LIFE AT TOMATO FAMILY: review
Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Friday, January 12, 2018

Review Belanja di Orami.id by Bilna
10:45 PM 2 Comments

Sebagai Online Shoppers sejati, gue selalu membandingkan satu portal OS (online Shop) satu dengan yang lainnya sebelum membeli barang. Maklum yaaah, beda 20rb aja tetep berasa buat gue. DASAR EMAK-EMAK!😁

Beberapa faktor yang selalu jadi pembanding gue adalah lokasi OS, harga barang + total biaya antar, dan diskon.

Berhubung gue dapet voucher 50K dari Orami.id, dan menyadari diapers anak gue sudah mulai mendekati masa krisis, gue segera browsing ke portal tersebut buat ngecek dua harga merk diapers yang biasa anak gue pakai.

FYI, gue pakai dua merk diapers tipe premium buat kesehariannya. Bukan sok high class, tapi menurut gue dibanding gue harus sering-sering ganti diapers standar (pemakaian diapers standar 3 jam maksimum menghindari ruam) sedangkan anak gue ini doyan banget minum. Jadilah gue prefer pakai diapers premium, yang ketahanannya bisa sampai 5 jam di anak gue tanpa ruam.

2 merk diapers premium yang cocok di anak gue adalah Pampers dan Sweety Pantz Gold. Selain cocok di anak, cocok juga buat kantong emaknya. Karena meskipun premium, dia ngga bikin kantong jebol. Masih worth it lah kalau sehari anak gue cuma ganti 4 x diapers selang seling dua merk itu. Sisanya, gue sebenarnya tetep pakai diapers tipe standard, dan gue memilih Merries Pants Good Skin (yang harganya lebih ekonomis tapi kualitasnya mirip Mamypoko Pants Extra Dry, malah lebih soft menurut gue).

Diapers standar gue pakai di jam-jam nanggung, kaya yang bentar lagi mandi, bentar lagi mau pergi, bentar lagi mau jam tidur. Intinya yang pemakaiannya ngga lebih dari 2 jam.

Jadi kalo ditotal itu anak gue pakai Diapers premium sehari maksimal 4 x selang seling antara Sweety dan Pampers tergantung kebutuhan. Kalo pas tidur sih lebih sering Pampers karena dia lebih panjang dan lebar dibanding sweety. Dan maksimal 2 x pemakaian diapers standard. Itu pun semua gue bilang maksimal ya, bisa lebih sedikit pemakaiannya, tergantung ni bocah pup berapa kali atau misalkan kita sekeluarga lagi pergi ke luar rumah.

Back to Online Shop. Orami.id ini sebenarnya sudah terkenal di kalangan ibu-ibu sebagai portal OS yang khusus nyediain maternity and baby needs. Mereka juga sering ngadain arisan, event-event per-emak-emakan bahkan Seminar.

Selain Orami.id yang pernah dan gue sering pakai adalah Tororo.com dan JD.ID untuk yang nyediain kebutuhan bayi ya.

Sebagai portal OS khusus, mereka nyetok barang di warehouse, beda macem kaya Tokped atau Shopee yang di dalamnya isinya kumpulan seller. Kalau lu mau bandingin yang umum mungkin Orami.id ini mirip sama JD.ID, Blibli.com ataupun Bhineka yang udah nyetok barang duluan dan mereka punya jasa kirim khusus ke buyernya.

Setelah browsing, sebenarnya harga di Orami.id ya cukup bersaing kalau dibanding dengan Tororo.com. Cuma karena gue punya voucher 50k, membuat total biaya yang gue harus keluarkan di Orami.id jauh lebih murah. Dan yang gue suka dari portal OS khusus macem mereka ini, ngga ada tambahan biaya kirim lagi. Mau lu beli seberapa banyak, mereka akan kenakan FREE ongkir. Ya karena yang seperti gue bilang tadi, mereka punya jasa pengiriman khusus.

Sayangnya, pas gue melakukan pembayaran, sistem Orami.id agak eror. Sehingga hanguslah voucher 50K gue itu. Kesel banget dah. Akhirnya gue komplain ke mereka. Oya, di Orami.id ini ada sistem chat langsung sama CS nya. Kayanya hampir semua portal OS khusus menyediakan fasilitas itu deh. Gue check tororo.com ada juga. Jadi lebih nyaman, kita bisa langsung protes sama CS kalaua da masalah sama pembayaran kita kaya gue ini.

CS Orami.id langsung nanggapin keluh kesah gue dengan cepat. Dalam waktu beberapa jam, gue dikirimin lagi voucher 50K ulang. Tapi dengan syarat, gue harus hati-hati dalam pemakaian, karena kalau terjadi eror lagi, gue nggak bakalan di resend voucher untuk yang ke 3 kalinya.

Tanggapan email dari CS Orami.id yang gue terima di hari yang sama

Akhirnya gue pun memilih pembayaran dengan bank transfer, bukan cc kaya sebelumnya. You knowlah ya penggunaan CC udah biasa error di dunia per-onlinenan shop Indonesia. Jadi ya sudah, setelah gue transfer pun akhirnya orderan gue berhasil.

Butuh sekitar 4 hari untuk barang orderan gue sampai ke rumah. Asumsi gue waktu itu kena Sabtu Minggu, dan barang dianter hari Selasa ke rumah gue. Gue masih aman sebenernya karena stok diapers gue belom yang habis sepenuhnya. Jadi selama 4 hari itu gue masih bisa survive dengan ritme seperti biasa.

Dengan jangka waktu seperti itu, menurut gue masih wajar kok. Orang shipping macem JNE aja bisa sampai 3 hari. Itu yan kita bayar ya. Apalagi ini gratis. Gue udah dapet barang orderan gue di hari ke 4 itu menurut gue cepet.

Tapi, memang lebih lama kalau dibandingkan dengan JD.ID yang langsung sampai besoknya, atau Tororo.com yang sampai 24 jam kemudian.

Overall, gue sih puas belanja di Orami.id by Bilna. Kalaupun misalkan di luar sana banyak komentar negative yaaaa namanya juga persaingan dunia bisnis. Sebagai seller pun gue juga ngga bisa menghindari itu. Padahal gue cuma seller kecil. Apalagi kalau seller besar dengan karyawan mungkin minimal 10-20 orang. Pastilah tetap ada kemungkinan terjadi human error.

So, yang penting setiap OS tersebut mampu melayani dengan baik hingga barang sampai atau uang direfund. CS yang langsung memberi tanggapan di hari yang sama juga bisa jadi nilai tambah.

REPURCHARGES? YES.
Read more

Wednesday, January 10, 2018

Review Beauty Barn Lotion Hair
8:17 PM0 Comments


Karena mengikuti tradisi AQIQAH, si Lana alias Pitom akhirnya resmi digundul di usianya yang 3 bulan. Padahal waktu itu rambutnya udah lebat banget, selain emang bawaan lahir. Karena di anggota keluarga gue ngga ada satu pun yang berani mangkas rambut bayi, akhirnya pergilah gue ke Kiddie Cuts Aeon Mall BSD, Tangerang. Nanti gue bakalan jelasin sama kalian review potong rambut bayi atau anak di Kiddie Cuts yang menurut gue enak dan ngga pakek antri karena emang yang datang biasanya silih berganti. Paling lama sejam itu pun dengan asumsi si anak pake rewel yah.

Di Kiddie Cuts, Lana dipangkas ngga sampai habis, nyisain 1 atau 2 mili lah kalo ngga salah. Biar dia ngga kaya alien banget gitu yang pelontos dan mengkilap.

Meskipun begitu, ketika sampai di rumah gue baru sadar, muka dia jadi makin bulet dan lebih maskulin aja. Untungnya dia udah pakai anting, jadi orang-orang masih bisa tahu kalau dia CEWE.

Pengen segera tumbuh lagi, searchinglah gue gimana cara numbuhin rambut buat bayi yang rambutnya (masih) sedikit. Kebanyakan disuruh pakai minyak kemiri, yang mana buat gue cara pakainya REMPONG banget. You knowlah ya, gue tetap setia pada sesuatu yang sederhana dan simpel, akhirnya gue BATAL untuk mengetahui pemakaian minyak kemiri secara lebih lanjut.

Beberapa Ibu di komunitas Pejuang Asi Indonesia menyarankan gue untuk coba Beauty Barn Hair Lotion. Harganya lumayan pricey sih ya (sekitar 100ribuan lebih dikit, tergantung penjual) mengingat dia cuma hair lotion yang dipakai di rambut anak dengan ukuran 120 ml saja. Beda sama merk yang sudah kita kenal sejak kecil yaitu Zwitsal, dengan harga 30ribu sekian dia udah dapet sekitar 200 ml.

Sebelumnya si Lana juga pernah pakai zwitsal yang hair lotion 100 ml, kebetulan itu kado juga sih dari entah-siapa. Tapi karena gue ngerasa ngga ada perkembangan signifikan dan malah lebih sering dipakai sama Papitom kalo kelar mandi (Suami gue emang hobi pakai produk bayi, bahkan cologne juga). Akhirnya gue putusin buat beli Beauty Barn Lotion Hair.

Sebulan pemakaian gue ngerasa rambut si Lana lebih cepat tumbuh atau emang karena dia perkembangan tumbuh rambutnya bagus, gue sendiri ngga tahu pasti. Tapi lumayanlah tumbuh beberapa mili sehingga rambut dia mulai kelihatan ada.

Selain kelebihan yang lu dapat dari penjelasan di botolnya, seperti:
  • Non toxic (kayanya bener tuh, si Pitom pernah ga sengaja nelen cairannya dan alhamdulillah perutnya ngga bermasalah).
  • No artificial fragrance (Kayanya sih emang ngga ada tambahan wangi-wangian gitu soalnya waktu si Lana pakai juga baunya lebih ke kaya bau herbal)
  • No parabens (Ini sih gue ngga tau ya kudu di test lab gitu dulu kan, cuma kayanya emang aman-aman aja sih di kulit Lana, ngga bikin alergi atau apa)
  • 100% Natural ingredients (Karena stiker kemasan di botol yang Lana punya udah raib, jadi jujur gue lupa sih apa aja, tapi untung ada mbah google, mbah semua kalangan netizen zaman sekarang, jadi ini lho bahan-bahannya:

Pink Grapefruit - an excellent hair tonic, prescribed by doctors for baldness treatment. It stimulates hair follicles and helps in hair growth. Essential to maintain thick and strong hair and for treating dandruff.
Rosemary – stimulates hair growth, maintains healthy scalp and helps to darken hair follicles. 
Kukui Nut / Candlenut - nourishes scalp and thickens hair with its nourishing oil (great for skin, too).

After all, dari semua kelebihan itu, yang bikin gue suka adalah kemasan botolnya yang bikin hemat dalam pemakaiannya. Jadi dia model spray dan ada lock on off nya jadi aman juga buat dipakai mainan sama si Lana. Kalau model spray gini jadi kan tinggal di spray aja sesuai kebutuhan.

Mengingat ketika gue pakai Zwitsal sering tumpah karena kebanyakan. Dan anyway, Lana sudah hampir 9 bulan sekarang dan Beauty Barn Hair Lotion punya dia masih ada isinya setengah. Jadi, even emang harganya pricey tapi lumayan awet dipakainya. (Tapi ini tergantung yang nyemprot juga sih, kalau gue kan paling cuma 2 x semprot udah basah aja tuh bocah rambutnya).
Transformasi Rambut Lana
Oh ya saran aja ya, kalau mau ada yang pakai, sebaiknya habis mandi dan rambut dalam keadaan sudah kering. Kalau masih basah gitu terus langsung dipakai, rambut Lana suka lepek kaya abis main layangan.

Repurcharge: YES

source pict: http://asibayi.com/wp-content/uploads/2014/02/Beauty-Barn-Hair-Lotion-120ml.jpg
Read more

Friday, July 21, 2017

Booking Toddie Baby Spa Gading Serpong
7:05 PM1 Comments


Jadi, Baby Kelana sudah memasuki usia 3 bulan dan sudah bisa angkat2 kepala juga. Secara milestone perkembangan dan pertumbuhan bayi, doi normal. Gak kecepetan dan ga kelambatan. Sesuai yang gw mau. Gw gak mau paksakan dia berkembang kecepetan meskipun gw tetep kasih doi stimulasi sesuai buku yang gw dpt dari adik gw terbitan Rumah Dandelion.

Dan karena itu, gw akhirnya mutusin doi buat baby spa. Setelah banyak pertimbangan dan browsing sana-sini. Gw akhirnya daftarin Baby Kelana ke Toddies Baby Spa Gading Serpong. Dengan pertimbangan harganya lebih murah dari Mom n Jo, branches satu lagi yang lebih terkenal.

Secara review, banyak yang rekomendasiin di Mom n Jo, apalagi adik2 gw juga pakek jasa mereka untuk baby spa. Tapi, berhubung gw harus pandai2 ngatur duit Rumah Tangga gw yang notabene sekarang cuma ngandelin satu pemasukan aja, ya udah gw coba untuk makek jasa Toddies Baby Spa dan kebetulan juga gw bisa dapet voucher diskon di aplikasi Fave.

Untuk Baby Spa (organic massage n swimming) di Toddies Baby Spa harus booking maks. 1 hari sebelumnya, karena terapisnya terbatas. Jadi karena Baby Kelana mau Baby Spa di hari Sabtu, gw booking di hari Kamis. Kalo udah Jumat, gw kebiasaan kebanyakan lupanya.

Setelah booked, gw nanya ama mbak2 Toddies Baby Spa nya kalo buat swimming, apa syarat utamanya? Ternyata selain usia minimal 3 bulan dan BB minimal 5 kg, kepala si bayik harus bisa angkat2 jika posisi tengkurap.

Gw sih pikir, amanlah si Baby Kelana udah memenuhi persyaratan itu. Akhirnya gw pun booking Baby Spa di jam 12 karena cuma jam itu yang kosong. Gw ga tau ya, kalau di Mom N Jo gimana, apakah bisa langsung datang atau booking dulu.

Jujur aja gw jg ga tau kalo Baby Spa itu harus pakek baju renang apa enggak. Kalo postingan temen2 gw sih anak2nya pada bebugilan. Kalo adik gw, anaknya dikasi baju renang bayi. Karena gw juga ga punya baju renang, ada sih sebenernya, dikasi sama salah satu Grand Ma nya si Baby Kelana, tapi masih kegedean, jadi ga mungkin dipakek juga, ya udah kayanya besok gw bugilin anak gw aja.

Untuk review di Toddies Baby Spa gimana, gw posting di next post ya....

Source pict:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfAKRN-Eq55s1UUMr07igccG7b5KZ1iMg6NeOtAgkdZUxBc5asOvybPc2J45H5fluenXTe8RaxwnabE1GzvwoXqoWXKV8hLwxj1E2AfC58yJFgxCVJSElUtt_T6kBIln3XcKU4gzqJ-U8/w1200-h630-p-k-no-nu/IMG_20141029_105931.jpg
Read more

Wednesday, June 3, 2015

My Pimples Journey part 1
9:16 AM0 Comments

Hai. Wah. Udah hampir dua tahun yah gue ga posting lagi di sini. Sebenernya ada banyak story. Tapi ya gitu. Kesimpen aja di draft gue dan ga sempet published.

Dan kenapa gue pengen banget posting lagi. Gue pengen banget ceritak.

Sebenernya alibinya ini bakalan jadi jurnal pengingat gue betapa bodohnya gue dan suatu saat kalo misal gue travelling gue gak akan seceroboh ini lagi.

Petaka jerawat gue bermula ketika gue travelling ke Malaysia sama spupuku gue Nana dan temennya (jujur gue lupa banget namanya siapa padahal udah jalan 4 hari bareng *timpukbata*). Sebut saja dia Bunga. Haha.

Tadinya gue setia banget pakek Erha. Sampe mulus semulus pantat bayi. Daaan meskipun begitu gue gak pernah minta tabir surya ke dokternya which is kata sohib gue si Ines (pemakai Erha sudah 2 tahun) itu perlu banget kalo lagi mau outdoor atau travelling-travellingan.

Sedangkan gue yang emang ga terlalu suka putih putih banget kaya porselen lebih suka gini aja. Mikir gue waktu itu gapapalah ga pake tabir surya. Toh gue gapapa kulit gue item. Justru gue seneng kulit gue item. Siapa tahu, kehitaman gue bakalan secakep Titi Rajo Bintang.

Ternyata itu salah. Secara malaysia panas banget nget nget. Ungkep. Negara setertib itu anginnya ga ada sama sekali. Serius. Apalagi KUALA LUMPUR. Gue bahkan merasa mendingan gue panas panasan di Jakarta. Meskipun polusi macet dan penuh di mana-mana. Tapi seenggaknya suka ada angin. Jadi sepoi-sepoi. Trus blakangan suka ada cowok cakep jalan. Wakakaka. *tetep*

Selama di sana gue nginep di Putri Park di jalan Raja Laot. Overall hotel nya oke dan all you can eat breakfastnya cocok ama lidah gue. Secara waktu gue backpack ke Singapore waktu itu, gue cuma tinggal di hostel. Dan hostel cuma nyediain sereal roti bakar dan susu buat free breakfastnya.

Di Putri Park, everyday all you can eat breakfastnya menunya sama. Dan disediain buat semua tamu dari jam 6 ampe jam 9. Meskipun sama, mereka selalu nyediain kuantiti yang banyak di setiap menunya.

Oke. Skip skip. Gue bakalan bahas travelling gue nanti yah. Hehe. Everyday selama di Malaysia gue makan telor. Karena gue aslinya ga suka sarapan. Ga biasa. Di kantor aja gue cuma ngganjelin pake milo sampe makan siang. Kadang gue suka colongin makanan anak2 departemen gue yang doyan banget ngemil, tapi badannya tetep segitu-segitu aja.

Berhubung telorlah yg ga terlalu berat buat gue, ya udahlah cuma sereal dan telor. Everyday.

Hari pertama cuma satu dua muncul. Gue cuekin aja. Mungkin cuma jerawat PMS. EKH taunya sampe hari keempat bruntusan semua. Sedih...

Segeralah gue nelepon Erha BSD buat janjian ama dokter kulit langganan gue, dr Shinta. Ternyata sama kaya gue, dia juga liburan ke luar negeri dan baru minggu depan balik.

Selama seminggu curhatlah gue ke Ines. Dan doi pun tertawa.

"KAN UDAH GUE BILANG... MINTA TABIR SURYA. NAPSU KE MALAYSIA AMAT SIH AMPE GA SEMPET MINTA."

Ines dengan yakin bilang kalo semua krim erha kontradiksi dengan Matahari, Walopun elo udah mulus sekalipun.

Dan jujur agak nyesel juga gue. Jadi kalo pake Erha gue ga bisa ke mana-mana buat kegiatan outdoor. Which is itu salah satu kegiatan favorite gue. Kalo mau outdoor ya minimal pake topi atau tabir surya. Dua hal yang jarang banget gue  pake kalo lagi outdoor. Males ribet yang berujung petaka.

Selama seminggu makin panen aja itu jerawat dan memenuhi muka gue. Sedih banget gue waktu itu. Ketemu pacar gue aja gue malu meskipun doi bilang gue tetep cakep walopun jerawatan. *YAIYALAH*

Agak menghibur. Meskipun pas liat kaca. Taik. Ilfil banget liat muka gue. Fixed. Ke mana mana gue pun pake masker dan ngeles ke orang-orang gue lagi kena flu akut. Padahal waktu masker di buka. BHAY!

Seminggu berlalu. Tepat tanggal 9 Mei gue segera appointment lagi sama dr Shinta yang udah balik dari liburannya. Menyadari juga bahwa seminggu lagi tanggal 16 Mei adek cowok gue lamaran dan gue diundang juga bareng ama bokap nyokap. Yakali mukanya ga oke.

Dr Shinta dengan logat lembut halus kemayu bak putri Solo menyayangkan kenapa muka gue bisa jadi kaya gitu. Dok, gimana gue yang merasakan? 

After bla bla bla bla gue dikasihlah perubahan resep. Pagi masih sama kaya biasanya AMG 2 plus ASG. Malemnya yang beda. AMG 2 , AF 1 plus AST.

Selama seminggu sampe  H-2 sebelum acara lamaran adek cowo gue, si erien, muka gue ga ada perubahan. Justru jerawat makin banyak, bruntusan bahkan jerawat batu segede jagung bertengger manis di pipi kanan kiri tepat di bawah mata. Sedih banget. Udah mau ngambek aja besok acara lamaran ga usah dateng apa ya. Bilang aja sakit.

Curhatlah gue ke Ines lagi. Mungkin dia udah bosen kali ya dengerin curhatan gue.

"Beli aja foundie ama concealer buat sementara nutupin. Masa iya elo ga dateng. Bukannya nyokap lo jadi MC?"

OH IYA. Nyonya gue jadi MC. Tuan juga harus nemenin ikut. Hufff. Ga bisa ngelak. Fine.

Pas gue pulang markir mobil di malem jumatnya, si Nyonya uda berdiri di depan pintu rumah sama adek gue (cici). Fyi gue ga tinggal serumah. Jadi kagetlah beliau melihat penampakan anaknya make masker.

Nyokap (N) : Lah sakit?
Gue (G) : Muka ku Buk... *buka masker*
Cici (C): itu kenapa merah2, digigit nyamuk? *Lah*
N: Udah ke erha? Kemaren kan bagus mukanya. Kinclong.
G: udah. Gara-gara malaysia kemarin mam...
C: perasaan waktu gue ke sono gpp deh kak. Elo jarang bersihin muka ya. Di sana itu panas banget... bla.. bla.. bla..

Terlalu terlambat menyesal sekarang gaes... batin gue.

Masuk ke dalem rumah. Bokap gue juga komen. keluarga gue emang lumayan antipati sama penyakit kulit. Secara bokap gue penderita diabetes. And his skin was not so well. So dia mewanti-wanti anak2nya untuk makan sehat rendah gula dan jaga kesehatan kulit.

Begitulah cerita awal gue kena jerawat.

Setelah ini gue akan review sebulann kedepan penyembuhannya.

Read more