LIFE AT TOMATO FAMILY: slice of life
Showing posts with label slice of life. Show all posts
Showing posts with label slice of life. Show all posts

Wednesday, May 2, 2018

When I decided to start a new work (again)
10:50 PM 2 Comments


Honestly, I never thought that I would started this early. For sure, I realized that we need getting fat on financial issues in a couple next year. Yeah you know, the school fee of a preschool is a expensive ones and I don’t want make my husband take that responsibility alone. And of course for the next school levels which is have more expensive price. -,-

Yeah, I was grew up on a working mom family. My mum was a banker, my biologic mum was a seller door to door. Then my aunt, a second parents of mine, was a teacher since I don’t remember anymore LOL.

That culture always pushed me harder everyday since knew that our daily groceries was not in hundred thousand rupiahs anymore for a month but more than 1 million. And this girl, yeah, my girl already need new stuff like new diapers size, new shoes with new size, new dress for party and so on. And fyi, now she was already knew about snacking time. Sighs.

As for long time, I opened an online shop, that still didn’t covered all our needs. I need a permanent financial every month.

So here I am, every night, beside upload new product, I was hunted some new job. My husband was not refused my proposal. With any conditions of course such as the standard working hours, not shifting, not in the weekend, not too far away from our home, covered our preschool and daycare fee, my private needs and still have more to saving in our girl bank account.

And yeah, lucky me, one of the company that I applied for was called me for interview. The range location is about 12 kms or 20-30 minutes drive from our home. Yeah not too far but not so close, and yeah that the good reasons to didn’t ignore it. As fyi, my husband office just about 5 minutes to go. I didn’t expected too much for accepted as an employee in the first impressions. But yeah, I can learned new experience at least. I’m already didn’t work for almost 2 years. And for the last company that I worked for, I already joined for 3 years. Almost forgot how to introduce myself in an official way LOL. And yeah, I’m not young anymore, I really understand that company out there search for fresh talent not an middle experience like me.

Okay, so, wish me luck. I wish you were luck on your life too. xoxo

Read more

Thursday, March 15, 2018

Hectic Months
11:02 PM0 Comments
Image result for hectic moms art hd



Baru bisa ngeblog lagi setelah banyak banget aktivitas dua bulan ini. Setelah akhir bulan Januari gue sekeluarga harus ke Surabaya selama beberapa hari, yang mana gue tetep harus ngurusin apa-apa sendiri, karena gue pergi sama Bumer, which is selalu tetep aja nggak enak kalo minta tolong sama beliau.

Sekaligus Bumer lagi reunian sama sodara-sodaranya yang hanya bisa ditemuinya beberapa bulan sekali, jadi membuat gue ga tega harus merecoki dengan urus-mengurus anak gue. Tapi yaaah, karena gue udah biasa apa-apa sendiri tanpa bantuan orang lain, jadi gue ya biasa aja. Have fun malah karena bisa lihat pemandangan kota lain.

Oke, mungkin buat beberapa dari kalian Surabaya itu well yeah another metropolitan city, jadi ngga ada bedanya sama Jakarta. Tapi buat Ibu-ibu butuh piknik kaya gue, Surabaya lumayan membuat gue refreshing sejenak dari rumah dan Jakarta.

Di bulan Februari, hampir setiap weekend gue ngga ada di rumah. Bukan ngemall yah. Gue bener-bener banyak banget acara. Apalagi keluarga besar Pakmer ngadain acara IMLEK sekaligus ultah adik laki-lakinya yang mana mengharuskan gue sekeluarga datang untuk acara dinner bersama di sebuah resto seafood di kawasan Pesanggrahan. Sisanya gue hampir bolak balik ke penjahit karena bff gue merit dan doi ngasih gue seragam, yang mana gue harus ngejahitin ke penjahit langganan Bumer di daerah Ciledug. Yah, setelah penjahit langganan gue udah ga seasyik dulu jahitannya. Doi banyak lupa, gara-gara karyawannya resign satu-satu.

Di Bulan Maret, gue harus balik lagi ke penjahit untuk ngambil jahitan yang udah fix, terus beberapa minggu kemudian bff gue merit yang membuat gue mesti ke Bandung selama beberapa hari. Gue ber3 pun akhirnya berinisiatif untuk kondangan sekaligus liburan. Karena kita sadar tahun ini kayanya bakalan gagal liburan kita ke Bali dan Singapura karena akhir tahun mesti ke Semarang buat nikahan sepupunya suami. Yang mana, ada seragam, terus akomodasi belom lagi uang saku buat selama di sana. YA UDAH NGALAH DEH. Budget disimpen buat tahun depan. Insha Allah kalo gue jadi kerja lagi, semuanya bisa terwujud. Amin.

Ngomong-ngomong soal kerja, gue udah diskus sama suami gue untuk kayanya kita ngga bisa gini terus. Ngandalin pemasukan dari suami doang. Gue sih ada toko online, tapi belom bisa cover seluruh kebutuhan rumah tangga. Apalagi gue pengen anak gue sekolah di Al Azhar yang cuma beberapa ratus meter doang dari kompleks.

Udah banyak yang tahu, sekolah islam bergengsi ini harganya selangit. Tapi mau gimana lagi. Gue udah krisis kepercayaan sama sekolah negeri yang nggak populer. Gara-gara banyaknya berita nggak enak di tv. Sekolah yang populer pun jaraknya jauh-jauh dari rumah gue. Ya kaleee demi sekolah negeri bagus gue harus maksa anak gue bangun jam 4 subuh. Ugh, NOPE. That was my childhood not her.

Tiap kali gue mau daftar lowker, selalu kepikiran anak gue yang nantinya bakalan di Day Care gitu. Ga Tega banget ngeliat muka sendunya bakalan ditaruh di Day Care tiap hari. Tapi mau gimana lagi, rejeki emang udah ada yang ngatur, but alangkah baiknya kita juga harus ada usaha nyari. Terlebih melihat kondisi suami gue yang loyalitasnya berbanding terbalik dengan pendapatannya. Kasihan sih, makanya gue pengen meringankan beban doi. Paling ngga buat tabungan sekolah, tabungan liburan dan tabungan menikah anak gue kelak. Iya dong, harus dipikir dari sekarang. SEMANGAT!
Read more

Thursday, February 1, 2018

Not Everyone will Fit on Your Shoes
10:25 PM0 Comments
Gue kadang ngga mengerti kenapa orang-orang suka memaksakan orang lain untuk melakukan, menyukai atau bahkan membenci sesuatu. Contoh kecilnya adalah ketika orang lain seperti memaksakan anak gue harus makan A, dimasak dengan cara B, ya gue harus nurut orang tsb.  Sampe saking orang tersebut terlalu memaksakan kehendaknya, besokannya dia sampe nanya ke gue apakah anak gue sudah dikasih A sesuai yang disarankan?

Image result for open minded tumblr
Nah, ini terkadang yang bikin gue kesel. Oh, not everyone will fit on your shoes, man. Kalo sekedar memberi saran sih masih its okay, gue nggak papa. Nggak masalah. Tapi kalo sampe lo memaksakan kehendak lo, seriouslly? Sebegitukah nggak ada kerjaan lo buat ngurusin orang lain?

Nggak semua orang punya cara pikir yang sama dengan lo, ngga semua orang harus bertindak seperti mau lo. Just because, norma-norma sudah mengatur seperti itu or whatever alibinya. Gue jujur ngga peduli dengan norma-norma tersebut. Sepanjang gue ngga merugikan orang lain, ngga mengambil hak orang lain, ngga mencuri, ngga bikin orang lain sengsara, gue dan orang lain berhak untuk bersikap sesuai dengan apa yang mereka mau. Menurut gue lho yaaaa..... 😁😁😁
Image result for talking to much tumblr
Gue adalah salah satu orang yang kalo gue nggak suka sesuatu, lebih memilih diam (Yep, I'm already talked about it like a thousand times). Jadi misal gue nggak sepemahaman ya udah, THATS IT. Gue bakalan diam aja. Paling cuma komen "Oh gitu..." atau "Yakin enggak apapa?" Dan kalo lawan bicara gue tetep kekeuh ya sudah, gue kembali dengan urusan gue lagi. No heart feelings.

Jadi, semisal gue nggak suka cara berpakaian si A yang kebuka. Oh ya udah paling gue batin doang. TAPI gue juga ngga maksain untuk si A harus ngikutin gaya berpakaian gue. Ya ngga setiap orang cocok dengan style lo. Misalkan aja si A emang orangnya suka "Tampil". Ya wajar doi pake baju "mengundang hujatan". Kadang emang banyak orang kaya begitu di dunia ini. Ya udahlah terima aja. Semua orang bebas berekspresi. Even banyak yang ngga sadar diri sih. Hahahaaaa....😂😂😂

So, kalo misalkan elo ngga suka diatur, pelis banget ngga usah ngatur2 orang lain. Kalo lo ngga suka dipaksa, ya udah ngga usah paksa orang lain. Atau lo ngga suka dihujat ya jangan membuat orang lain dengan mudah menghujat lo. Keep inspiring.

Image result for open minded tumblr
Read more

Wednesday, January 24, 2018

Oh Ibu
9:24 PM1 Comments
Image result for crying mother tumblr

Sebuah narasi percakapan Iblis kepada anak buahnya :

"Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya!!"

Beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa
lemah dan habis energi.
Jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya.
Biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga
dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya.
Image result for crying mother tumblr
Setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang
tidak percaya diri.
Sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain
dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki.
Buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga.
Jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya.
        Image result for crying mother tumblr
Gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang
berantakan dalam rumahnya.
Buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anaknya,
dari suaminya.
Goda lisannya untuk berkata kasar, hingga nanti anak-anak
mencontohnya dan tak menghargainya lagi.
Lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan,
hilanglah aura surga dalam rumah.
       Image result for crying mom sketch
Dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…
dari pintu seorang IBU.
Sekali lagi, makhluk penting itu bernama Ibu.
Lelah yang tidak selesai menjadi tempat masuknya setan.
Ia mengambil bahagiamu, mengambil sabar dan
syukurmu wahai ibu.

Jangan biarkan setan mengambil itu.
Jika kau lelah, rehatlah.
Jika kau lelah, berbagilah.

Sungguh tak ada satupun yang akan membiarkanmu
merasa sakit sendiri, jika kau pandai menghargai dirimu.
Ringankan tugasmu bu, jangan menekan dirimu terlalu keras.
Sesekali tak masalah rumahmu kotor.
Tak masalah betapa banyaknya pekerjaan
yang belum kau tuntaskan.

Jangan terjebak dalam waktumu bu, sungguh tugas
muliamu jauh lebih penting dari sekedar rutinitas
yang kau lakukan setiap harinya.
       Image result for crying mom pinterest
Rehatlah...

Jika pun tak mungkin kau tempuh jarak puluhan kilo untuk segarkan diri.
Sekedar menepi, menepilah...
Beri waktu untuk dirimu sendiri.

Sekedar melihat betapa banyak kebaikan yang kau punya, betapa manisnya keceriaan anak-anakmu, betapa bertanggungjawabnya suamimu.
Rasakan pelukannya, ada cinta dan ketulusanmu dalam tegap badannya.


Kau berharga ibu, jangan pernah lupakan itu.
Saat mendengar masalah orang lain, kita semakin sadar bahwa perspektif kita menentukan cara pandang kita terhadap masalah.
Jika kita melihat peran ini sebagai beban, maka kita hanya akan sampai pada titik lelah.
Jika kita memandang diri hanya sebatas pelaku rutinitas, kita tidak akan menemukan intinya.
      Image result for mother pinterest
Reward yourself mom,
sungguh peranmu jauh lebih besar dari semua keluhanmu.
Jangan biarkan setan merusak bahagia dengan mengambil rasa SABAR dan SYUKURMU.

Karena dari bahagiamu, tercipta ketahanan sebuah keluarga.
Selamat beraktivitas sebagai Ibu dan Istri yang HEBAT.
Selalu ada BAHAGIA di segala cuaca....




Dicopy dan dibagikan kembali dari group PEJUANG ASI INDONESIA
Read more

Tuesday, January 23, 2018

Kapan Gue Berhijab?
12:39 AM 4 Comments

Di keluarga gue, gue adalah satu-satunya anak cewe dari bokap gue yang belum berhijab. Jadi kalo pas foto keluarga di acara nikahan sodara, gue pasti yang stau-satunya ngga pakai penutup kepala, pakek dress selutut atau lengan pendek.

Dulu pas gue kerja, gue punya cita-cita bakalan pakek hijab selepas nikah. Tapi belom terealisasi hingga bahkan gue beranak satu sekarang. Beda dengan kakak cewek gue yang berhijab setelah lulus kuliah karena salah satu nadzarnya, adek cewe gue yang selepas lulus SMA, dan nyokap gue yang jujur gue ngga tau sejak kapan beliau berhijab karena itu sudah lama sekali. Saking lamanya mungkin sejak beliau jauh sebelum ketemu ama bokap gue.

gambar hijab, drawing, and islam

Dan fyi aja, bokap gue adalah orang yang dulunya menentang anaknya bakalan berhijab secepat itu (kakak gue yang pertama kali di antara anak-anaknya di usianya yang masih anak kuliahan banget). Karena bokap kesempetan lihat kerabat jauh dia yang berhijab tapi jorok banget karena ngga pernah ganti hijab dan bajunya, jarang mandi dan ngga pernah pakek wewangian. Which is membuat bokap berada di sekitarnya itu merasa jangan sampai nanti anak-anak gue bakalan berhijab dengan kondisi seperti ini.

Selain itu, eyang-eyang gue itu Kejawen banget. Jadi kaya yang masih nyuci keris, sholatnya bolong-bolong, terus masih suka ke tempat-tempat yang aneh gitu buat nyari pusaka, endesbre-endesbre. Dan mereka juga mau ga mau mempengaruhi sedikit ke anak-anaknya, termasuk ke bokap gue. Yang alhamdulillah ngga pernah gue lihat ikutan nyuci keris si eyang kakung gue selama ini.

Intinya agama islam di keluarga gue itu dulu ngga sebaik sekarang. Untungnya tante gue yang tinggal bareng gue dan eyang sejak kecil, kesempetan manggil ibu guru ngaji untuk ngedidik gue dan sepupu gue buat bisa baca Al Quran di tengah keluarga besar gue yang minim pengetahuan agamanya.

Ketika gue sudah menikah, banyak hal yang membuat gue belom siap berhijab. Gue tahu itu kewajiban. Bahkan menutup aurrat bisa melepaskan beban ayah dan suami gue dari dosa anak dan istri yang belum menutup auratnya. Katanya sih begitu, yang gue denger. CMIIW yah.


Salah satunya adalah banyaknya di lingkungan gue yang buka tutup hijab udah kaya gorden rumah kalo pagi sama siang. Seenaknya aja gitu. Kadang posting di sosmed pun kadang bajunya minim, tapi keesokan harinya full berhijab. Ada yang dulunya berhijab terus ngga pakai lagi dengan alasan pekerjaan. Tapi beneran abis gitu dia yang kaya kesempatan buat buka-bukaan kalo pake baju. Padahal badannya engga ada seksi-seksinya sama sekali. Miris ngga sih.

Nah, itu dia yang bikin gue masih bersimpati dengan keadaan sosial temen-temen gue yang istiqomahnya sementara aja. Giliran ada masalah, langsung buka-bukaan lagi. Pekerjaan jadi alibi. Kadang cuma karena model baju sekarang yang emang banyak kurang bahan tapi menurut mereka lucu-lucu, mereka rela lepas hijab.

Gue ngga mau jadi orang kaya gitu. Gue pengen ketika gue mmemutuskan berhijab, gue udah inshaAllah ikhlas. Trus gue siap dengan amunisi perbajuan gue yang kebanyakan celana kolor, celana pendek, kaos, dan dress-dress gue buat kondangan yang kayanya harus rela dikasih ke orang. Tuh kan ujung-ujungnya ke materi lagi.

Hahahahaa. Yang bikin lucu adalah gue ini dagang hijab sama baju-baju hijabers juga. Yang beli ya hijabers semua. Eh ownernya masih suka celana pendekan ke mana-mana.

Jadi sekarang sih untuk sekarang gue sedang mengumpulkan amunisi-amunisi, jadi pas gue berhijab nanti gue siap lahir dan batin. Termasuk kostum-kostum lucunya. Hijab-hijabnya.

Untuk mempersiapkan batiniyah gue, gue udah mulai mengurangi pakai baju yang terbuka. Gue udah jarang pakai celana pendek ke mall. Atau baju kutungan. Sadar diri udah ibu-ibu, bajunya yang elegan aja tapi tetap ngga mau keliatan tuak. Terus juga gue udah jarang beli baju yang kebuka gitu. Udah ngga pernah malah. Kebanyakan kemejaatau outer gitu jadi bisa dipakai kalau gue berhijab nanti.

Yah, doain aja gue bisa segera berhijab. Sekarang sih presentasinya masih 50% goes to 75 % dululah. Ngga usah muluk-muluk.



Source pict:
- https://www.tumblr.com/search/doodles%20muslim
- https://weheartit.com/entry/247020962
- https://i.pinimg.com/564x/c5/20/01/c5200163704784a1237a9a034030d27c--hijab-tumblr-white-flower-crown.jpg

Read more

Thursday, January 11, 2018

Ways to Make You Famous on Your Social Media
11:44 PM0 Comments


Well, actually, there are too many people in my instagram feed that was so annoying. They posted everything, I MEAN EVERYTHING. Like, you would go to a bathroom and you (almost) showed off your private area, you've french kissed your partner but I know you didn't actually married yet (Yeah, u can called me classy), or you were back from your daily work then you just almost naked in your bed but at the same time you already have a kid that might be someday would see that feed literally.

Its always up to you when you were a teenager. But you have to think twice to posted it when you were already a worker of a some company or might be you were already have a kid at your home with full internet access.

Oh, yeah, may be, just may be, you want to get an attention from somebody. Then you were already on the next step! 😉

So, here I would share my opinion ways to make you famous instantly on your social media.

1) POST NEGATIVITY
Negativity more faster to get attention than positivism. Its real. For some people positive vibes are so boring. Everybody can do it. But negativity, we need more guts to make it happens. We have to ready and surrender people would judge us extremely bad.

2)BUYING FOLLOWERS, LIKER, AND COMMENTATORS
Everyone can buy anything now as far as they have money in their buckets. When you have a lot of followers, likes and comments, people would suddenly notice you. Even there no good goals from your feed. Just a bad influence for everybody but attracted a lot of people to come.

3) FOLLOW TRENDS
Trends not always fit with your body. But if you want to be famous, you have to follow the trends. Even it have to get credit someday, you have not really care about it. Trends make you famous even it was bad for your body.

Nah, that was my opinions for make you a hits maker on social media instantly. Do you wanna try?


SARCASM IS LYFE, YO!


source pict:
https://cdn.stackward.com/wp-content/uploads/2016/09/sarcastic-meme-4.jpg
Read more

Tuesday, January 9, 2018

Seorang Ambivert
11:10 PM0 Comments


Ada beberapa tipe kepbribadian orang di seluruh dunia. Yang umumnya dikenal adalah introvert dan extrovert. Gue ngga bakalan bahas dua-duanya, karena pasti udah banyak yang tahu masing-masing tipe itu kaya gimana. Tapi apa jadinya kalau lu ngerasa ngga terlalu introvert tapi juga ngga terlalu extrovert kaya gue?

You just can called yourself an ambivert.

Tipe orang yang berada di antara keduanya. Dan seperti yang sebelumnya, hidup selama hampir 30 tahun ini, gue semakin meyakini diri sendiri bahwa gue adalah seorang ambivert, yang menurut penelitian jumlahnya ada sekitar 38 % dari total populasi dunia. Dan sisanya yang sekitar 62 % dimiliki oleh orang extrovert dan introvert dengan presentase hampir sama. Jadi lebih banyak dong ya orang yang berkepribadian ambivert? Yes, it is.


Lu bisa googling sendiri gimana sih tipikal orang ambivert itu menurut penelitian si A, si B atau si C? Di sini, gw akan bahas Tipe Ambivert menurut diri gue sekarang ini. Here we go...


  • Suka diperhatikan tapi jangan keseringan dan terlalu lebay.
  • Terbuka tentang beberapa hal, yang umum saja. Tapi untuk hal pribadi lebih nyaman terbuka pada orang yang benar-benar dipercaya.
  • Suka di tengah keramaian, tapi jangan terlalu berdesak-desakan.
  • Suka nonton konser/film, tapi konser dan film yang ramainya cukup2 aja, aman dan nyaman.
  • Butuh banget hang out sekali-kali sama sahabat, tapi ada waktunya pengen me time sendirian, even cuma di dapur atau depan mesin cuci sambil mainin handphone.
  • Mudah membaca emosi orang lain, kalo timingnya pas baru komentar, beda sama introvert yang tetep diem aja atau extrovert yang langsung nyablak.
  • Bicara basa-basi seperlunya, kalau udah dalam satu percakapan di sebuah komunitas isinya basa-basi semua, biasanya lebih memilih out of topic bahkan bisa sampe walkout.
  • Aktivitas seperlunya di luar, di dalam terus juga bosan, tapi kalo di dalam rumah pun masih bisa ngobrol sama oranglain lewat online.
  • Bisa individualis tapi berkelompok juga bisa.
  • Bisa membaur di antara introvert dan extrovert.
  • Senang menjadi pusat perhatian, tapi jangan kelamaan. Sesekali aja.
  • Kalau ketemu pertama kali akan mengira orang yang tertutup, padahal kalau udah kenal bisa beda 180 derajat.

Itu sih ciri-ciri ambivert dalam diri gue yang sudah dikonfirmasi oleh salah seorang teman gue yang kebetulan juga seorang psikolog.

So, which one are you?

Semua tipe kepribadian ada kelebihan dan kekurangannya kok. Jadi menurut gue ya ngga masalah lo mau ada di kelompok yang mana.




source pict:

  • https://thumbor.forbes.com/thumbor/1280x868/smart/https%3A%2F%2Fblogs-images.forbes.com%2Ftravisbradberry%2Ffiles%2F2016%2F04%2FAmbivert.jpg
  • http://s3.amazonaws.com/thenextfeed/wp-content/uploads/2017/10/04185748/5361922280e0959e8ce948e009634393-selfie-quotes-photo-quotes.jpg



Read more

Thursday, January 4, 2018

Not a resolution Peps, a welcome for 2018
9:31 PM0 Comments
Sadly, I’m not a kind of person who sets anything on paper, even I am a writer. Its funny but that makes me a listed person anyway. I’ve to solved one problem before solved another one.
But, the truth always revealed in the end. So, I think I don't really need any resolutions here. Just follow the way, through the faith, fight for my family as usual, its gonna be enough. Have none a huge resolution cause year would be passed as it was.

www.vecteezy.com
My mind took me back for years ago. I’ve never wrote any resolution but I wrote my dreams in my paper. Actually it just happen cause a task from my philosophy lecturer on that day. The task is simple. Our class have to write 5 dreams in our journal and then we have to open it in 5 years later. No one took it seriously. And me too.

As I remember, I wrote these dreams:
  1. Have A and C driving license
  2. Move from this small city
  3. Have a good job
  4. Graduated in perfect time
  5. Married a good man
Sound silly and naive just like me on that year (2007), a girl with 19 years old who date her senior (actually me wasn’t married him anyway LOL).

I already forgot till I fought my journal when I was back to my hometown to took some original certificate on my old house, since I have to left that city followed my parents to Jakarta. When I read that dreams, I just laugh. But 3 of them already came true. No 2, 3 and 4. Believe or not.

Days goes by, years flew away, When everything goes well, I just forgot again that journal till today. When I wrote this.

And you know, that 5 dreams of me already came true. Something that I didn’t imagine would be happened. My philosophy lecturer told us on that day:

“Dreams or resolutions or goals is never happened easily. Took our universe to help you in the perfect time. May be when you write this 5 dreams, may be one of you will got it after this class ended. But the others may be need other days though years. So, kept that dreams safety. Opened it 5 years later. And you would be smile, one of them or may be all of them already came true. I hope you would repeated every 5 years to write your dreams. Its a simple prayed, but a huge hope. Good luck!”

So, for me, resolution is not write or think easily you pass a new year. After you dream it, tried to achieved it. Conscious or not, God already hear it to give it when you READY.

Read more

Friday, July 21, 2017

New Domain, New Diary
3:10 PM0 Comments


Welcome Back!

Well, akhirnya gw punya domain! Setelah jadi blogger aktif pasif selama kurang lebih 7 tahun, akhirnya tahun ini gw memutuskan untuk punya domain. Why baru sekarang? Gw juga ga tau kenapa tiba-tiba keinginan gw untuk menulis tumbuh lagi mengingat gw skrg sudah menjadi Full Time mom buat Baby Kelana.

Yeah, tahun 2016 kemarin banyak titik balik dalam hidup gw yg mengharuskan gw untuk menjadi Full time Mom, not a Carrier Wife (karena waktu itu gw blm hamil dan yeah good bye for good untuk masa2 ditindas makhluk bernama "Boss".)

Punya domain, ga lantas gw langsung bisa makeknya, kudu setting dulu. Dan penyettingan ini lumayan mengorek sisa-sisa daya skill IT gw yang telah terkubur tanpa sengaja di dalam rongga2 otak gw, ditimbun oleh rumus akuntansi, nama2 material dan sparepart, yg jauh dari gelar sarjana gw di tahun 2010. Njiirrr... lama banget yak.

Selama berhari2 gw dibantu suami gw (yap gaes,gw finally married dengan cowok yang ada di blog gw kemarin2 dulu) tapi gagal terus karena ternyata setting blogspot pindah ke .com(domain yang gw beli) susah2 gampang meskipun tutorialnya tersebar di google.

Semoga aja dengan adanya domain baru gw, gw makin rajin menulis mengingat status baru gw selain jadi mamak buat Baby Kelana, gw gak ngapa2in di rumah tiap suami udah berangkat kerja.

Its true, meskipun gw adalah tipikal yang enjoying doing nothing tapi kadang pengen mencurahkan isi hati gw ini entah kepada siapa, karena hampir semua mamak di dunia mengalami hal yang sama kali ya ma gw.

Daripada gw curcol ga jelas sama temen2 cewe gw yang status wanita karirnya lebih banyak dibanding Full time mom kaya gw, mendingan gw nulis aja. Biar bisa jadi diary perkembangan kehidupan gw juga apalagi gw udah kena sindrom emak2 di rumah yang gampang hilang ingatan tentang sesuatu.

Si suamik sempet nyaranin kenapa gak ngevlog aja? Kan lagi rame tuh di youtube. Hahaha. Mana bisa gw. Gw bukan tipikal yang bisa ngomong cas cis cus di depan lensa kamera.  Apalagi tar muka gw bakalan diliat seluruh Indonesia dan belom tentu mereka suka.

Kalo ga suka, mereka akan jadi hatters dan komen jahat2 di vlog gw. Ga mau dan gw ga sanggup untuk menghadapinya. Salut buat vlogger2 yang bisa tahan makian orang ga dikenal di dunia maya.

Btw gaes, gw liat desain blog gw dah jadul banget yak. Ini dulu gw desain sendiri, ngutek2 cms ama htmlnya. Gw pengen ngubah desain blog gw ini lebih simpel lagi. Moga2 gw masih ingat codingannya, yaaa kalopun ga inget jg sekarang apa2 tinggal google sih.

Tunggu yaaa, suatu hari gw akan ganti desain blog gw lebih simpel.

Last but not least. Enjoy every single word I said...

source pict:http://images5.fanpop.com/image/photos/30300000/Quotes-dream-diary-30315505-447-364.png
Read more