Tuesday, September 14, 2010

You took a chance to Loving me, but you trashed me away....*Eps.3* THE END

postingan agak panjang lagi...

"Let me go let me walk away, walk away baby
 I can't stay let me walk away, walk away baby
 I'll be fine, I will recover
 And I will learn to love another
 Sometimes goodbye is the hardest thing to say
 So I'll walk away"

Saya nemu lagu itu waktu jalan ke mall, mampir ke toko cd musik, nemu cd barunya Martina Mcbride, trus saya coba setel, saya dengar satu-satu. Pas di track ini, saya berhenti, trus saya ulang lagi. Judulnya walk away. Keknya pas banget buat posting episode ketiga dari “You took a chance to falling love with me, but you trashed it away…”. By the way, akhirnya saya nggak jadi beli cdnya. Tapi malah sepupu saya yang beli. Yo wes, saya copy paste satu album trus saya denger lagi walk away, sambil melanjutkan postingan saya yang ketiga.

By the way, agak sedih juga malam ini. Ini malam terakhir saya dengan sepupu-sepupu cewek saya, soalnya mereka besok udah mulai kembali ke habitatnya. Liburan lebaran udah selesai. Gila, cepet banget ya. Kayaknya baru kemaren saya ngucapin Minal Aidzin sama kalian.

Nggak ada malam perpisahan. Mereka semua tertidur di tempat masing-masing. Semuanya capek habis jalan-jalan sendiri-sendiri hari ini. Cuma saya doang yang masih bertahan, di tengah kantuk, rasa capek dan rasa ingin menyelesaikan postingan saya. Hari rabu saya udah mulai sibuk lagi sama skripsi. Damn, kembalikan liburanku padaku!!!!

Oke, cukup basa-basinya. Menurut saya biar kalian ngga kejebak sama hubungan kayak gini, ada sedikit saran hasil sharing, saya ngga mau bilang tips, soalnya saya ngga ahli juga dalam urusan cinta-cintaan nggak jelas. Here we go!
  1. Dari awal, bedakanlah sebuah hubungan. Hubungan pacaran sama sahabatan itu jelas beda banget. Bahkan isi sms, isi obrolan telepon, isi pembicaraan kalo lagi berduaan, itu beda banget. Hey, kalo niat dari awal sahabatan, pasti juga jadi sahabat. Salah satu atau dua-duanya harus membuat jalur, di mana ketika kalian melewati jalur itu, ngga ada yang harus merasa tersakiti satu sama lain. Kalo sahabat pasti setulus kalimat di lagu I’ll stand by you nya The Pretenders, kaya gini:
“When you’re standing at the crossroads. Don’t know which path to choose. Let me come along. ‘Cause even if you are wrong.”
Bedanya sahabat, dia ada di sana untuk selamanya. 
  1. Kalo udah terlanjur, tegaskanlah hubungan kalian, siapapun, yang udah menyadari duluan ini salah. Sindir-sindir, kasih clue, kasih argument dengan mencontohkan orang lain, dan ujung-ujungnya tanyalah pada dia: “Kalo kita berdua sebenernya ngapain?” Ada dua kemungkinan. Siapkan hati kalian lebih dulu. Siap jatuh cinta, siap kehilangan juga ‘kan? Kemungkinan pertama, dia jawab kaya gini: “ Kamu maunya kaya gimana? Kamu tau kan, selama ini ak sayang sama kamu, bla bla bla bla…” Okey, happy ending stories kalo gitu. Nyeseknya kalo dia jawab kaya gini; “Aku sukanya kaya gini aja…,” hmmm. Helloooo? Kaya gini gimana? Emang ada apa di kaya gini antara kita? Kalo gini sih, udah jelas. Dia sendiri ngga tegas. Just take it, or leave it. Masih banyak cowok/cewek, dear. Kamu berhak untuk bahagia. Dengan siapapun. Pasti ada seseorang, untukmu.
Dengar lagu Avril yang judulnya My Happy Ending deh, saya suka kata-katanya yang ini:

Kamu, berhak bahagia. Dengan siapapun itu.
“It's nice to know that you were there. Thanks for acting like you care. And making me feel like I was the only one. It's nice to know we had it all. Thanks for watching as I fall. And letting me know we were done. You were everything, everything that I wanted. We were meant to be, supposed to be, but we lost it. And all of the memories, so close to me, just fade away. All this time you were pretending. So much for my happy ending.”

  1. Kalo ternyata kamu cuma nomor sekian dari sekian cewek/cowok, jangan pergi dulu. Saya pernah dapat kata-kata bagus dari kaskus, kaya gini:
“If you play a game to me, I play a game too.”

Yup. Jelas banget. Kalo dia mempermainkan kita doang. Jangan tinggalkan dulu. Mainkan juga perasaannya. Kalo perlu sampe dia jatuh cinta beneran. Jahat memang. Tapi berilah pelajaran secukupnya sama dia. Secukupnya saja. Sampai dia mengerti. Setelah itu pergi, dan cari cinta yang lain. Kalo perlu, pamerkan di depan dia. I know, its hurt. Tapi kita manusia normal, kita harus melindungi perasaan dan hati kita yang cuma satu-satunya ini. Siapa lagi yang mau melindungi? Kalo bukan diri kita. Kaya lagu Carrie Underwood di Someday When I Stop Loving You:

“I'll move on baby just like you. When the desert floods and the grass turns blue. When a sailing ship don't need a moon. It'll break my heart but I'll get through. Someday when I stop loving you
Kamu, berhak untuk bernapas lega.

  1. Banyak beramal, berdoa dan jangan tinggalkan orang-orang yang kamu sayangi. Ini sih klise dari orangtua saya, wkwkwkwkwk. Yup, kalo saya sedih, Tante saya selalu menghibur bilang kaya gitu. Dulu saya geli, ngga jadi sedih. Tapi sekarang, saya rasa itu bener banget.
Waktu beramal, biasanya sama orang kurang mampu, kita malah jadi sadar betapa beruntungnya kita. Patah hati doang sih ngga sebanding sama penderitaan mereka. Mereka bisa survive, bisa ketawa-tawa, bisa tegar, padahal mereka serba kekurangan. Sedangkan kita? Just thinking about it, guys. You are lucky, more than that you know.
Berdoa? Well, Tuhan itu sbeenarnya adil. Cuma keadilannya itu selalu ngga diliat manusia dari berbagai sisi. Kadang itu yang bikin kita nggak percaya lagi sama Dia. Kalo kalian patah hati sekarang misalnya, mungkin saja suatu saat nanti kalian akan dapat gantinya yang lebih baik. Sedangkan orang yang udah menyakiti kalian, bisa aja malah belum nemu-nemu jodohnya. Be positive then. Saya tau, kamu bisa.
Jangan tinggalkan orang-orang yang kamu sayangi. Banyak banget itu kan. Ada keluarga, sahabat, kerabat, dan laen-laen. Mereka selalu ada buat kita kok. Hanya saja sometimes, butuh mata lain untuk melihatnya. J
Thats why I love bestfriend so much. And its hard to find them.

No comments: