Friday, February 12, 2016

Mengurus Sendiri Visa Australia part 2 (End)

Kali ini gue akan bahas syarat-syarat resmi dari kedubes yang mesti elo bawa dan syarat enggak resmi untuk dokumen pendukung selama elo mengajukan visa Australia. Even untuk syarat enggak resmi ada beberapa traveller yang nggak melampirkan dan lolos. Itu gue nggak bisa menentukan. Tapi karena Australia adalah negara yang enggak ketat banget tapi nggak gampang juga, gue sih menganjurkan elo bawa. Just in case, daripada elo harus balik lagi untuk nyusulin dokumen yang konon kata mas CS gue kena charge 130rbuan untuk sekali proses. Gila!

Berikut syarat resmi yang harus dilampirkan untuk traveller kelas biasa kaya gue, yang tujuannya cuma wisata, enggak kerja di sana dan enggak study. Jadi untuk kelas lainnya gue enggak tau yah. Lo bisa nanya ke pihak VFS langsung atau bahkan travel agent. Gue udah posting infonya di posting gue yang pertama.
Ini Linknya: Mengurus Sendiri Visa Australia part 1

Syarat resmi pengajuan visa Australia:
1.Passport Baru yang masih berlaku minimal 7 bulan terhitung sejak tanggal keberangkatan + Paspor Lama (Jika ada). Bawa aslinya untuk pengajuan dan copyannya. Copy akan dibawa pihak VFS dan inget yang dicopy semua isi pasport termasuk lembaran yang isinya kita pernah di cap di bandara luar negeri mana aja (kalau ada ya).

2.Pas Photo berwarna ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar terbaru.Aslinya dibutuhkan cuma 1 lembar doang. Gue bawa lebih (sekitar 4), mas CS VFS malah ketawain gue sambil bilang: "Mau buat apa Mbak banyak-banyak?" Tapi enggak apa-apa sih, bawa cadangan buat jaga-jaga aja. Ada yang nanyain gue bekground foto warna apa. Harus putih ya? Gue nggak tahu. Gue sih iya putih. Tapi pas di sana, loket sebelah gue pake foto bekgron warna biru dan CS nya oke aja.

3.Surat Sponsor dari perusahaan / tempat usaha lengkap dengan Kop Surat perusahaan dengan tanda tangan penjamin dan cap perusahaan. Gue sih pake Invitation Letter yang dibikin sama Om gue yang berstatus mahasiswa. Dan itu bisa. Lolos. Kalau pengen tahu kaya gimana bentuknya Invitation letter gue dari si Om, email gue langsung ya. Sponsor di sini nggak harus perusahaan kok, saudara atau teman yang ada di sana bisa membuat invitation letter. Tujuannya simpel, kalau lo ada apa-apa di sana, ada tempat yang bisa dihubungi. Gak harus Permanent residence, mahasiswa Indonesia aja bisa loh jadi sponsor.

4.Jika Perusahaan / tempat usaha milik sendiri harus melampirkan copy SIUP / Surat ijin yang lain. Gue nggak punya perusahaan sendiri, gue cuma berstatus karyawan biasa di perusahaan biasa. Akhirnya yang gue lampirkan adalah Surat Keterangan Bekerja yang gue dapet dari HRD dan di situ mencantumkan keperluan gue untuk mengajukan visa, dan gue akan kembali dari Australia tetap menjadi karyawan perusahaan tsb. In case birokrasi kantor lo ribet, mendingan elo minta kurang lebih satu bulan sebelum tanggal pengajuan visa.

5.Untuk istri yang pergi tanpa suami harus ada surat ijin dari suaminya diatas materai 6000 + Copy ktp Suami. Ini karena gue belum married, jadi gue enggak menyertakan apa-apa. Adek gue sih iya kayanya, karena doi uda married, kalo misalkan elo pengen tahu kaya gimana contohnya nanti gue tanya sama adek gue.

6.Copy Bukti Keuangan 3 bulan terakhir. Ini lo bisa minta dari bank pemilik rekening bank pribadi lo. Boleh punya orangtua, kalau misalkan elo masih ditanggung sama mereka. Gue pake CIMB NIAGA, dan untuk minta rekening korannya, kita kena charge Rp 3,500 per lembarnya. Kemarin gue ga sampe sepuluh lembar sih. Soalnya transaksi gue kan ga rame banget kaya rekening onlen shop gue dan juga payroll. Rek cimb niaga gue khusus banget buat tabungan travelling. Temen gue ada yang sampe berlembar-lembar, soalnya doi emg cuma punya satu rek pribadi buat transaksi.

Sempet ada yang nanya sama gue, berapa sih jumlah nominal rekening yang harus kita punya untuk ke Australia? Gue ngalamin sendiri yah, GA ADA KETENTUAN BERAPA JUMLAH REKENING. Gue sempet denger temen gue yang tajir, doi bawa 100 juta, dan temen gue yang biasa aja dananya di tabungan 50 juta. Mereka lolos. Yaiyalah duit segitu.Jujur gue cuma 20an sekian juta di tabungan gue. Sepupuku gue malah cuma belasan juta, dan alhamdulillahnya kami lolos. Jadi jumlah nominal rekening tabungan itu gak menentukan approval kok. Yang pasti elo ada dana untuk membiayai diri lo di sana dan tiket pulang ke Indonesia jika terjadi apa-apa. Rata-rata per hari kurang lebih biaya hidup di aussie adalah 2 juta untuk turis asing. Jadi bisa dikalikan kira-kira bawa berapa juta selama di sana.


7.Copy Kartu Keluarga , Akte nikah, Akte lahir + Ganti nama ( Jika ada ).

8.Untuk usia 75 tahun keatas, harus medical check up yang ditunjuk oleh pihak kedutaan
Australia serta Asuransi Perjalanan,dan akan dikirim HAP LETTER setelah proses kurang lebih 7-10 hari kerja. Dan penyelesaian tergantung kedutaan/hasil medical.

9.Untuk baby sitter atau pembantu wajib mengisi form declaration dan ditandatangani oleh majikan.

10. copy Kartu pelajar jika ada yang masih sekolah

11. Jika anak dibawah umur 18 tahun yang berpergian dengan salah satu orang tua ata tanpa kedua orang tua harus melampirkan formulir 1229 ( formulir dapat diambil di wholesale atau bagian document )

12.Mohon Passport yang dilampirkan untuk proses visa yang ada isinya di dalam passport harus difoto copy semuanya

13.Isi dan tanda tangan formulir 1419 ( TOURIST ) (WAJIB TANDA TANGAN DI KOLOM 51&52) + 956 A. Formulir 956 ini kata mas CS di loket VFS adalah formulir untuk orang-orang yang elo tunjuk untuk menguasakan kepengurusan visa lo.Jadi kalo elo urus sendiri ga usah pake form 956 segala.

Syarat nggak resmi yang bisa dilampirkan:

1. Data diri sponsor lo disana. KTP, Kartu mahasiswa, Kartu apa aja lah yang menandakan kerabat lo beneran di sana. Gue sih simpel. Lampirin KTP si Om, KK, Surat penugasan doi di sana, dsb.

2. Copy Tiket PP yang sudah elo beli. Berhubung gue sudah beli tiket PP duluan, jadi aman, gue lampirin buat tambahan. Supaya mereka ngerti kalo gue cuma turis biasa dan pasti akan balik ke Indo.

3. Slip Gaji. Ini bagi yang sudah bekerja ya. Paling enggak 3 bulan sebelumnya.

4. Gambar silsilah keluarga. Berhubung Om gue nggak tinggal serumah dan se KK sama gue, makanya gue nggak bisa membuktikan, siapakah status Om gue. Om beneran kah atau Om-oman ga jelas gue. Gue bikin silsilah keluarganya di sana, di depan mas CS loket VFS. Untung Om gue ini adalah adik kandung Bokap langsung, jadi silsilah nya juga enggak panjang-panjang amat.

5. Surat rekomendasi Bank. Jujur, gue enggak. Karena CIMB Niaga kebetulan enggak bisa melayani surat tsb. Tapi setahu gue, BCA bisa menerbitkan dengan harga 50rb dan prosesnya selama kurang lebih 2 hari. Dan waktu gengs gue nanya sama si mas CS perlu beneran nggak surat itu (salah satu dari kita nggak ada satupun yang bawa), kata mas CS nya bijak banget. Nanti kalau memang diperlukan akan diberitahu kok, Mbak. At least, sampai gue approved, ga ada permintaan surat tsb dari pihak VFS ke gue. Jadi aman lah ya.

Seinget gue itu dulu sih yang akhirnya bisa membuat pengajuan visa gue approved. Kalo ada tambahan bakalan gue infoin.



Setelah 5 hari kerja, gue dapat email bahwa Visa gue approved, kaya gini emailnya:


Kabar Gembira di email pagi-pagi



Untuk Visanya sendiri, ternyata di attached kan bersama dengan email dari Mba Nunuk itu. Dan pas gue buka ternyata bentuk Visa Aussie cuma selembar dalam bentuk pdf yang harus kita print dan tunjukkan nanti di Imigrasi.

Seingat gue Visa Indonesia dan Korea Selatan dalam bentuk Stiker yang bisa ditempel di Paspor kita. CMIIW. Ada juga yang berbentuk cap di paspor kita.

Btw, gue seneng banget loh kalo akhirnya visa gue bisa diapproved, which mean, dengan dana gue yang terbatas, gue bisa berhasil, dengan usaha sendiri pula. Buat elo yang mau ke Aussie, enggak usah takut, coba aja dulu, kita enggak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Malah ada wacana, visa Aussie mau digratiskan kaya Asia Tenggara. Yay or Nay?




No comments: