LIFE AT TOMATO FAMILY: family
Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Wednesday, May 2, 2018

When I decided to start a new work (again)
10:50 PM 2 Comments


Honestly, I never thought that I would started this early. For sure, I realized that we need getting fat on financial issues in a couple next year. Yeah you know, the school fee of a preschool is a expensive ones and I don’t want make my husband take that responsibility alone. And of course for the next school levels which is have more expensive price. -,-

Yeah, I was grew up on a working mom family. My mum was a banker, my biologic mum was a seller door to door. Then my aunt, a second parents of mine, was a teacher since I don’t remember anymore LOL.

That culture always pushed me harder everyday since knew that our daily groceries was not in hundred thousand rupiahs anymore for a month but more than 1 million. And this girl, yeah, my girl already need new stuff like new diapers size, new shoes with new size, new dress for party and so on. And fyi, now she was already knew about snacking time. Sighs.

As for long time, I opened an online shop, that still didn’t covered all our needs. I need a permanent financial every month.

So here I am, every night, beside upload new product, I was hunted some new job. My husband was not refused my proposal. With any conditions of course such as the standard working hours, not shifting, not in the weekend, not too far away from our home, covered our preschool and daycare fee, my private needs and still have more to saving in our girl bank account.

And yeah, lucky me, one of the company that I applied for was called me for interview. The range location is about 12 kms or 20-30 minutes drive from our home. Yeah not too far but not so close, and yeah that the good reasons to didn’t ignore it. As fyi, my husband office just about 5 minutes to go. I didn’t expected too much for accepted as an employee in the first impressions. But yeah, I can learned new experience at least. I’m already didn’t work for almost 2 years. And for the last company that I worked for, I already joined for 3 years. Almost forgot how to introduce myself in an official way LOL. And yeah, I’m not young anymore, I really understand that company out there search for fresh talent not an middle experience like me.

Okay, so, wish me luck. I wish you were luck on your life too. xoxo

Read more

Wednesday, January 24, 2018

Oh Ibu
9:24 PM1 Comments
Image result for crying mother tumblr

Sebuah narasi percakapan Iblis kepada anak buahnya :

"Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, rusaklah dulu ibunya!!"

Beri ia perasaan akan rasa lelah bertubi yang membuatnya merasa
lemah dan habis energi.
Jika ia sudah merasa lelah, ambil rasa syukurnya.
Biarkan ia merasa bahwa hidupnya habis untuk mengurus keluarga
dan buatlah ia tidak memiliki apapun, selain lelah yang didapatnya.
Image result for crying mother tumblr
Setelah kau ambil rasa syukurnya, buatlah ia menjadi orang yang
tidak percaya diri.
Sibukkan pandangan matanya untuk melihat kebahagiaan orang lain
dan buatlah ia lupa akan kebaikan yang ia miliki.
Buatlah ia merasa minder dan merasa tidak berharga.
Jika itu sudah terjadi, ambilah juga sabarnya.
        Image result for crying mother tumblr
Gaduhkan hatinya agar ia merasa ada banyak hal yang
berantakan dalam rumahnya.
Buatlah ia merasa betapa banyak masalah yang ditimbulkan dari anaknya,
dari suaminya.
Goda lisannya untuk berkata kasar, hingga nanti anak-anak
mencontohnya dan tak menghargainya lagi.
Lalu bertambahlah kemarahan demi kemarahan,
hilanglah aura surga dalam rumah.
       Image result for crying mom sketch
Dan kau akan menemukan perlahan, rumah itu rusak…
dari pintu seorang IBU.
Sekali lagi, makhluk penting itu bernama Ibu.
Lelah yang tidak selesai menjadi tempat masuknya setan.
Ia mengambil bahagiamu, mengambil sabar dan
syukurmu wahai ibu.

Jangan biarkan setan mengambil itu.
Jika kau lelah, rehatlah.
Jika kau lelah, berbagilah.

Sungguh tak ada satupun yang akan membiarkanmu
merasa sakit sendiri, jika kau pandai menghargai dirimu.
Ringankan tugasmu bu, jangan menekan dirimu terlalu keras.
Sesekali tak masalah rumahmu kotor.
Tak masalah betapa banyaknya pekerjaan
yang belum kau tuntaskan.

Jangan terjebak dalam waktumu bu, sungguh tugas
muliamu jauh lebih penting dari sekedar rutinitas
yang kau lakukan setiap harinya.
       Image result for crying mom pinterest
Rehatlah...

Jika pun tak mungkin kau tempuh jarak puluhan kilo untuk segarkan diri.
Sekedar menepi, menepilah...
Beri waktu untuk dirimu sendiri.

Sekedar melihat betapa banyak kebaikan yang kau punya, betapa manisnya keceriaan anak-anakmu, betapa bertanggungjawabnya suamimu.
Rasakan pelukannya, ada cinta dan ketulusanmu dalam tegap badannya.


Kau berharga ibu, jangan pernah lupakan itu.
Saat mendengar masalah orang lain, kita semakin sadar bahwa perspektif kita menentukan cara pandang kita terhadap masalah.
Jika kita melihat peran ini sebagai beban, maka kita hanya akan sampai pada titik lelah.
Jika kita memandang diri hanya sebatas pelaku rutinitas, kita tidak akan menemukan intinya.
      Image result for mother pinterest
Reward yourself mom,
sungguh peranmu jauh lebih besar dari semua keluhanmu.
Jangan biarkan setan merusak bahagia dengan mengambil rasa SABAR dan SYUKURMU.

Karena dari bahagiamu, tercipta ketahanan sebuah keluarga.
Selamat beraktivitas sebagai Ibu dan Istri yang HEBAT.
Selalu ada BAHAGIA di segala cuaca....




Dicopy dan dibagikan kembali dari group PEJUANG ASI INDONESIA
Read more

Tuesday, January 16, 2018

Tips Menyetir Sendiri sambil Membawa Batita
10:56 PM 2 Comments
Related image
Buat gue, menyetir itu kaya refreshing my mind. Fokus ke jalan, lihat pemandangan sekitar, apalagi ditambah syahdunya hujan dan gorengan, itu bener-bener bikin gue ngerasa punya dunia sendiri.

Selama hamil pun, gue sering nyetir ke mana-mana sendiri, ke rumah sakit buat senam hamil, ke rumah yogini gue buat prenatal yoga, ke supermarket belanja bulanan bahkan ke mall sekedar nonton atau hang out sama temen-temen gue. Ngga tau kenapa nyetir buat gue itu bener-bener bikin hati gue seneng. Sampe suami gue kadang ngebolehin istrinya nyetir kalo kita pergi bertiga, karena dia tahu, itu salah satu hal yang bikin gue nyaman dan senang.

Waktu awal-awal baby Lana lahir, gue jarang banget nyetir. Karena gue fokus urus dia di rumah. Kalopun gue nyetir, itu harus ada suami gue, seperti yang udah gue bilang sebelumnya. Jadi kalo mau ke mana-mana gue harus makek taksi online atau nunggu suami gue pulang.

Semenjak anak gue bisa duduk tegak, gue makin merasa gatel untuk mengajak anak gue nyetir berdua sama gue. Selain refreshing my mind, gue juga reopen online shop gue yang vakum selama gue baru aja lahiran. Which is gue kadang harus pergi ke jasa kirim macem JNE untuk ngedrop kiriman barang customer, yang ngga mungkin harus nunggu suami gue pulang dulu buat kirim orderan. Dan suami gue itu random banget jam pulangnya. Apalagi sekarang, semenjak dia pindah divisi. Kadang bisa pulang pagi-pagi buta. Sok kaya artis stripping sinetron dese.

Nah, setelah beberapa kali trial dan error, berikut tips menurut gue gimana caranya nyetir berdua dengan batita. Sekali lagi ini MENURUT GUE, bisa diterapin di anak gue, belum tentu bisa diterapin ke anak lain.

Here we go....
  • SEDIAKAN CARSEAT DAN PORTABLE CARSEAT
CARSEAT gue pasang di baris kedua tempat duduk. Jangan dipasang di belakang kursi kemudi, pasang di sisi seberangnya, jadi dia bisa lihat kita atau menyadari bahwa dia pergi bareng kita. Carseat cuma gue pakai waktu dia ngantuk dan mau bobok aja.
Gue dan si bocah dengan portable carseat. Di belakang ada carseat juga buat jaga-jaga dia tidur.
PORTABLE CARSEAT dipasang di kursi penumpang sebelah kursi pengemudi. Dipakai kalau baru awal-awal perjalanan. Gampang diinstal sih ini dan ngga makan tempat juga karena modelnya kaya belt gitu tapi ada bantalannya. Menurut gue Minusnya, portable carseat ngga bisa menyokong dengan nyaman waktu anak gue tertidur, jadi ketika dia tertidur, gue pindahin ke carseat belakang.

HINTS: JANGAN PASANG CARSEAT DI KURSI PENUMPANG SEBELAH KEMUDI JIKA AIRBAG KALIAN AKTIF. KENAPA? KALAU TERBENTUR, AIRBAG MENGEMBANG, CARSEAT AKAN TERLEMPAR DAN SI ANAK JUGA IKUT TERLEMPAR.
  • SEDIAKAN MAKANAN DAN MINUMAN
Sediain camilan yang banyak, bermacam-macam dan minuman air putih. Selain itu letakkan di tempat yang mudah terjangkau oleh kita. Jadi kalau mau restock atau ngasih minum si bocah gampang. Contohnya di dashboard mobil atau di dekat tempat rem tangan biasanya ada lekukan-lekukan kecil yang bisa dipakai.
  • SEDIAKAN VIDEO ATAU LAGU NURSERY RHYME
Ini jadi senjata wajib apalagi kalau dia mulai cranky dan bosan. Sepengalaman gue ini kepakek banget waktu di lampu merah, yang mobil cuma berhenti diem, panas terik dan dia udah rewel berat.
  • JANGAN LUPA MAINAN FAVORIT
Setiap anak pasti punya mainan favorit, kaya anak gue, mainan favoritnya itu teether bentuk pisang yang selalu jadi safety guardian nya dia kalo lagi duduk di stroller, duduk di carseat, duduk di baby chair, maupun waktu gue ketemu orang asing. Enah kenapa, teether pisang itu selalu berhasil bikin dia diem, nyantai dan tenang.
  • KALAU UDAH SIAP SEMUA, TRIAL DULU KE LOKASI YANG DEKAT
Gue trial pergi berdua sama anak gue waktu ke JNE deket rumah. Jaraknya cuma 10 menit perjalanan karena harus muter dulu (jalan searah). Setelah sukses pulang pergi, tambah waktu perjalanannya. Gue ajak dia ke Giant deket rumah yang jaraknya 15-20 menit lagi-lagi karena harus memutar (jalan searah). Padahal kalo ditarik garis lurus dia deket banget sama kompleks tempat gue tinggal.

Ke JNE dan GIANT gue sukses. Namun waktu gue tingkatin durasi waktu ke lokasi yang harusnya 30 menit perjalanan, dia mulai crangky. Perjalanan yang harusnya makan waktu 30 menit jadi 1 jam. Selain karena faktor banyaknya lampu merah, cuaca panas, sampai dia bosen banget ngga bisa main sama gue karena gue fokus nyetir.
  • KALAU MULAI NANGIS, MENEPI, TENANGIN DULU
Nah, perjalanan 30 menit yang menjadi 1 jam itu karena gue harus ke rumah sahabat gue. Jalanannya sih ngga macet, cuma gersang banget dan lampu merahnya durasinya lebih dari 1 menit semua (gue ada nemu 3 atau 4 kali lampu merah ke arah rumah dia). Di lampu merah ngga ada pohon, ngga ada apa-apa gitu yang bikin adem. Sedangkan cuaca naudzubillah panasnya bukan main.

Lana udah mulai grusak grusuk, video nursery rhyme sampe teether banananya ngga mempan. Di lampu merah, dia nangis sekenceng-kencengnya. Sampai gue diliatin sama pengendara motor sebelah, disangka gue nyulik anak kali ya HAHAHAHA. Mau ngga mau gue bertahan dengan menenangkan anak gue sebisanya. tangan dia udah meronta-ronta pengen dipeluk ama gue. Tapi itu ngga mungkin, kita lagi di lampu merah cuy.

Kalau gue turutin, pasti gue harus lepas portable carseatnya. Belom harus masang lagi. Pokoknya bisa makan waktu dah. Intinya, di lampu merah gue harus TEGA lihat dia nangis kejer. Kata temen gue yang udah expert sih, emang harus tega, jadi dia tahu ini kita lagi jalan raya bok, BAHAYA. Bukan jalane mbahmu.

Menyadari kalau jarak masih jauh, lepas dari lampu merah, gue segera cari tempat enak buat menepi. Akhirnya gue susuin dia pakai nursing cover. Pas udah tidur, gue pindahin ke carseat di jok belakang. Perjalanan pun dilanjutkan dan sampai di rumah sahabat gue dengan aman dan nyaman.
  • SIAPKAN MENTAL
Kata temen gue yang udah expert itu, mental emak nyetir bawa anak itu diujinya lebih serem dibanding diuji waktu bikin SIM. Dan itu benar. Ujian fokus sih yang menurut gue paling berat. Apalagi kalau anak lo udah mulai nangis kejer. Bisa ngga lo tetap fokus nyetir kalau memang kondisinya ngga memungkinkan untuk nepi. Contoh: di lampu merah, di jalanan macet, di tanjakan, di jalanan berkelok-kelok, di jalan tol yang ramai lancar, mau nepi aja susah.

Makanya itu yang gue bilang tadi, lo harus latihan durasi waktu dulu. Kata temen gue perjalanan bawa berdua sama batita itu durasinya maksimal 1 jam aja. Ngga apa-apa kalau lo harus dikit-dikit nepi, atau dikit-dikit nyuapin dia sambil nyetir. Pokoknya jangan kelihatan panik, karena kalo lo mudah panik, the safety journey become DANGEROUS instantly. MENTAL LO HARUS KUAT SEKUAT BAJA.
Image result for driving with baby cartoon

Itu aja sih pengalaman nyetir gue berdua sama anak gue. Sampai sekarang kalau sekiranya ngga memungkinkan gue lebih sering naik taksi online. Kaya semisal perjalanan bakalan macet, hujan deraaassss banget, tubuh kalian kurang fit, ngantuk dsb. Tapi kalau cuma yang deket-deket gue tetep pergi naik mobil. Ya kali ke JNE doang sama taksi online. Rugi di ongkos.

Oya, satu lagi, jangan lupa izin sama SUAMI LO. Alhamdulillah suami gue ngebolehin gue ngapa-ngapain. Dia tahu dia ngga selalu ada di samping gue. Jadi menyetir berdua kaya gini pun dia ngga ngelarang. Dia sih jarang larang gue ini itu. Asalkan itu masuk akal dia selalu ngebolehin aja.

Image result for driving with baby cartoon

Read more

Thursday, January 4, 2018

Not a resolution Peps, a welcome for 2018
9:31 PM0 Comments
Sadly, I’m not a kind of person who sets anything on paper, even I am a writer. Its funny but that makes me a listed person anyway. I’ve to solved one problem before solved another one.
But, the truth always revealed in the end. So, I think I don't really need any resolutions here. Just follow the way, through the faith, fight for my family as usual, its gonna be enough. Have none a huge resolution cause year would be passed as it was.

www.vecteezy.com
My mind took me back for years ago. I’ve never wrote any resolution but I wrote my dreams in my paper. Actually it just happen cause a task from my philosophy lecturer on that day. The task is simple. Our class have to write 5 dreams in our journal and then we have to open it in 5 years later. No one took it seriously. And me too.

As I remember, I wrote these dreams:
  1. Have A and C driving license
  2. Move from this small city
  3. Have a good job
  4. Graduated in perfect time
  5. Married a good man
Sound silly and naive just like me on that year (2007), a girl with 19 years old who date her senior (actually me wasn’t married him anyway LOL).

I already forgot till I fought my journal when I was back to my hometown to took some original certificate on my old house, since I have to left that city followed my parents to Jakarta. When I read that dreams, I just laugh. But 3 of them already came true. No 2, 3 and 4. Believe or not.

Days goes by, years flew away, When everything goes well, I just forgot again that journal till today. When I wrote this.

And you know, that 5 dreams of me already came true. Something that I didn’t imagine would be happened. My philosophy lecturer told us on that day:

“Dreams or resolutions or goals is never happened easily. Took our universe to help you in the perfect time. May be when you write this 5 dreams, may be one of you will got it after this class ended. But the others may be need other days though years. So, kept that dreams safety. Opened it 5 years later. And you would be smile, one of them or may be all of them already came true. I hope you would repeated every 5 years to write your dreams. Its a simple prayed, but a huge hope. Good luck!”

So, for me, resolution is not write or think easily you pass a new year. After you dream it, tried to achieved it. Conscious or not, God already hear it to give it when you READY.

Read more

Thursday, April 7, 2011

Dear Daddy....
7:50 PM0 Comments






I wait for the postman to bring me a letter.
And I wait for the good Lord to make me feel better.
And I carry the weight of the world on my shoulders.
Family in crisis that only grows older.
Why'd you have to go?
Why'd you have to go?
Why'd you have to go?

Daughter to father, daughter to father!
I am broken, but I am hoping.
Daughter to father, daughter to father!
I am crying, a part of me's dying.
And these are, these are, the
confessions of a broken heart!

And I wear all your old clothes your polo sweater.
I dream of another you, one who would never.
Never, leave me alone to pick up the pieces. Daddy to hold me, that's what I needed.

So,why'd you have to go?
Why'd you have to go?
Why'd you have to go?

Daughter to father, daughter to father!
I don't know you, but I still want to.
Daughter to father, daughter to father!
Tell me the truth, did you ever love me?
Cause these are, these are,
the confessions....!!! of a broken heart!
Of a broken heart!

I love you.
I love you.
I love you.
I ... I ... I ...
I love you!

Daughter to father, daughter to father!
I don't know you, but I still want to.
Daughter to father, daughter to father!
Tell me the truth, did you ever love me?
Did you ever love me?
These are the confessions of a broken heart! 

Ohh ... yeah

And I wait for the postman to bring me a letter. 



Read more

Wednesday, January 5, 2011

Off To Go...
7:37 PM 2 Comments
Ah! Dua minggu lagi saya bertempur sodara – sodara sebangsa setanah air! 

Rasanya? Deg – degan.

Anyway, okeyyyy… bohong.

Biasa aja sebenernya, haha.

Dan untuk sementara kayaknya ngga bakalan update blog dulu. Eits, jangan sedih. I’ll be back!!!! As soon as possible…

Kalo masih mau nemui saya, add aja di facebook atau follow tweeter saya kaya biasanya. I’ll be available on that network society everyday. Tapiiii, kalo facebook, maap – maap ya kalo ngga di approve, it’s totally a place for true friends, kecuali kalian mesej ke saya dan muji – muji blog saya bagus. *Iyeee, maksaaa… :P

Selama hari – hari sebelum sidang, saya ngga bakalan tinggal di rumah. Karena banyak banget masalah di rumah dan saya ngga bisa konsentrasi, saya mengungsi sementara di sebuah kamar kos kecil di daerah belakang kampus. Cuma sementara kok. :)

Tadinya mau pake kamar Monna, kan dia masih di Manado sampe Februari, tapi, Ibu kos dia rewel banget dan di sana berlaku jam malam *jam malam jam 9, bukan jam 10 habis gitu kelebihan semenit gerbang ditutup, nggak enak banget*. Dan isinya sebagian besar anak Manado dan meskipun saya ngerti bahasa mereka, it always feels like in Mars Planet, hehe.

Dan kos saya, sama sekali nggak ada internet yang available, tv yang seenaknya bisa diganti channelnya, kulkas berisi buah – buahan, fasilitas yang bisa saya dapet di rumah. Hehe. Tapi seenggaknya saya bisa konsen mau ujian tanpa gangguan, ehm, ntar saya cerita deh. I don’t wanna be mellow today. Capek badan. Dan capek hati.

But, guys, its truly hurts, when someone who you want to be with was ignore you. Then he came again bring the pains.

So, tolong jaga blog saya ya. Kalo kotor bantu bersih – bersihin. Have a nice day. Gonna miss you sooo much. Wish me luck, then. Xoxo.
Read more

Monday, January 3, 2011

HAPPY NU YEAR, EVERYBODY!!!!! :-*
9:07 AM0 Comments

Haha. Lucu. Menyedihkan juga. Tahun baru saya nggak begitu bagus. Pas tanggal satunya tapi, bukan malamnya. Kalo malamnya, saya ngelewatin malam menyenangkan bersama sahabat, dan pacar, meski seperti biasa, cuma lewat telepon dan sms sama dia, but that’s totally awesome to celebrate with them!!!

Meski cuma sedikit dan nggak sebanyak tahun kemaren….
Tahun Baru 2010
MENJADI...................
Tahun Baru 2011
Menyenangkan banget masih bisa tahun baruan sama mereka. Saya sama temen – temen udah ngeraguin apakah tahun baru 2012 bakalan masih sebanyak ini, mengingat kuota orang – orangnya semakin menurun aja setiap tahun. Untuk itulah kayaknya taun baruan kali ini kita total banget, bahkan udah nyiapin dari jauh – jauh hari.

Tempat masih sama. Dan kayaknya kita nggak tertarik untuk ngerayain di tempat lain. Soalnya, selaen hemat duit dan tenaga, macet itu selalu pasti terjadi. Hmmm, dan juga hujan.

Dengan menu ala Barat taun ini, berisi dengan BBQ, ayam panggang, spaghetti dan kudapan – kudapan ringan, taun baruan kali ini sukses banget menurut saya. Taun kemaren gagal karena daging kurang matang dan taun baru udah deket jadi semua orang memasaknya cepet – cepetan, jadinya makannya nggak enak, dan paginya kita semua susah boker. Sial.
Hari Makanan Berlemak Sedunia :)
Dan malam itu semua orang senang, makanan aja kesisa banyak meski pada diabisin di pagi harinya. Saya ngerasa amazing aja, taun 2010 itu taun berat dan banyak cobaan, meski keselip banyak cerita indah di antaranya, dan bikin saya nggak berharap banyak lagi di tahun 2011.

Temen – temen saya pas tahun baru, nunduk sejenak. Habis gitu setelah nundukin kepala nggak jelas itu, semuanya neriakin pengen LULUS dan KERJA. Keinginan standar yang sama buat mahasiswa tingkat akhir seperti kami. Saya diam – diam meneriakkan kata AMIN di dalam hati. 

Karena sadar nggak sadar, pas saya flashback, saya banyak kehilangan sesuatu di tahun 2010, tapi saya juga dapat ganti hal – hal lain yang lebih indah dan menurut saya terbaik yang bisa saya dapatkan sekarang. Jadi apa lagi yang saya bisa lakukan selain bersyukur? Nothing.

Sialnya, siangnya, saya sama sodara – sodara saya yang totalnya ber delapan orang pergi nonton bioskop sama – sama. Dan semuanya membawa pacar masing – masing, saya cuma bersama adik saya si gendut Otong, sama – sama cuma bisa gigit jari. Pacar saya jauh dan dia sibuk dengan urusannya sendiri. Si Otong bolak balik jatuh bangun soal cinta. Saya udah cerita kan di postingan ini.

Nggak masalah juga, saya udah biasa ke mana – mana sendiri tanpa pacar. Meski sedikit terbesit rasa iri juga. Haha. Kapan ya bisa rayain tahun baruan sama pacar? Kadang pengen juga.

Tapi, lamunan indah saya mendadak harus buyar karena seharian itu saya sama si Otong sial terus –terusan. Kita kena tilang dan begonya si Otong ngga nawar harga sama si tukang tilang dan sukses ngebuang 45ribunya secara percuma. Gila itu sih harga tilang mobil.

Habis gitu pulangnya, kami kecelakaan kecil beberapa kilo sebelum sampe rumah. Saya sukses tersungkur dari motor dan parah di bagian kanan badan saya. Dan semuanya memar – memar dan lecet – lecet. Rasanya mau nangis. Sakit banget, sumpah. Apalagi pas malamnya, bagian tubuh kanan saya berasa ditonjokin. Minta ditemenin pacar malah dia yang ketiduran, ngorok pula. Ah useless beneran deh, haha. Soalnya bagian kanan saya sakit semua dan saya sedang beradaptasi menjadi kidal sekarang. Hiks.

Anyway, saya sama si Otong sama – sama berdoa. Kesialan hari itu adalah seluruh kesialan kita yang tertunda sepanjang tahun dan besok – besok adalah hari yang penuh keberuntungan. Haha. #NGAREP

Time to go, saya mau daftar sidang. #AKHIRNYA.

Wish me luck then, xoxo.

Read more

Friday, December 31, 2010

BYE 2010... ;)
10:40 AM0 Comments
Saya adalah salah satu orang dari sekian banyak orang yang selalu memiliki harapan di awal tahun dan entah kenapa harapan itu selalu sukses saya lupakan selama sisa tahun berikutnya. Hehe.

Waktu saya remaja, sampe SMA, saya masih bikin resolusi nggak jelas khas ABG. Saya masih ingat, kalo misalnya saya lagi pacaran sama si A, resolusi saya moga – moga tahun itu si A masih pacaran sama saya. Padahal pernah juga pada tahun itu saya bahkan putus dari A dan malah ngejomblo selama sisa tahun itu tanpa siapa – siapa. Lucu. Saya begitu mudah bikin resolusi dan begitu mudah mengingkarinya.

Sekarang, di blog, saya malah jadi mikir, apalagi di twitter orang – orang lagi rame ngomongin resolusi. Hedeh… kira – kira resolusi saya apa ya? Mikir resolusi, saya malah jadi mendadak laper karena bukan resolusi yang saya ingat, tapi resoles, hehe. Makin nggak jelas.

Kayaknya enak ya kalo bikin resolusi terus kayaknya gampang gitu terwujudnya. Kaya temen saya, dia jualan pulsa yang bentuknya MLM. Dia bilang sama saya tahun depan harus bisa dapet mobil dari MLMan pulsanya itu.

Herannya, ternyata bener aja. Saya agak iri ketika dia bawa Honda Jazz masuk ke parkiran kampus. Saya nggak pernah suka MLM dan Honda Jazz, tapi saya suka sama cara dia berusaha untuk ngedapetin itu. It’s cool.

Ato temen saya yang satu lagi. Cewek. Dia bilang tahun 2010 dia harus lulus. Terus merit sama pacarnya. Saya pengen juga lulus, - tapi saya belom pengen merit. Eh beneran aja, bulan Oktober kemaren dia lulus dan jarak satu minggu dia dilamar sama cowoknya.

Gilaaa, bulan Desember kemaren dia melangsungkan pernikahannya. Hey, dia seumur saya lho. 22 tahun. Dan kayaknya apa yang dia mau lakukan bisa dia resolusikan jelas banget di tahun 2009.

Hmmm, kayaknya saya harus bisa kaya temen saya itu. No no no, not about merit. Haha. Tapi soal kelulusan saya. Hmmm. Saya udah nggak sabar pengen lulus. Dan abis gitu dapet kerja yang lumayan. Paling nggak saya bisa nggak minta duit sama Bapak saya lagi. Udah mulei males tau kalo dia ceramah soal duit.
Helow, saya juga bukan anak yang suka foya – foya. Saya cuma agak boros sedikit dan lapar mata, hehe. Tapi seenggaknya saya selalu ngumpulin uang buat kebiasaan buruk saya itu.

Jadi, whateverlah about resolusi. Saya mau fokus apa yang di depan mata dulu. Sidang, lulus, wisuda, cari kerja. Standar aja sih, khas mahasiswa fosil kaya saya, wkwk. Habis gitu baru mikir yang lain, kaya nyenengin keluarga, pacar, sahabat – sahabat dan atau orang – orang yang membutuhkan uluran tangan. Cieee, sok baik.

Nggaklah. Saya emang baik beneran. Suer. Hehe. :D

Ahhh, mesti say goodbye buat Tahun 2010. Tahun yang penuh drama queen, haha. Tapi saya bersyukur atas apa yang saya udah lewati selama setahun ini. Terimakasih Tuhan untuk segala yang telah Kau hadirkan selama setahun ini. Pernikahan kakak, putus cinta, perseteruan keluarga besar, kepergian sahabat, kematian, cinta baru, bertemu dengan orang – orang baru, dan yang paling indah adalah, selesainya skripsi saya.

“The only person who never makes mistakes is the person who never learn anything.” – THEODORE ROOSEVELT - 
Read more

Wednesday, December 29, 2010

A Mom's Letter
4:27 PM0 Comments
Pas saya lagi beres – beres rumah, seluruh rumah btw, saya nemuin sebuah surat di kamar Tante saya. Tadinya saya pikir itu bakalan jadi surat yang seru buat jadi bahan gossip para keponakan, karena saya mikirnya itu surat cinta Om saya buat si Tante. Tapi pas saya liat  belakangnya, lumayan syok. Saya nemuin nama Ibu saya di bagian tutup amplop.

Tadinya saya nggak mau baca. Tapi, saya selalu amazed apapun cerita tentang Ibu saya. Soalnya dari dulu sampe sekarang, saya bahkan nggak bisa ingat apa – apa soal dia. Menyedihkan banget tau, saya cuma bisa ingat wajah dia kalo abis liat fotonya dia yang ternyata banyak sekali. *Jangan salahkan saya kalo saya narsis, udah tau kan itu keturunan siapa.

Makanya, saya tergerak buat ngebaca surat itu. Lagian posisinya saya tinggal sendirian di rumah, nggak bakalan ada yang tau, saya akan berlagak nggak terjadi apa – apa sama si surat, tadinya saya mikir kaya gitu.


Tertanggal 21 Januari 1992, setahun sebelum kepergian Ibu, seingat saya she was gone at 1993. Anak apa saya ini, bahkan tanggal kematian Ibu saya, saya lupa – lupa ingat, hehe.

Dan Ibu mengirim surat dari Wonosobo, kota kelahiran saya, sekaligus kota tempat saya tinggal sampai umur saya tiga tahun, dan sekaligus juga, saya sama sekali nggak ingat 3 tahun itu seperti apa ketika kami masih bersama – sama.

Saya tau, kata Tante, Ibu sama dia emang deket banget. Karena mereka sama – sama menantu dengan usia yang hampir sama. Dan Ibu saya itu orangnya cepet akrab sama orang, banyak omong, dan centil banget. She was closed with everyone in her life, I think. *Jangan salahkan saya kalo saya itu nggak bisa diam (sebutan temen – temen saya itu saya radio, ngemeng terus selama 24 jam, haha. LEBAY), dan secentil ini, hehe.

Jadi enggak heran, jauh – jauhan mereka kirim – kiriman surat. Dulu kan belom jaman handphone, boro – boro buat sms ato telepon, messengeran kaya sekarang di BBM ato yahoo, wall – wallan di facebook bahkan nge – tweet itu belom ada kaya sekarang. Dulu pasti Pak Pos gajinya besar sekali.

Back to papers

Ehm, mata saya basah dan netesin sedikit nih waktu Ibu saya ternyata bukan nulis soal kisah rumah tangganya tapi ternyata rincian keadaan dia waktu dia mulai mengidap penyakit mematikan itu. Saya diam sebentar. Kenapa orang baik selalu diambil oleh Tuhan lebih awal dibanding yang lain dan menyisakan orang – orang jahat, apakah itu sebabnya makin banyak orang jahat di dunia?

Saya agak miris, waktu Ibu saya mendeskripsikan apapun yang terjadi dengan begitu jelas. Anyway, saya ngga bisa share di sini. Hehe. Saya bangga sama Ibu, dulu bisa menghadapinya dengan begitu kuat dan tegar. Sedangkan saya, sedikit – sedikit saya masih mengeluh. Kadang, saya mengumpat – umpat Tuhan seenak jidat.

Hmmm, jadi pengen ke makam Ibu. One of my favourite place in this world. Ibu saya dimakamin di tengah perkebunan teh, dan kamu bisa liat pemandangan yang indah di sana. Hehe.

Setelah baca surat ini, saya putuskan, saya mau simpan surat ini diam – diam. The one thing, one real thing, dari jejak kehidupan Ibu saya. Kalo ada pepatah ngomong, Negara yang kuat adalah Negara yang menghargai sejarah masa lampau bangsanya. Saya bakalan bikin pepatah baru, anak yang kuat adalah yang mengingat sejarah orangtuanya, especially for mother, karena dia yang ngelahirin kita susah payah, guys. Dan saya tau, Ibu saya mengalami kesusahan itu dan saya diwariskan kesusahan untuk mengingatnya. Hehe.

Read more

Friday, December 24, 2010

Christmas Eve and Home Alone
9:35 AM0 Comments
Ergh, hal paling menyedihkan dari tinggal sendirian itu adalah ketika sakit. *mengalun lagu All By My Self. *Lebay

Huaaaa, mamaaaa….

Apalagi mendekati natal, dua sahabat saya yang biasanya muncul di pintu depan, buat nemenin apalagi pas saya sakit kaya gini, secara otomatis ngga kelietan batang idungnya, dan sibuk mempersiapkan acara natal mereka. Hiks.

Kerjaan saya nggak jauh – jauh dari kemalasan. Nonton dvd sambil tiduran, nulis blog, ngenet, baca buku, sambil tiduran semua. Saya jadi mendadak ingat waktu rumah saya masih rame. Ah, rindu juga ya saat – saat itu.

Kalo pas salah satu dari kami sakit, pasti salah satu bikin bubur, salah satu menghandel tugas yang biasanya dihandel salah satu yang sakit itu, salah satu bermalas – malasan dan itu selalu saya. Lho? Haha. Nggak ding.

Waktu masih sama – sama, kami berempat selalu bagi –bagi tugas. Saya inget banget, kalo saya sakit, tugas ngepel lantai, nyapu sampe cuci piring dihandel sama adik sepupu saya. Huaaaa, miss you too much guys to stay again with me.

Sayangnya, nggak semua hal yang kita mau bisa kita dapatkan. Selalu sedih sekaligus senang, mendapati mereka dengan kehidupan mereka sendiri sekarang. Saya cuma lagi tunggu giliran aja, dan rumah ini bakalan entah dipakai siapa lagi, mungkin sodara saya berikutnya yang harus merantau studi lagi. *Sok bijak, cihuy!

Fakta para orangtua di keluarga besar saya: merantaukan anaknya sekolah jauh – jauh. Saya dulu bahkan pernah mau dikuliahin di Aussie, tapi babe sadar kalo duitnya nggak banyak, jadi yah saya kuliah di kampus saya sekarang. *Ngeles nggak keterima UMPTN

Anyway, padahal tadinya saya sejak pulang dari Jakarta rencananya mau bersih – bersih rumah. Kebiasaan saya setiap akhir tahun. Menata rumah dengan tatanan yang baru, spesial buat kamar saya juga. Soalnya saya selalu pengen hal yang fresh setiap tahun baru termasuk tatanan rumah buat setahun kedepan.

Tapi, saya baru ingat, cat dinding kamar saya udah busuk banget. Bekas tempelan notes sama poster (*poster band rock di masa muda) di sana sini. Pengen ngecat ulang. Tapi belom ada duit dan tenaga. Hehe. Dan lagi kayaknya saya butuh meja komputer di kamar sebelah pindah ke kamar saya. Rasanya meja komputer saya semakin kecil aja dan nggak sanggup lagi menampung semua ide – ide brilian saya. *kalimat yang super nggilani.

Tar deh kalo udah sembuh. Rencana hari ini: nonton seharian sampe sembuh beneran, abis gitu besok ketika semua umat kristiani merayakan natal, saya bakalan sms dua sahabat saya itu, minta dikirimin makanan, hehe.

Happy Merry Christmas everyone who celebrate it, for my few fams, wuahhh, kangen cokelat natalnya Budhe saya di Jakarta, hiks. Trus specially for my bestfriends: Monna, Putra, Alin, Pete, Bangun, Bagus, Kiko, Ridho, emmm, siapa lagi sih lupa saya, haha. Trus mantan – mantan saya, wkwkwkwk, sok lakuuuuu. Temen – temen saya. Semuanya deh. Kamu – kamu juga yang merayakannya!

Hoahmmm, have to go to Indomaret. Laper plus beli shampoo. Saya udah hampir seminggu nggak shampooan.

*BTW, Kenapa kalo natal filmnya harus Home Alone di RCTI? Saya udah putuskan, Saya tokoh utama Home Alone 7, pak sutradara, saya udah mahir soal home alone home alone nan tauuu.
Read more

Sunday, December 19, 2010

FOOD CONSUME and MY WEIGHTS
12:49 PM 2 Comments

Siap buat mendengarkan dongeng saya selama liburan singkat di Jakarta? Oke, ini baru awal cerita, hmmm, siap – siap bosan ya. Hehe…

Sebenernya badan saya agak kurang fit hari ini, demam, plus hidung mampet. Setiap kata yang keluar seakan – akan ada suara hmmphhh. Njijiki pokoknya! Dan… tempat sampah kamar saya udah penuh tissue bekas ingus. Ergh!

Dan hal itu pulalah yang membatalkan acara makan – makan ulang tahun saya sama sahabat – sahabat hari ini (*the lately birthday party). Kayaknya nggak mungkin, saya makan – makan di luar dalam keadaan kayak gini. Hidung saya meraaaahhh, kaya babi. :( Selain itu, si Ferry, that pretty boy, nggak bisa ikut. Ahhh, satu orang ngga bisa ikut bikin saya malas ngelanjutin acara makan – makan. Akhirnya BATAL!

Anyway, saya punya kebiasaan nyebelin, pulang dari Jakarta. Seperti ketika saya travelling ke tempat lain, saya selalu bengek. Kecapekan. Aslinya badan saya itu gampang drop. Cuma, kadang saya suka cuekin gitu aja. Kalo sampe bikin saya nggak bisa bangun dari tempat tidur, saya bakalan panggil sodara saya atau temen – temen saya buat nemenin saya ke dokter.

Kalo masih bisa bangun, saya bakalan tiduuuurrr terus. Sampe ngerasa enakan. Dan dari pola makan yang ngga teratur, saya mulai teraturin lagi. Walo kalo udah sembuh bakalan balik ngga teratur lagi, hehe.

Pagi – pagi tadi, saya bangun dengan tenggorokan gatel terus rasanya mati rasa di bagian punggung. 

Beberapa hari sebelumnya, di bandara, saya dan si pacar dengan kalap ngabisin duit di J.CO dan Bakmi GM.
Gilanya, pas naek ke lante 2 buat boarding, saya dan si pacar masih sempet tergoda sama Starbucks. Bener – bener manusia – manusia konsumtif dan doyan makan! Dan hasilnya, akumulasi makanan manis + minuman manis dan dingin + makanan pedas dan panas + penyedap rasa membuat saya sukses terkapar kemudian dan klimaksnya jatuh hari ini.

Mungkin, itu yang bikin tenggorokan saya sakit. Hahaha, tapi herannya berat badan saya naek 3 kilo di Jakarta. Iyalah, seminggu tinggal di rumah orangtua saya yang tipikalnya selalu-saja-makan-teratur-apapun-resikonya.

Pola makan mereka kaya gini: Jam 6 roti bakar jarak sejam kemudian makan pagi, siang jam dua belas makan siang dan sore jam 6 makan malam. Dan di antara itu semua selalu aja ada kudapan enak – enak. Maklum Ibu saya kerja di daerah Thamrin, hampir tiap hari dia ngelewatin tempat jajan yang enak – enak, hehe.

Dengan pola makan teratur kaya gitu, perut saya selalu kenyang dan nggak kelaparan ato bahkan lupa makan kayak kalo di rumah sendiri. Apalagi adik saya doyan banget mampir 7 Eleven buat beli Slurpy ato Kopi ato makanan ringan di situ dan nenteng – nenteng kresek berisi penuh makanan sambil nawarin ke kamar saya. Loves Slurpy so much! (*apalagi jaraknya cuma stengah kilo dari rumah, haha, feels like Heaven, dude!)


Oh ya, kamar saya di sana enak banget. Terpisah dari rumah utama. Ber- AC (AC nya masih baru, hahaha). Dan sekaligus merangkap perpustakaan keluarga. Jadi, saya selalu betah di dalem kamar kalo pas nggak ngapa – ngapain. Depan gang rumah kami itu Gramedia store, dan hampir seminggu paling enggak sekali, mereka selalu beli buku apa saja. Jadi, saya bisa nemuin macem – macem buku yang selalu aja nggak mampu saya beli karena mahal banget di situ.

Seru deh pokoknya. Saya akan update cerita – cerita seru selama di sana sesuai apa yang saya ingat duluan. Sorry – sorry juga kalo nanti kalo ada keselip cerita romannya hahahahaha.

Read more

Friday, December 10, 2010

The Trip, The Parents, The New Fams and Him
11:39 AM0 Comments

Good morning, fellas! Errr susah banget pakek netbook, kecil banget. Btw ni netbook pinjem punya my step sista yang berbaik hati banget ngasih netbooknya selama dia pergi ke kampus. Cuma saya ngga biasa aja makeknya. Jarak antara satu huruf ke huruf laen deketan, dan jari tangan saya gede – gede kaya gini hahahaha.

Anyway, tadi malam adalah wonderfull nite, buat saya. Perasaaan diaduk – aduk sama keadaan nggak karuan. Dari siang, hujan ngga berenti berenti. Trus si Babe bukannya sms saya nanya gimana2nya, malah smsnya sama si kakak. Yang mau pergi anak lo yang ini woi bukan yang itu! Damn.

Trus kata si kakak, yang bikin tambah bête, babe ngeributin banyak hal, mulai dari siapa yang antar saya, pesawatnya jam berapa, gimana kalo nggak jadi dijemput bla bla bla. Hal – hal yang harusnya ditanyain sama saya dari kemaren ato langsung dikonfirm ke saya saat itu juga.

Yeah, that’s the other fact of mah weird father.

Sorenya pas mau berangkat, saya ngga dijemput – jemput sama si kakak. Gila, ujung2nya malah saya suruh mampir dulu ke rumah dia naek taksi baru diantar ke bandara. Dan keputusan itu datang dua jam sebelum berangkat.

Tapi agak tenangnya pas di bandara, ketemu sama sodaranya si kakak ipar yang udah sering terbang sana terbang sini, dia itu bilang kalo santé aja tungguin pesawat kalo dah check in mah bakalan dipanggil entar. Tapi, saya bukan tipe orang yang suka ngaret hehehe, jadi agak bête juga sih.

Di pesawat, saya sebelahan sama anak kecil gendut yang kayaknya bakalan jadi nomor kesekian fans berat saya, hehehe. Dia kayaknya excited sama apa yang ada dalam diri saya mulai dari ujung kepala sampe rambut. Dia maenin rambut panjang saya, ditarik – tarik, maenin headset mp3 saya, nyentuh – nyentuh sepatu saya, liat – liat isi tas saya, pokoknya semuanya disentuh sama dia. Dan itu berlangsung selama 45 menit dan berhenti waktu pesawat goncang goncang nggak jelas.

Yeah, goncang – goncang ngga jelasnya itu berkali – kali, saya sampe berdoa terus. Dan kayaknya yang panic ngga saya doang tapi seisi pesawat.

Sampe di bandara, ternyata saya dimasukkin ke terminal yang baru, tempat yang pertama kali buat saya. Biasanya saya di terminal lama. Dan terminal baru itu sepi banget. Saya cengok kek orang bego cari jalan keluar. Tapi tampang saya sih sok pede, walo sebenernya takut kalo si pacar nggak jadi jemput juga.
Nah, dari semua hal itu ternyata ada sisi indahnya juga hehehe. Yup akhirnya setelah sekian lama, I saw him, right there, in front of the door.

Ahhhh, saya ngga bisa ngomong apa – apa. Hahahaha, boong ding. Karena dasarnya kita berdua cerewet ya langsung nerocos aja. Cuma masih kagok mau panggil “yank” secara langsung kaya di telp, sms ato messenger. Jadi ya ujung ujungnya heh heh heh wkwkwkwkwkwk.

Karena sampe rumah udah malem banget, si pacar juga ngga bisa basa basi banyak sama Ibu saya yang ngebukain pintu. Si babe udah tidur katanya. Kita berdua sempet nyasar sampe Jatinegara, gara – gara salah keblablasan dan harus putar balik.

Pas pacar udah pulang dan saya lagi ngobrol sama Ibu dan kena sedikit interogasi itu siapa dan orang mana. Bla bla bla lah. Wajar sih, soalnya cowok saya kan keturunan Chinnesse, dan bagi semua keluarga pribumi, walopun nggak punya maksud rasis, bawa pulang cowo Chinnesse itu selalu jadi tanda tanya besar. Dan saya selalu agak sebel dengan kebiasaan itu.

Pas itu juga si babe keluar, dan rada ngelindur nanya. “ Mana temannya?”

Makin aneh aja ni orang. Udah jam segini ya udah pulanglah. Palagi di rumah cewek.

Begitulah kita bertiga ngobrol ngalur ngidul nggak jelas, nanya skripsi saya. Dan pertanyaan nggak penting lain dari babe, “bukannya gimana skripsi saya” tapi “Berapa IP saya?”

Helooo, anak lo udah mau lulus masih nanyain IP. Berdoa aja nih buat anak lo biar ngga kena bantei abis – abisan waktu sidang. Damn.

Setelah 2 jam ngobrol, saya ke kamar. Dan pacar sms kalo dia udah nyampe dan seneng banget sama oleh – oleh saya buat dia. Hehehe. Saya aja deg deg an takut dia nggak suka. Soalnya itu kaos garis – garis, dan nggak semua orang suka garis –garis. Tapi ngga tau kenapa, saya selalu suka cowok pakek baju garis – garis. Kesannya gimanaaa gitu hehehe.

Habis itu dia nelepon kaya biasanya sampe kita jatuh tertidur sama – sama. Saya agak tenang, setelah pertemuan pertama kami, dia ngga berubah. Tapi enggak tau kedepannya. Saya cuma bisa berdoa yang terbaik. If it’s not worked, I will give up. I don’t have great reasons to angry with God if it’s not worked.
Read more

Saturday, November 13, 2010

Fams, The Important things of Life
3:15 PM0 Comments
Saya itu lebih dekat sama sodara-sodara sepupu, dibanding keluarga inti saya sendiri. Aneh ya? Yup. Soalnya dari kecil saya jarang banget ngabisin waktu sama keluarga inti saya. Mentok-mentok sama kakak perempuan saya, tapi itu pun udah jarang banget sekarang, becaused she was getting married and build her own small family with her husband.

Dari kecil, saya udah nggak tinggal sama si Bapak, sejak Ibu saya pergi dipanggil sama Dia, our Owner of Life. Kakek nenek saya penganut Kejawen yang taat, dan baru mengenal agama Muslim di masa-masa akhir usia mereka. Tapi, meskipun begitu, mereka masih aja menjalani dan mempercayai hal-hal berbau Kejawen macam keris, perhitungan hari berdasarkan weton, tanggal lahir dan bla bla bla lainnya yang nggak make sense buat saya sekarang.

Anyway, itulah yang membuat saya tinggal sama si Eyang Putri dan Eyang Kakung sejak saat itu, -begitulah cara saya panggil Kakek dan Nenek saya, like the other Javanesse peoples called their Grandpa and Grandma.

Yeah, I’m a trully javanesse people, btw. And you can see it on how I spoke, I told to anybody, and my face, fisically. Eyang, percaya bahwa hari weton saya dan si Bapak yang kebetulan sama itu nggak bisa digabungin dalam satu rumah, karena kita bakalan sering berantem dan beda pendapat. Saya nggak percaya sih, tapi kenyataannya, emang saya sama si Bapak nggak pernah nyambung kalo ngomong bareng.

That’s why, saya lebih deket sama sodara sepupu-sepupu saya. Biasa, rumah Eyang adalah rumah berkumpul semua anak, menantu dan cucu-cucunya. Kakak saya pendiam dan saya hyperaktif. Selain itu, jarak usia kita berdua lima tahun, cukup jauh buat kita berdua untuk hidup di jaman yang berbeda. Ibaratnya, waktu saya SMP saya udah kenal Handphone butut Nokia 3210, yang motonya begitu kecil begitu cerdas itu, sedangkan waktu kakak saya SMP, dia masih sibuk ikut korespondensi, surat menyurat sama apa yang disebutnya sebagai sahabat pena, orang yang dikenalnya lewat majalah, or whatever.

Tapi, walo saya tinggal sendiri di rumah terpisah, sepupu-sepupu saya masih suka datang, apalagi mereka yang harus kuliah di kota-kota terdekat. Kita ngobrol nggak jelas sampai malam, karokean, curhat-curhatan sampe jadi bahan ledekan, jalan-jalan keliling-keliling sambil cari makanan di emperan, kegiatan favorit saya dan sepupu-sepupu kalo sepanjang hari itu nggak ada kerjaan. Dan hari saya kembali bakalan sepi ketika mereka pulang.

Bencana Merapi membuat salah satu sepupu saya yang kuliah di Jogja ngungsi ke rumah. Udah beberapa hari dia menemani saya. Kita makan bareng, internetan, ngegosip, jalan ke mall, apapun yang dilakuin orang kurang kerjaan seperti kami. Dan rumah saya mendadak rame ketika akhirnya sepupu saya yang kuliah di Undip datang dan ikut-ikutan gabung bareng kami. Semalaman kami ngobrol bareng, paginya, sepedaan keliling kota dan berakhir makan di emperan alun-alun kota menikmati es buah dan jajanan pasar.

Saya masih bersyukur banget, walopun si Bapak cuek dan selalu aja nggak pernah punya kesan peduli sama saya, saya masih punya mereka. The cousins. Enggak tau kenapa, tapi nyenengin aja ngabisin waktu sama mereka. Mereka adalah bagian dari hidup saya, kenakalan-kenakalan remaja kami yang hampir sama, memiliki darah keluarga yang sama, sama-sama hidup di perantauan dan rumah ini selalu jadi tujuan mereka untuk pulang.

How old are you may be, fams is the most important things of life. I know, maybe I’m not having a perfect family, like yours, a perfect Dad that always be there read his newspaper and drink the beer and also pick up you from your school, a beautiful Mom with her amazing food for dinner and always be there when you told how you broke your day, boyfriend, bestfriend or whatever, anything about your drama of life. Or may be a sister that shared with you her clothes, her first kiss, her experienced of make up, fashion or everything about the girls things. Or a brother, that help you learn how drive a car or cycle, fight for you when someone else makes you cry, pick you up from your dates with a boyfriend, something like that. Yeah, I don’t have it.



Tapi, saya tahu, Dia itu selalu adil. Hanya mungkin Dia mengatakannya pada satu orang dengan orang lainnya dengan berbeda cara. Dia mengganti semua itu dengan kehadiran orang-orang lain yang selalu ada di samping saya. The cousins, the other parents that I called Mom and Dad, bestfriends, boyfriend that one come and one go, pets, everyone in my life. Yang datang dan pergi dengan tujuan mereka masing-masing. Saya selalu percaya orang dipertemuin dengan orang yang satu, pasti ada tujuannya. Mereka membuat hidup kita berwarna. Sometimes, dari mereka kita belajar hal-hal yang membuat kita bisa tetap menjalani hidup.

So, whoever you are, dear. Bersyukurlah jika kamu masih punya keluarga yang lengkap. Manfaatkan waktumu sebaik-baiknya saat kamu masih punya kesempatan itu. Kalopun enggak, saya yakin ada harta-harta lain dalam kehidupan ini yang belum kamu sadari adalah sesuatu yang berharga sekali.

Oke times up, saya harus lanjut ngerevisi skripsi. Thanks for the days, cousins. :)


And, oh yeah, congratulations for your big day, honey. Sometimes, I wish I could be there, watch you with your best clothes, giving you the congratulations speech :D, but you know I can’t do that for some reasons. And you know I love you too much. :)  
Read more