkin kita cuma bisa duduk diam di depan tv, radio atau internet dan pasrah menunggu perkembangan selanjutnya.

Bahkan mungkin orang-orang di sana sudah mati rasa, nggak ngerti lagi harus ngapain selain menolong, menolong dan menolong. Dan kita yang cuma sebagai penonton setia kadang cuma bisa memaki, berdoa, berharap, apapun yang cuma bisa dilakukan sebagai penonton.

Saya, tadinya cuma nonton. Sampai akhirnya angin membawa dampaknya hingga sampai ke diri saya sendiri. Yeah, that’s winter, dear. Sayangnya bukan berbentuk butiran salju dan bisa dibentuk bola-bola salju buat kalian main lempar-lemparan. Tapi berbentuk debu vulkanik dan partikel pecahan kaca. Kalian pasti bertanya-tanya, bagaimana bisa dengan jarak sejauh itu sampai ke rumah saya?

Saya akan tunjukkan pada sebuah peta dari google maps. dengan jarak 45 km hujan debu berhasil masuk ke kota saya di Ungaran, setelah sebelumnya menembus Salatiga dulu karena kota ini berbanding lurus dengan Merapi dan Boyolali yang sudah terlebih dulu diluluhlantakkan.


Angin, awan dan debu berkolaborasi sedemikian rupa dan berjalan ke berbagai sisi yang dia bisa dan turun sebagai hujan abu dan mengubah apa yang disentuhnya menjadi putih. Kota saya yang tadinya nggak kena, jadi kena hujan abu juga. Orang-orang mendatangi apotek-apotek, beli masker. Bahkan sms peringatan dari pemkot udah mampir dua kali ke inbox saya. Dammit, is that okay, God? Apa yang saya harus lakukan? 
Kalo saya marah, apakah saya berhak marah kepadaMu?

Saya berjalan pulang sambil ngeliatin kendaraan-kendaraan yang kotor dan anehnya, mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Pemandangan orang pakek masker, kacamata dan jaket tebal jadi pemandangan biasa. Saya, di mana pun saya berada, nggak ngerasa aman, jadi pengen cepet-cepet pulang. Everything could be happen in the outside, if it was, I hope, a place that I want to see for the last, is my home.

Saya yang jaraknya puluhan kilo aja udah ngeri ngerasa dampaknya, gimana mereka yang deket banget sama TKP? Gimana orang-orang yang berlari-larian cari tempat yang dirasa aman? As a human, satu-satunya orang bisa ngerasa aman adalah berada di tengah orang-orang yang mereka cintai dan senasib sepenanggungan.  

God, thank You so much giving this beautifull fall to us. Remains us how big the power You have. Remains us how small are we. I know may be its not enough, and its never being stopped. I just can’t hear their voices, their cries, their judgements because of these. Is that wrong? Am I wrong? May I mad with You? May I? I’m just only human. We are. An ordinary people that sometimes didn’t believe You, didn’t trusted You, forgot about You, didn’t care about the pains that You remains, everything as an ordinary people can do.
sumber: teman, Adrianto Bagas Mahendra

But God, the sad ending for some people, sometimes looking good for ones, because they believed, may be You have another plans to us. But, for some people, sad endings make them more more and more unstrusted You. I asked You once God, Am I wrong?





sumber: jogjaku



Read more

Thursday, October 28, 2010

Pray for Indonesia, So????
5:50 PM0 Comments
Kalo liat berita di tv, nggak tega saya. Jadi saya pilih buat matiin tv, terus onlen di internet. Sumpah, deh. Kayaknya saya bakalan jadi orang paling nggak up-to-date soal bencana di Indonesia. Soal Mbah Maridjan ditemuin udah nggak bernyawa aja saya tahu dari orang, bukan liat beritanya sendiri di tv.

Hey, guys, I’m not that selfish. Tapi saya lebih ke enggak tega. Soalnya saya enggak tegaan orangnya. Kalo ada anak kecil pasang muka melas dan minta duit Rp 50.000, 00 mungkin saya bakalan kasih dia cuma-cuma. Bego emang. Tapi begitulah saya. Makanya, daripada saya enggak tega dan nangis di depan tv, saya milih buat matiin tv dan menunggu orang lain menceritakan apa yang mereka liat sama saya.

Saya juga bukan tipe orang yang ikut-ikutan berpartisipasi dengan melakukan sesuatu sebagai tindak kepedulian mereka. Kayak temen saya nih, ganti PP mereka jadi kayak gini di facebook.

Trus menyuarakan how deep they concern about the disaster di status-status mereka. Ada yang mendadak bikin puisi. Ada yang mendadak sok care. Padahal kemaren status mereka cinta-cintaan nggak jelas. Oh, oke, kepedulian bencana mendadak jadi tren baru bikin status. And anyway, saya nggak bakalan ikut-ikutan.

Saya malah lebih respek sama orang yang nyumbang seribu rupiah dari dompet mereka ke kardus-kardus buat nambah-nambah beli makanan, baju, selimut, whatever it was, pokoknya buat kebutuhan mereka. Ato langsung ke TKP dan jadi sukarelawan. Dari sekedar ngurusin makanan dan obat-obatan, menghibur anak-anak biar traumatic mereka sedikit berkurang, pokoknya hal-hal semacam itu yang dibuktikan dengan tindakan langsung.

Nevermind, apapun lah yang mereka mau lakukan, paling enggak mereka masih cinta sama Negara Indonesia, nggak kayak saya. Hmmm, yeah, God, apa saya harus pindah kewarganegaraan buat ngerasa saved dan comfortable? Soalnya saya udah nggak percaya sama pemerintah. Saya ikut pemilu, tapi cuma absen doang di muka tetangga, saya enggak pilih siapapun. Hidup dan mati saya si kayaknya bakalan sama Negara ini, tapi saya walaupun nggak cinta negeri, saya setidaknya enggak merusak dan nggak buang sampah sembarangan.

Daripada kalian semua yang bilang cinta negeri, tapi masih buang sampah sembarangan, masih suka korupsi uang dan waktu, masih tebang pohon sana sini, masih merengek minta mobil dan motor (*menuh-menuhin jalanan, anyways), masih enggak bisa hemat listrik, masih nggak bisa recycle barang biar usefull lagi, bikin banyak anak (*nambah-nambahi kepadatan penduduk), hal-hal kayak gitu.

Ah, whatever, saya doakan aja, apapun yang terjadi pada saya, kamu dan negeri ini, adalah sesuatu hal yang bisa memberikan pelajaran sedikit untukmu. Percuma kamu gembar-gembor tapi kemudian besok kamu kembali ke kebiasaan lama. Kenapa enggak mulai dari hal-hal kecil dan diri sendiri? Nggak usah sibuk menghakimi Pak Presiden or the government, be grow up. Satu kepala keluarga kecil saja masih susah menjaga istri dan dua anaknya, apalagi mereka dan jumlah penduduk Negara kita yang sebanyak ini? Think smart, please. Don’t be childish.
Read more