Tuesday, December 27, 2011

I'll never be

I'll never be
A knight in armor
With a sword in hand,
Or a kamikaze fighter;
Dont count on me
To storm the barricades
And take a stand,
Or hold my ground;
Youll never see
Any scars or wounds -
I dont walk on coals,
I wont walk on water:
I am no prince,
I am no saint,
I am not anyones wildest dream,
But I will stand behind
And be someone to fall back on.

Someone to Fall Back On
Aly Michalka
Ketika menoleh ke belakang. Sudah banyak yang saya lewati setahun ini. A lot of dramas, dan saya enggak tahu gimana lagi tahun depan bakalan seperti apa. Ketika saya berusaha untuk tetap tegar di jalan ini, direndahkan, diremehkan, dilecehkan, saya berdoa pada Tuhan, semoga, semoga saja…. Mereka cukup baik hati suatu saat nanti untuk membiarkan saya pergi.

Saya bukan pembunuh, saya orang baik, saya tidak pernah mencelakakan orang lain, setidaknya saya pasti akan dapat sesuatu yang baik juga. Saya percaya itu. Mungkin sekarang belom saja. Mungkin Tuhan punya rencana baik. Cuma karena rencana itu terlalu baik untuk saya Dia juga ga mau saya mendapatkannya dengan mudah. Butuh pembuktian.

Jelas banget saya menghibur diri. Gimana bisa, dari perusahaan yang tadinya saya mempunyai cita – cita mulia untuk mengabdi. Jadi berharap segera pergi dari sini.

Tuhan, maafkan saya, saya Cuma bisa meminta terus. Yeah, I’m just only human….

Friday, November 11, 2011

Steps

Yeah, its small world dude. Ketika kamu berjalan dari ujung satu pastinya akan bertemu dengan ujung lainnya di belahan dunia yang lain. Dan meskipun saya itu duluuuu banget menggangap Jakarta itu kota yang besar, saya tahu, Jakarta masih terlampau kecil.

Bahkan untuk saya.

Ketika saya sadari saya saat ini sedang berada di ambang tidak jelas. Perusahaan saya makin ditinggal orang - orang kompeten dan semakin merekruit orang - orang baru yang at least justru membuat produk perusahan semakin berkurang kualitasnya.

Dan saya juga finally akhirnya ikut - ikutan buat apply - apply juga di perusahaan lain. Insya Allah kalo Tuhan menghendaki Dia akan mendukung langkah - langkah saya yang kecil - kecil.

Waktu saya ikutan panggilan interview, Jakarta membuktikan betapa kecil kotanya dengan mempertemukan saya dengan entah-siapa-pernah-berhubungan spesial dengan adik si pacar.

Hey, dari ribuan orang yang apply perusahaan itu, kenapa mempertemukan kami berdua. Dan entah kenapa dia mendekati meja tempat saya makan dengan teman perempuan saya yang baru kenal pas jam istirahat hanya untuk berkata kepada saya, " Hey, boleh kenalan ngga?"

Kami ngobrol, basa basi, nanya sekolah, asal dan lain - lain. Dia anak universitas swasta di Jakarta Barat yang sama dengan si adik dari pacar saya yang sedang bersekolah. Dan dia kenal. Dan mereka pernah dekat. Dan saya bisa melihat semburat entah apa itu di matanya. Something special.

Dan, dia berhasil mengubah cerita dan membuat cerita seolah - olah saya yang tertarik dengan dia. WTF! Anyway, jaga gengsi dong. Saya aja belum pernah ketemu adik si pacar yang ketika saya ke rumahnya dia nggak pernah ada di rumah. Entah di mana. Dan cerita yang dibuat buat itu malah sampai ke telinga si adik pacar duluan bahkan sbeelum dia ketemu saya.

Susah emang punya pacar kaya pacar saya yang pacaran baru sekali. Dengan usianya yang sekarang, harusnya dia ngga boleh main - main. Emang dia nggak main - main. Dia serius. Tapi dia sama sekali nggak tau gimana cara memperlakukan cewek itu di depan keluarganya. Jadi kami pacaran 1.5 tahun dan yes saya baru ketemu keluarganya sekali dan sisanya saya cuma dengar cerita doang. Dia ngga berusaha untuk memperkenalkan saya kalo saya enggak minta. Aneh banget emang. Tapi itulah pacar saya.

Sampai akhirnya Tuhan yang bergerak sendiri dan mempertemukan saya dengan teman si adik. Masa temennya duluan coba? #geleng - geleng kepala

Wednesday, November 2, 2011

I Learn to Life, Half Alive

Hari ini mantan saya ulang tahun. Dan sahabat saya mengingatkan, karena kita pernah sedekat itu. Kita pernah membangun sebuah hubungan selama itu. Pernah berangan - angan seakan - akan kita itu tahu masa depan seperti apa. Padahal akhirnya saya putus dengan dia. Dan sekarang juga sudah membangun hubungan dengan orang lain lagi. Dengan masalah yang lain lagi. Jadi apa salahnya sekedar memberi ucapan.

Saya ingat sekitar 5 tahun yang lalu. Ketika dua hari kemudian dia menemani saya pulang ke rumah dan mengungkapkan perasaannya pada saya. Ketika kemudian kami belajar mengenal satu sama lain begitu lama sampai akhirnya perbedaan yang memisahkan kami berdua.

Itulah kenyataannya. Berbeda. Kenapa semua orang sangat melihat orang dari perbedaannya. Kenapa bukan persamaannya? Saya melengos. Inilah Dunia tempat saya bernafas sekarang. Perbedaan ras juga yang membuat adanya perbudakan. Perbedaan Agama membuat orang saling berperang. Perbedaan pendapat di jalan membuat orang saling memukul.

Saya belajar hidup itu menyakitkan. Belajar bagaimana berharap itu sama menyakitkannya. Belajar bagaimana orang - orang yang bersikap baik itu belum tentu benar - benar baik. Padahal dulu saya mati - matian bersikeras, cuma ada dua jenis orang di dunia ini, orang baik dan orang jahat. Jadi, orang seperti itu  masuk kategori yang mana?

You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
" Christina Peri - Jar of Hearts"

Pacar saya sekarang, kebetulan kami berbeda juga. Tapi bukan agama. Saya bersyukur akhirnya saya bisa menemukan orang yang seiman dengan saya. Bukan karena saya menyulut perang pada orang - orang yang tidak seiman. Tapi betapa menyakitkan lingkungan kita saat ini. Berpendidikan atau tidak ngga jaminan. Nyatanya mereka masih saja menilai orang berdasarkan perbedaan yang mencolok dalam pola pikir mereka.

Kenapa ngga berpikir, apa yang membuat kami berdua saling mencintai? Oke, mungkin bakalan kedengarannya atas nama cinta. Tapi kenapa selalu fisik?

Sahabat saya, si Mona dan Nova, yang kebetulan dua - duanya cewek, menghibur saya. Mereka terus menguatkan saya. Kata mereka, itu adalah salah satu ujian dalam sebuah hubungan.Saya tau keduanya telah mengalami hal yang kurang lebih sama. At least, ketika kamu tingal di negara ini, fisik selalu jadi modal utama. Dan otak selalu nomor sekian. 

Kata mereka, setiap orang punya kriteria sendiri - sendiri. Kalau kamu cantik menurut A belum tentu cantik juga menurut B. Begitu juga sebaliknya. 

Padahal di Korea, fisik nomer sekian, karena kecantikan fisik bisa dibuat, skill nomor satu. Di Indonesia tidak. Contohlah artis, udah bodoh, cakep, pasti booming jadi model iklan dan main sinetron.

Buat saya, saya merasa cakep. At least, bukannya saya sombong. Tapi record saya dibilang cakep bukan satu dua orang. Bener kata dua sahabat saya itu, tipe orang dalam mengklarifikasi cantik itu berbeda - beda. Ada yang sangat berpatokan pada cewek - cewek di Fashion TV. Ada yang berpatokan dengan artis luar negeri. Ada juga yang cukup puas dengan citarasa artis lokal.

Dan tapi harusnya orang menilai seseorang berdasarkan apa yang telah diperbuatnya bukan fisiknya. Contohnya kalau saya dan si pacar, kenapa orang harus bilang: "Wah, ternyata orang Jawa," atau "Wah ternyata nggak secakep artis televisi," atau " Wah kok ga kurus yah?"

Dan semua pertanyaan yang menohok hati. Oke pada akhirnya saya bisa menerima itu semua sebagai kritik yang membangun. Tapi bagaimana dengan si pacar?

Monday, October 31, 2011

Who'd you think you are?


Kita itu kadang bodoh. Mengabaikan orang yang jelas - jelas mencintai kita. Memperhatikan orang yang tidak jelas - jelas mencintai kita. Dan ada orang lain mencintai kita, tapi kita nggak peduli padanya.

Kadang, kita membentak orang yang jelas - jelas peduli pada kita hanya karena tidak bisa menahan emosi. Emosi di kambing hitamkan.

Kadang, kita tahu itu akan menyakitkan, tapi kita melakukannya juga. Kadang kita nggak mau berhenti sampai melihat orang itu terluka. Hanya untuk mengukur seberapa kuat perasaan kita atau orang itu.

Harus bersiap mendapat caci maki. Harus memepersiapkan segala macam alibi untuk membela diri sendiri. Sampai akhirnya orang itu terluka.

Cuma bisa berharap suatu saat puas dan sejenak saja mengerti kita.

I know I can't take one more step towards you
Cause all that's waiting is regret
And don't you know I'm not your ghost anymore?
You lost the love I loved the most

I learned to live, half-alive
And now you want me one more time

And who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart

You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Who do you think you are?

I hear you're asking all around
If I am anywhere to be found
I have grown too strong
To ever fall back in your arms

I've learned to live, half-alive
Now you want me one more time

Dear, it took so long
Just to feel alright
Remember how to put back
The light in my eyes

I wish I had missed
The first time that we kissed
'Cause you broke all your promises
And now you're back you don't get to get me back

Who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart

You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Don't come back at all

And who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart

You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
Don't come back for me
Don't come back at all

Who do you think you are?
Who do you think you are?
Who do you think you are?

Monday, October 10, 2011

The Beauty Problems

Saya nggak pernah percaya kalo cowok suka ma cewe selalu dilihat hatinya duluan. Actually, pasti fisik dulu. Kenalan, kenal sifatnya, baru ngerasa cocok trus jadian. Kalo nggak cocok ya enggak jadian.

Contohnya aja jaring sosial yang mulai pudar ketenarannya, facebook. Kalo cowo-cowo ababil kurang teman pasti ngeliat friend list orang lain dicari yang (menurutnya)cakep trus di add. Thats's why kenapa ada opsi menyembunyikan friend list di facebook kita.

Padahal, photo itu bisa menipu. Saya kenal temen saya yang photo di bagian matanya minta diganti mata orang lain soalnya mata dia ngga bagus. Saya ngakak waktu liat photo itu jadi. Beda dan aneh banget.

Apa ya, orang kan udah diciptakan dengan kelebihannya sendiri - sendiri, fisically. Setelah itu kita merawatnya saja. Kalo menambah atau mengurangi absolutelly jadi aneh banget. Saya jadi ingat temen kantor saya yang bela - belain operasi menambah kelopak mata karena matanya yang sipit. No, I 'm not talking about rasiscm, tapi justru orang - orang Cina itu kan keunikannya di situ. Trus kenapa harus diubah coba.

Dan cowok, meskipun mereka itu slalu menilai secara fisik, tapi kita juga ga harus mengubah fisik kita seperti yang mereka mau.

Dan saya percaya, kita itu sebenernya udah diciptakan dalam sebuah takdir yang sudah jelas kaya gimana, tergantung kita. Kalau memang emrasa fisiknya nggak cakep percantiklah diri. Toh kosmetik udah banyak yang dijual untuk menutupi kekurangan tersebut. Dan satu lagi, jangan pernah menutup diri kita dari siapapun.

Thursday, October 6, 2011

Another Nothing Special Day

Pas saya bangun, bbm group berdering. Well, kita slalu tetap mengeceknya kan, walopun itu ga penting. Walopun itu isinya kadang "nggak banget". Atau kadang kita cuma sekedar ngilangin bintang yang berkedip-kedip hehehehe.

Pas saya baca, isinya link yang dibagi ke kami semua.... Ngomongin soal agama A dan B. Saya speechless. Maksudnya apaan. Bukannya grup itu buat mempererat tali silaturahmi antar orang yang berjauhan. Kok malah ngomongin agama sih.

Dan kaya biasanya saya sukses menyindir si pemberi link. Dan sukses juga mengalihkan pembicaraan jadi kripik pedas buatan temen saya yang harganya mahal banget. Lagi ngetrend nih kripik pedas. Macam Maicih yang udah duluan sukses.

Anyway, internet kantor saya lagi musim di blok sana sini. Betein. Image hosting pun juga, cuma gara - gara mungkin nyedot bandwidht karena image kan ukurannya gede2 banget. Untung masih ada BB. Temen - temen saya si penyedot film, tau deh film apa, lagi sebel karena kecepatannya juga berkurang banget. Gak usah image hosting, bahkan file hosting aja di blokir.

Sebenernya saya nggak ngerti maksudnya, perusahaan kami kan IT Solution gitu, kok semua web penting diblokir. Okelah untuk social network, but the others?

Untungnya kaskus saya dan blogspot saya tidak. Kaskus sempet sih, tapi untung diakalin temen saya. :D

Tuesday, October 4, 2011

Welcome you, Urban...

Waktu saya skripsi dulu. Sumpah mati pengennya segera dapet kerjaan. Apa saja. Passion menguat waktu saya lulus kuliah dan jadi sarjana. Sampe rasanya kaya drama aja kalo inget masa - masa itu. Galau abis. Interview dan psikotes di sana sini. Ketemu orang - orang baru. Merasakan apa yang namanya kalah dan gagal. And learned a lot from them.

Ketika mulai kerja, well, capek banget, itu pasti. Dan kembali saya justru pengen banget masa - masa kuliah aja. Masa - masa freedom. Sekarang tanggung jawab saya sudah beda. Saya sendiri dan gimana bisa hidup satu bulan ke depan dengan gaji saya yang alhamdulillah pas banget. :)

Hidup sendiri, bukan hal baru buat saya. Sejak kecil, saya sudah dilepas. Waktu kecil saya belajar sendiri gimana rasanya hidup. Makanya saya paling benci sama orang yang ngga menghargai apa yang mereka punya.

And guess what, temen - temen kantor saya itu aneh - aneh banget kelakuannya. Cuma sedikit yang bisa jadi bestfriend, banyak yang menusuk dari belakang. So becarefull, hahaha. Emang paling enak itu cuma temen sebelum kita kerja. Karena semua waktu itu belom kenal kata uang. Uang mengalir dari orang tua. Dan temenan murni temenan. Paling kalo nusuk2 cuma waktu nyontek wkwkwkwk.

Here we go, kayaknya saya siap menulis lagi nih. Kayaknya lho hahahahahaha.

Setelah selama hampir 2 bulan saya off totally. Sempet bikin di hapus lagi. Berasa ababil galau.

Anyway saya ucapin selamat buat pacar saya, yang akhirnya menulis The Lost Boy , yang dia kukuhkan sebagai blog pertama dia dan entah kenapa tiba - tiba dia pengen banget nulis. Saya menunggu. Menunggu dia bosan. WAKAKAKAKAK.

As we know, dia selalu ngebet kalo punya keinginan habis gitu kandas gitu aja. And that's always successfully make me freaking out wkwkwkwk. Yah gapaplah ya, mungkin suatu hari nanti dia menemukan sesuatu yang membuatnya tertarik dan diam melakukannya.

You know you love me,

xoxo.

Tuesday, August 9, 2011

Struggle of Heart

One year 2 months, its 425 days, its 61.2 million minutes. But never get enough for you to understand me, understand us, understand that this relationship being fragile days by days. And with my whole heart, my whole hands, I keep it alone. And you, because you know, you really know, I love you too much, you just want take everything so easy.

Dont you know, I always tried to understand you. You, with your perfection, your negatives mind, your abillity, your bad feelings to everything, your untrusted sense to everyone, you and yours.

Dont you know it makes me feel weak days by days too? Dont you think that someday, if i really really weak, I cant walk this relationship anymore? And then its succesfull hit this feeling, and I can't walk beside you anymore.

I can't tell anything with you till you got sleep at night. I can't being there when you need me. I can't grab your hand to make you feel stronger. I can't smile to you anymore. I can't do anything for you.

Can you imagine that? Because I imagine that everyday since that day.


Friday, July 22, 2011

Google Today

See?

Google Today is sooo awsome with fishes-look-alike, I think, wkwkwkwk.. :D
And its because Alexander Calder, whoever he was, hahaha..

Enjoy your searched with google today, man!!!

Wednesday, July 20, 2011

Google Today


Beecaused of Gregor Mendel, Google change his themes today. Hahaha, fun!

Thursday, July 14, 2011

Hold My Heart (Please...)

I never meant to be the one to let you down
If anything, I thought I saw myself going first
I didn't know how to stick around
How to see anybody but me be getting hurt

I keep remembering the summer night
And the conversation breaking up the mood
I didn't want to tell you you were right
Like the season changing, oh, I felt it too

Does anybody know how to hold my heart
How to hold my heart?
'Cause I don't want to let go, let go, let go too soon

I want to tell you so before the sun goes dark
How to hold my heart
'Cause I don't want to let go, let go, let go of you

I'm not the kind to try to tell you lies
But the truth is you've been hiding from it too
I see the end sneaking in behind your eyes
Saying everything no words could ever do

Does anybody know how to hold my heart
How to hold my heart?
'Cause I don't want to let go, let go, let go too soon

I want to tell you so before the sun goes dark
How to hold my heart
'Cause I don't want to let go, let go, let go of you

Is anybody listening?
'Cause I'm crying
Is anybody listening?

Does anybody know how to hold my heart
How to hold my heart?
'Cause I don't want to let go, let go, let go too soon

I want to tell you so before the sun goes dark
How to hold my heart
'Cause I don't want to let go, let go, let go of you 






Sara Bareilles

Wednesday, July 13, 2011

Disaster(s)

Semalam, eh ngga ding sesore kemarin, waktu saya pulang kerja, saya dikejutkan kenyataan bahwa kamar kos saya banjir (lagi) dan yang menyedihkan korban utama sampe basah kuyub itu boneka tercinta saya dari si pacar, si Kebo yang sebenernya justru adalah boneka sapi. #ceritanya panjang kenapa bisa bernama Kebo

Yang bikin saya bete adalah itu untuk kesekian kalinya kamar saya banjir, padahal udah dibenerin dua minggu yang lalu. Dan feelling saya, itu bukan masalah ditambal atau gimana, tapi emang konstruksi bangunan yang nggak bener. Padahal ini kawasan elit, kawan....

Oke. kamar banjir pun saya pel. #Mendadak inem part 1

Setelah ngepel, maksud saya itu mau mandi, ehhhh... pas masuk kamar mandi, kamar mandi sudah berubah jadi kolam lumpur. Entah dari mana lumpur itu berasal. Dan akhirnya saya pun membersihkannya sambil menggerutu. #Mendadak Inem part 2

Sedih, kesal, jengkel. Mengingat ini kos kedua saya. Sebelumnya saya engga nyaman sama yang punya kos, soalnya pelit dan tukang atur banget. Itu kenapa saya pindah. Eh, kos kedua meskipun yang punya enak banget orangnya, tempatnya yang engga banget. Padahal kawasan elit.

Anyway, ada yang punya referensi kos daerah Lippo Karawaci Utara?

Message me, please. :(

Tuesday, July 12, 2011

New Look

Hah!

Welcome to my new look blog's page...

Saya lagi boring berat dan akhirnya memutuskan untuk mengutak atik blog seperti biasa. Dan sambil nungguin software adobe photoshop saya buat desain banner saya yang baru, saya isengin ganti background dulu. Yep, susah banget cari orang yang punya software itu di sini. Akhirnya saya pesan lewat kaskus.

Bajakan? Yeah, trus kenapa?

Harga software asli terlalu mengintimidasi kreatifitas saya untuk bekerja.

So, see ya soon dengan banner saya yang baru.

*Btw kapan dateng ya itu software?

Anyway nama blog saya resmi diganti mulai hari ini dari Secret Stories No 15 menjadi:

Paperclips 15.

Why?

Just because I like it, that's it!

Google Today

Have you ever watch Google today? Ahhhh, so cute! Ada sebuah istana di sana, kaga ngerti milik siapa....

Wednesday, July 6, 2011

My Desk Stuffs

Well, yeah, karena projek saya masih dalam tahap saya belum bisa ngapa – ngapain, akhirnya beberapa hari ini saya digaji penuh hanya untuk browsing – browsing saja. Dan tentunya nge- blog, hehehe.
Anyway, karena saya masih karyawan baru meja saya dan dinding meja saya pun masih kosong. Dan selama hampir 3 minggu ini merekalah yang menemani saya. Enjoy!

my lovely mr.pinky, tempat minum kesayangan saya


Miss Ring ring, di mana saya bisa nelepon ke seluruh karyawan perusahaan saya gratis. Pesan Milkshake kalo perlu, hehe.
My First Netbook, netbook perusahaan buat saya, dipakai selama saya jadi karyawan, kalo 20 tahun lagi saya masih jadi karyawan, apakah dia masih tetap bermanfaat ya?
tas kesayangan saya yang muat banyak

si mouse warna pink yang nemenin saya dari sejak skripsi :D
rak serbaguna di mana saya bisa kasih apa aja di situ


Tuesday, July 5, 2011

Informationless

Hal yang paling saya benci ketika saya udah mulai hidup sendiri seperti ini tanpa siapa – siapa adalah saya jadi ngerasa bodoh sama informasi. Informasi apa saja. As you know, saya baru aja pindah kos minggu lalu, actually sebenarnya sudah jalan tiga minggu ini, tapi setelah ada sedikit drama dalam pencarian tempat kos yang nyaman yang berbuntut panjang, saya engga ada TV, engga ada internet dan engga bisa nebeng baca majalah lagi sama sahabat saya si Nova, yang langganan majalah cewek favorit kami, Gogirl!

Saya bener – bener buta 3 minggu ini tanpa informasi apa – apa. Saya engga tahu acara kelanjutan reality show Big Brother Indonesia, *saya nonton karena ngefans banget sama stylenya Rene, bule Cheko yang nyasar di situ jadi peserta. Saya engga tau nasibnya Anang dan pacar barunya, si Ashanty, *oke, yang ini engga penting banget hahahaha.

Yang pasti saya jadi ngerasa boseeen banget kalo weekend tiba. Ada sih TV di ruang tamu kos, tapi engga ada yang makek, *karena saya penghuni baru pun saya engga pengen pakek tv itu, dan hebatnya semua penghuni terlalu kaya sehingga bawa tv sendiri -  sendiri. Saya jadi antisosialis karena pintu kamar penghuni kos ini semuanya selalu tertutup.


Nggak bisa disalahin juga, karena di sini semua kamar pakek AC, dan engga mungkin banget pada engga dinyalain, jadi pintu semua tertutup. Dari seluruh penghuni kamar yang ada Sembilan, saya baru ketemu 5 orang. Yang tegur sapa baru dua orang. Lainnya saya cuma liat dari jauh. 


Kami semua pekerja. Ada yang bangun dan berangkat pagi – pagi buta dan balik malam – malam ketika semua orang sudah pada teller. Sedangkan saya yang cuma bisa ke kantor jalan kaki lima menit doang, selalu berangkat 5 menit sebelum jadwal masuk kantor. Dan saat itu, semua penghuni sudah menghilang entah ke mana.

Jadi saya cuma ketemu mbak – mbak yang bagian bersih – bersih dan setrika kalo pagi, pulang, saya juga cuma ndekem di kamar, nonton film2 yang saya bawa dari adik saya.

Internet di kantor ngga cukup banget buat saya karena dibatasi untuk hal – hal berbau social network. Thanks, God, they didn’t turn off the yahoo messenger. Paling ga, saya masih bisa ngobrol walopun cuma sama orang – orang itu doang.

Mati gaya di informasi, ternyata nggak cukup.

Saya, juga harus buta dengan fashion. Ngga ada teman lagi yang bisa saya diskusiin waktu engga ada kerjaan. Fashion item di tempat saya kerja cukup mahal harganya mengingat dia adalah sebuah store dengan brand – brand mahal macam guess, body and soul, dan bla bla bla lainnya. Of course, dengan keadaan keuangan saya yang sekarang, saya lagi engga mungkin membeli mereka dan jadi langganan brand – brand nya Blok M.

Ooooohhhhh, segeralah gajian!!!!

Thursday, June 30, 2011

The Beginning of Real Life

Wow, times felt too fast for me. Waktu ngeliat lagi ternyata udah mau akhir bulan Juni. Daaan ngga kerasa saya udah masuk minggu kedua jadi buruh teknologi a.k.a perusahaan saya kali ini adalah perusahaan IT, yeah perusahaan yang mati – matian selalu saya hindari tapi finally saya pun jadi salah satu karyawan di sini pula.

Dan ini hari kedua saya ngga ngapa-ngapain, alias belum dikasih kerjaan sama si bos lagi. Dan akhirnya, saya memutuskan untuk nge-blog saja. Diam-diam. Wakakakaka.

Yang jadi dilemma adalah, di sini semua orang berbahasa lu gua, lo gue, sounds familiar tapi lidah saya engga bisa bilang dengan fasih. Maklum, wong ndeso.

Dan yang bikin saya lumayan sedih adalah there’s no person I can’t talking about fashion, fun life, bag, shoes, parfumes, art, photos and sooo many all about everything that makes me wondered HERE. Dan akhirnya saya cuma bisa bilang sama si pacar dan dia kadang cuma nanggepin setengah-setengah, males.

Amazingnya, di kantor ini saya engga punya meja tetap. Yeah. Tunggu. Saya bukan sales. Tapi saya di hire dengan tujuan siapa yang lagi membutuhkan saya, saya bakalan masuk ke bagian tersebut. Buruh banget. *sighs*

Tapi saya tetep bersyukur. Idup saya mulai stabil. So do my emotion. J

Tuesday, May 3, 2011

Cinta Sendiri (?)


Hey holla. Maaf banget dah lama nggak posting blog. *Ngelap – ngelap blog yang berdebu. Hidup saya lagi enggak banget. Hehe.

Mungkin, buat beberapa orang yang nggak pernah ngalami ini, bakalan bilang saya itu lebay. Alias berlebihan. Mungkin buat beberapa orang di antara kita yang kenyataannya hidupnya lebih beruntung dan nggak pernah ngalamin rasanya kehilangan. Hingga berkali – kali. Bakalan bilang hidup saya kaya sinetron. Haha. Mungkin. Tapi itulah hidup saya. Yang dengan mudah orang – orang datang dan pergi sesukanya sambil menge-judge saya semau mereka.

Banyak masalah, banyak beban, selalu bikin saya engga bisa tidur. Dan kalo kaya gini, yang saya rindukan adalah sahabat – sahabat saya, si gerombolan orang kampung yang hobi nongkrong di nasi goreng deket rumah saya, ibu saya, dan nenek saya yang udah enggak ada.

Jadi, kalo lagi kaya gini, saya browsing – browsing nggak jelas, nge blog dan meninggalkan handphone saya tanpa nada getar dan tanpa nada panggil. Intinya saya lagi enggan ngomong sama siapa – siapa.

Eh, Pas saya browsing saya nemu lagu ini. Nyesek. Saya lagi bimbang, dan ketemu lagu ini. Lagu lamanya Kahitna yang saya lupa banget populer di tahun berapa.

Sudah dengar lagunya kan?

Saya terhenti di bait ini: Biar aku yang pergi. Bila tak juga pasti. Adakah selama ini aku cinta sendiri. Biar aku menepi. Bukan lelah menanti. Namun apalah artinya cinta pada bayangan.

Oke. Oke. Saya jujur. Saya emang lagi bertengkar sama pacar. Hal yang biasa terjadi di setiap hubungan pacaran. Hanya saja, saya sering banget ngerasa pengorbanan saya nggak pernah cukup untuk itu. Saya tau, nggak bisa menuntut banyak. Saya selama ini menunggu. Menunggu Tuhan berikan keajaiban. Walo cuma sedikit. Saya engga tahu lagi apa jadinya saya nantinya kalo harus kehilangan lagi.

Saya ngeliat tante saya yang sukses banget. Dia udah kepala empat. Manajer bank. Gajinya cukup buat beli apartemen dan mobil. Tapi dia belum menemukan pendamping hidup. Saya engga tahu apa yang terjadi dengan masa lalu dia. Tapi saya tahu, kalo suatu hari saya harus kehilangan lagi. Mungkin saya akan berhenti percaya cinta itu ada. Dan akan hidup seperti tante saya.

Saya enggak mau kaya gitu. Ketika saya sadar, saya sudah berkorban banyak, saya selalu bertanya, apakah itu setimpal dengan yang saya dapatkan nantinya?

Tuhan, Engkau mengatur pertemuan – pertemuan itu. Kosmikmu berbicara jelas saya harus berhenti dan jatuh cinta lagi. Tapi kalo untuk kehilangan, untuk mendapatkan sesuatu yang sia – sia, buat apa saya jatuh cinta lagi? Buat apa saya berjalan sejauh ini?

Jujur. Aku tak yakin bisa. Jalani hari tanpa dirimu. Namun apalah artinya cinta pada bayangan.

Dear you. Aku tahu mungkin kamu tidak akan pernah terima. Tapi hadapilah kenyataan. Kita berjalan sejauh ini untuk apa. Aku berjalan sejauh ini karenamu. Aku ikhlas. Tapi tolong mengertilah. Cinta bukan hanya cinta saja. Nggak cukup kata – kata. Dan dunia ini bergerak. Aku juga. Kamu juga. Kita nggak bisa hanya diam dan melihat. Seperti yang kamu selalu lakukan. Aku mencintaimu. Sangat. Kamu tahu, kamu nggak perlu meragukannya. Karena aku berjalan sejauh ini. Tapi aku harap kau menggenggam tanganku bukan untuk menggiringku. Tapi iringilah langkahku.

Thursday, April 7, 2011

Dear Daddy....







I wait for the postman to bring me a letter.
And I wait for the good Lord to make me feel better.
And I carry the weight of the world on my shoulders.
Family in crisis that only grows older.
Why'd you have to go?
Why'd you have to go?
Why'd you have to go?

Daughter to father, daughter to father!
I am broken, but I am hoping.
Daughter to father, daughter to father!
I am crying, a part of me's dying.
And these are, these are, the
confessions of a broken heart!

And I wear all your old clothes your polo sweater.
I dream of another you, one who would never.
Never, leave me alone to pick up the pieces. Daddy to hold me, that's what I needed.

So,why'd you have to go?
Why'd you have to go?
Why'd you have to go?

Daughter to father, daughter to father!
I don't know you, but I still want to.
Daughter to father, daughter to father!
Tell me the truth, did you ever love me?
Cause these are, these are,
the confessions....!!! of a broken heart!
Of a broken heart!

I love you.
I love you.
I love you.
I ... I ... I ...
I love you!

Daughter to father, daughter to father!
I don't know you, but I still want to.
Daughter to father, daughter to father!
Tell me the truth, did you ever love me?
Did you ever love me?
These are the confessions of a broken heart! 

Ohh ... yeah

And I wait for the postman to bring me a letter. 



Thursday, March 10, 2011

A Letter to God


I know. There is no guarantee love always easy and beauty. Love is a difficult way. I tried to learn, I always tried to survive, I always pray that never get broke again. But this is my damn life. I always tried tried tried to rejected on content myself with loneliness, sadness and pains. But I got failed.

God, I’m hoping only with you, I’m praying, I’m asking.

Is it working?

Am I too selfish?

Am I?

I wondered why, why you give me all these pain, all these tears, till I feel numb and fool.

I kept my best. I did. I tried to make a happiness but never got satisfied.

God, you are the only one that I had. When no one notice me, no one takes my hand, no one cares. Am I asking too much? Yeah, I know, i asked too much.

But, there are a lot of reasons why I do that, why I say that.

God, if I can’t find my way home anymore, when all that waves broke my shore, when I don’t have a beautiful dream again, just kept me stronger. Because, it was the only reason why I’m still breathing.


All, everything that I understand, I understand only because I love.
-- Leo Tolstoy