LIFE AT TOMATO FAMILY

Thursday, April 7, 2011

Dear Daddy....
7:50 PM0 Comments






I wait for the postman to bring me a letter.
And I wait for the good Lord to make me feel better.
And I carry the weight of the world on my shoulders.
Family in crisis that only grows older.
Why'd you have to go?
Why'd you have to go?
Why'd you have to go?

Daughter to father, daughter to father!
I am broken, but I am hoping.
Daughter to father, daughter to father!
I am crying, a part of me's dying.
And these are, these are, the
confessions of a broken heart!

And I wear all your old clothes your polo sweater.
I dream of another you, one who would never.
Never, leave me alone to pick up the pieces. Daddy to hold me, that's what I needed.

So,why'd you have to go?
Why'd you have to go?
Why'd you have to go?

Daughter to father, daughter to father!
I don't know you, but I still want to.
Daughter to father, daughter to father!
Tell me the truth, did you ever love me?
Cause these are, these are,
the confessions....!!! of a broken heart!
Of a broken heart!

I love you.
I love you.
I love you.
I ... I ... I ...
I love you!

Daughter to father, daughter to father!
I don't know you, but I still want to.
Daughter to father, daughter to father!
Tell me the truth, did you ever love me?
Did you ever love me?
These are the confessions of a broken heart! 

Ohh ... yeah

And I wait for the postman to bring me a letter. 



Read more

Thursday, March 10, 2011

A Letter to God
6:04 PM1 Comments

I know. There is no guarantee love always easy and beauty. Love is a difficult way. I tried to learn, I always tried to survive, I always pray that never get broke again. But this is my damn life. I always tried tried tried to rejected on content myself with loneliness, sadness and pains. But I got failed.

God, I’m hoping only with you, I’m praying, I’m asking.

Is it working?

Am I too selfish?

Am I?

I wondered why, why you give me all these pain, all these tears, till I feel numb and fool.

I kept my best. I did. I tried to make a happiness but never got satisfied.

God, you are the only one that I had. When no one notice me, no one takes my hand, no one cares. Am I asking too much? Yeah, I know, i asked too much.

But, there are a lot of reasons why I do that, why I say that.

God, if I can’t find my way home anymore, when all that waves broke my shore, when I don’t have a beautiful dream again, just kept me stronger. Because, it was the only reason why I’m still breathing.


All, everything that I understand, I understand only because I love.
-- Leo Tolstoy

Read more

Friday, February 25, 2011

My Yudisium Day
8:34 PM0 Comments

Si pacar, berulang kali nanya, apaan sih yudisium itu? Saya yang heran. Bukannya di semua universitas ada? Actually, a normal university. Hehe. Nggak tau punya dia.

Di fakultas saya, yudisium adalah hari di mana saya dan teman – teman yang udah sidang skripsi, duduk bareng – bareng di auditorium besar kami, yang pertama kali dan sekaligus terakhir kali saya memakainya karena baru aja jadi tahun lalu. Kemudian, kami duduk sesuai program studi, NIM, dan tentu saja angkatan. 

Tahun ini adalah kelulusan angkatan tahun 2006, jadi saya enggak ngerasa tuwir. Kasian banget yang angkatan baheula, 2003 misalnya, karena dia duduk di deretan depan sendiri, dan so pasti, selain punya gelar S.Kom nantinya, dia bakalan dikenali sebagai mahasiswa embahnya fosil, hehe.

Di situ, semua orang dibacakan nilai skripsi sekaligus IPK terakhir dan juga predikat yang dicapai selama ini. Dan semua orang dibacakan satu – satu, berdiri, ditepuk tanganin, duduk dan gantian orang berikutnya. Seterusnya sampe habis. Buat saya, itu membosankan banget. Emang kenapa gitu hasil nilai harus dipamerin? Iya kalo bagus bisa bangga, kalo jelek, hmmm kasian juga.

H-1, malamnya, saya sama Vivi, ribut ngebahas soal kostum karena kami berdua sama – sama menyadari kenaikan berat badan kami akibat tidak melakukan aktivitas apa – apa setelah sidang skripsi. *EFEK PENGANGGURAN* Jadi, kami paling enggak pengen keliatan agak langsingan, dikit. Hehe.

Pertimbangan lain adalah saya akhirnya enggak pake stiletto, menyadari medan auditorium yang modelnya kaya bioskop tempat duduknya, berundak – undak. Kalo jatoh, bukan lucu lagi. Tapi bakalan gempa, hahaha.

Akhirnya dengan kostum seadanya, kami berangkat pada tanggal 21 Februari 2011 buat yudisium itu.

Bener dugaan saya, acara ngebosenin banget. Walopun gitu, saya berhasil mendapatkan informasi siapa penggemar gelap saya selama ini, yang sering banget sms enggak mutu, mulai dari lagu, ngucapin selamat pagi setiap hari (untung nggak sampe selamat tidur juga), teks lagu yang diubah – ubah seenaknya sama dia dan menggambarkan betapa dia ngefans sama saya. 

Anyway, nggak penting ngebahas dia. Pembacaan nilai pun di mulai. Saya rada bangga juga waktu nama saya disebut dan nilai skripsi saya A dan IPK saya 3 koma sekian sekian. Hehe. Saya bisa ngebuktiin kan, kecantikan berbanding terbalik sama kecerdasan, nggak berlaku buat saya. *EMANG SAYA CANTIK? PEDE….*

Habis acara yudisium itu, kami foto – foto bareng. Berhaha hihi, kasi selamat, cipika cipiki, sampe dari enggak kenal jadi mendadak sok kenal. Bahkan saya kasih selamat juga sama si fans saya itu. Dan dia membalas uluran tangan saya dengan gugup.

Saya yakin, abis gini, pasti dia enggak cuci tangan. Wakakakaka. 

berasa eksekutip muda hari itu, hehe.
Kelar acara foto – foto, teman – teman saya ngajakin karaoke. Saya sih oke saja, tapi perut saya lagi enggak enak semalaman, kayaknya si liver saya kambuh, soalnya siangnya saya makan ayam bakar plus sambal plus meneguk sedikit wine yang dibawa teman saya dari gereja. Gereja dia lagi ngebagi – bagi wine gratis satu botol gede. Saya ditawari?

Tadinya saya nolak. Menyadari saya punya liver, saya enggak boleh konsumsi alkohol. Durian aja enggak boleh. Untung saya enggak suka.

Tapi, siang itu dingin banget kota Salatiga, akhirnya saya neguk juga. Malamnya saya sampe nangis kelimpungan karena liver saya kambuh. Oke, its enough to icip icip alkohol. No more. Dan saya takut banget kalo bakalan dimarahi pacar saya. Hehe, sorry sorry sorry jek. Pesan moral: Punya sakit liver, jangan coba – coba teguk alkohol. 

Finally, di ruang karoke, saya cuma duduk – duduk, ngabadiin momen – momen gila mereka. Hari itu full abis berdendang lagu dangdutan dan campursari. Saya yang pesan lagu Lene Marlin, di next, karena membosankan banget. Sial. Akhirnya saya cuma videoin mereka dan foto aksi – aksi mereka. 
karena jadi tukang foto, saya engga ada di foto bersama. : (
duo biduan of the day. seharian nyanyi dan joget. ngga punya capek bener

Bangga juga pakek gelar S.Kom. Walopun saya tau, perjalanan saya masih panjang banget. Saya nggak yakin apa yang ada di depan saya nantinya. Saya cuma pengen kerja kerja dan kerja. Nyeneng – nyenengin saya sendiri, ngebeli barang yang saya pengen selama ini. Saya enggak mau, dan enggak akan pernah lagi, mau diremehkan mereka yang selalu aja ngeremehin saya karena suka ngabis – ngabisin duit meski itu buat pendidikan, meski itu buat makan saya sehari – hari.
Read more

Monday, February 14, 2011

Fuckin Sickness on Monday
2:55 PM0 Comments
Happy Valentine Day everyone.

Uhm okay. I’m not celebrating, anyway, haha.

Dan teman – teman saya, udah rame banget ngomongin Val Day dari semalem. Twitter dan Facebook jadi ajang buat mereka nampilin ekspresi ngerayain Val Day atau enggak. Saya si cuek – cuek aja. Malah status saya tentang lagu – lagu favorit. Toh, pacar saya jauh dan we are growing up, and he is the simplest guy in the world, jadi dia cuma ngucapin gini di sms:

“Happy Valentine honey.”

Jadi, buat kalian yang menikmati cokelat hari ini dan may be some flowers from your lovely, selamat ya. Sorry ya, saya tiap hari udah nikmati cokelat dan bunga sih, meskipun cuma bunga bank, meskipun cuma choki – choki. Haha. So, this V Day just like another Monday to me, hanya saja lebih pink. Soalnya di mana – mana saya lihat warna pink. Nggak pita, bungkus, bunga bahkan cokelat warna pink.

And just like another Monday, saya sedang sibuk nyiapin syarat – syarat wisuda. Dan itu menyita waktu banget. Dan akhirnya, karena saya engga fit, Sabtu kemaren pas saya kegirangan pulang ke rumah dan tersedia minuman dingin, saya ngabisin satu botol besar Pulpy Orange, malamnya saya masih bikin sirup ABC satu botol buat nemenin saya internetan. Soalnya hari itu saya ngerasa panas banget.

Akhirnya setelah hari Minggu kemaren saya ngerasa tenggorokan saya nggak enak, pagi tadi pas saya bangun, tenggorokan saya udah nggak enak dipake nelen ludah, dan demam tinggi banget. Sekitar 39 bla bla bla derajat, *saya ngga pinter baca thermometer. Dan saya harus balik ke kos. Temen saya udah nungguin buat minjem printer.

Anyway, have to go. Walo badan ga fit gini, hehe. 
Read more

Sunday, February 13, 2011

Meet The High School's Boyfriend
9:58 AM0 Comments
Karena seharian ujan, temen – temen saya yang pas pada malem mingguan di rumah saya sama pacar masing – masing, dan bagi kami yang ngga ada pacar, sibuk main bola di PS 2. Saya yang nggak ngerti bola, akhirnya cuma di kamar nonton Wall E sama temen saya, si Ferry.

Btw, kami semua sama – sama bukan tipe orang yang suka nongkrong di pinggir jalan. Kalo ada duit, kami baru jalan, minimal ke mall lah, hehe. Kalo ngga ada uang ya pasti ke rumah saya ato si Aji, dua basecamp utama.

Akhirnya, karena lapar, padahal posisinya saat itu kami semua udah kenyang makan nasi goreng langganan deket rumah saya, kami semua urunan buat beli snack. Dan karena saya tuan rumah, akhirnya saya yang berangkat ke alfamart deket rumah sama si Ferry.

Di alfamart, Ferry masuk duluan dan ngacir di bagian majalah, saya keliling rak sambil masukin titipan temen – temen saya ke keranjang. Pas saya mau ke bagian minuman, seorang cowok nepuk keranjang saya.

Dia       : “Habis tuh dimakan sendirian?”

Saya diem. Nengok ke cowok yang nyapa saya. Astaga. Hehe, ketemu mantan saya waktu SMP. Waktu  masih ingusan. Namanya, ehm, rahasia. Wkwkwk.

Saya     : “Eh, kamu. Sendirian?”

Dia maenin rambut dia, kebiasaan kalo lagi grogi. Haha. Grogi ketemu saya ya? Haha, PD…

Dia       : “ Iya. Lagi mampir beli rokok. Hehe. Kamu sama dia doang?”

Dia nunjuk Ferry tanpa sama sekali ingin menyapa temen saya itu, as usual.

“Iya. Lagi beli jajan, hehe.”

Dia ngeliat jam di arlojinya. “ Hmmm, duluan ya. Mau jemput kakak,”

Dan dia ngacir keluar. Ferry ngedeketin saya. “ Astaga, mantan kamu toh?”

Saya ketawa.

Ferry ngeliat ke arah luar. “ Wiwww, dah bawa mobil dia. Balikan aja. Kayaknya dia masih suka tuh. Ngeliatin kamu dari tadi.”

Saya ngakak. Enak aja dia ngomong. Saya pacaran sama tuh cowok aja pas masih ingusan. Dari sekian banyak mantan, hehe. Sok laku ah, bodo amat. Saya paling singkat pacaran sama mantan saya yang ini. Cuma tiga bulan. PDKT nya lama sih. Setahun. Tapi ujung – ujungnya jadian cuma tiga bulan doang. Nggak tau kenapa putusnya, saya lupa. :D

Lucu ya. Saya suka geli kalo ingat kisah – kisah lama.

Pas sampe rumah, HP saya bunyi. Ternyata sms dari dia.

“Hai, mantan. Haha. Dah lama nggak ketemu. Hows life? Tambah cantik kamu skrg. Kalo jomblo balikan aja yuk, jiakakakakak.”

Saya ketawa. Dia selalu kocak di sms. Tapi kalo ketemu dan ngomong, dia selalu cuma diem kaya orang bego.

“Hai, mantan waktu saya khilaf. Haha. I’m fine. Maaf saya udah ga available buat cowok. Wkwkwkwkw.”

“ Jadi, kamu sekarang sama Ferry? Wkwkwkwkw. Becanda. Iya, tau kok. Aku liat fotonya di fb. Hehe. Moga langgeng. Always pray for your happiness, sist.”

Beruntungnya saya, saya enggak pernah musuhan sama mantan – mantan saya. Dan hebatnya, kadang mereka suka nawarin pertolongan kalo saya lagi butuh. Nggak tau mereka tau darimana. Yah sekarang kan teknologi udah canggih banget. FB dan Twitter selalu jadi sasaran utama.

“ Ya ampun. Kamu skrg gmn? Happy for you too.”

Agak lama balasinnya, dan saya sih udah mulai sibuk ngobrol sama teman – teman ketika satu sms lagi datang.

“ Baik. Susah ngedeketin cewek jaman sekarang. Susah nyari yang kaya anak anjing kehujanan kayak kamu. Hehe.”

Saya ketawa. Kayaknya ini ada di dialog film korea. Tapi serius. Selain saya enggak pernah liat dia jalan sama cewek laen lagi, mantan saya yang ini selalu bilang saya kayak anak anjing kehujanan dari dulu.

“ Selalu panggil aku gitu kamu. Mellow. Kayak film korea aja.”

Dia balas lagi. 


“ Yey, suer. Kamu tau anak anjing kan, kamu tau, dia itu lucu. Dia itu ngegemesin. Tapi dia kasian. Ditinggal Papa sama Mama anjingnya di kardus biar diadopsi orang, pas kehujanan, kamu tetep di kardus tungguin mereka yang nggak pernah dateng. Kadang kamu keliatan main sama hujan. Tapi kalo deres, kamu cuma ngeringkuk di kardus, berharap ada orang yang ambil kamu buat peliharaan mereka.”

Haha. Saya udah hapal banget jawaban itu. Dia selalu bilang gitu kalo saya protes dipanggil anak anjing kehujanan. Saya nggak segitunya kalik.

“Ah, basi ah. Udah ya, anak – anak main di rumahku nih.”

Habis gitu dia ngga balas sms lagi. Saya cerita sama sahabat cewek saya. Dia ketawa. Katanya ungkapan anak anjing itu pas banget buat saya. Sial. Saya bukan minta pendapat soal itu.

Trus sahabat saya bilang gini, “ Makanya jangan kaya anak ilang, wkwkwkwkwkwk.”

Habis mereka pulang, saya liat muka saya di cermin. Emang beneran saya kaya anak ilang?

Btw, heran juga sama mantan saya yang itu. Sejak putus sama saya, meskipun saat itu bisa dibilang cinta monyet, saya engga pernah liat dia jalan sama cewek lain. Kalo ngedeketin siapaaa gitu, beritanya sih sering saya dengar.

Tapi untuk berhasil menjalin hubungan dan sampe jalan sama cewek yang dia deketin, kayaknya hehehe belum pernah dengar lagi. Padahal saya udah gonta ganti pacar sampe berkali – kali. #kok kesannya saya negative ya? Wkwkwkw, bodo ah.

I’m just ordinary girl. Sometimes I love, then if fail, I’ll learn, and then I’ll move on. And that’s okay for everyone. Don't ever judge anyone. You don't know their story and what's really going on.


nb:temen saya minta fotonya di uplod, sorry, I dont have it anymore, wkwkwkwk... :D
Read more

Saturday, February 12, 2011

Rumah Barbie dan Katakan Cinta
7:48 PM0 Comments
Holla. Aduh maap yah jarang banget posting. Sibuk banget minggu ini. Ngurus kebaya, ngurus wisuda, ngurus jilidan skripsi, ngurus pacar, hehehe. Tapi seru kok.

Btw, ada kisah menarik dari pergi ke Pantai waktu itu. Maaf yah, baru update cerita. Aduh, di kos saya tuh internet ada, cuma lemotnya minta ampun. Kalo mau, sabar, sedangkan saya yang udah biasa pakek speddol, walopun kek gitu kecepatannya, ngga bisa sesabar itu. Gila, kadang udah nungguin lama eh, ternyata dah time out aja.

Dari judul kalian pasti bertanya-tanya banget. Rumah Barbie apa sih. Coba deh jalan – jalan ke Jepara. Rumah – rumah penduduknya bagus – bagus banget. Soalnya hampir sebagian besar penduduk kota Jepara kerja di bagian perabotan kayu, mau gak mau rumah mereka juga jadi display produk yang mereka buat.

Nah salah satunya, kita nemu di jalan rumah itu. Tadinya saya pikir masjid. Dah ngerasa nggak enak aja kalo itu masjid, saya ngelewatin ibadah selama seharian itu, hahaha. Eh malah foto – foto di depannya. Untungnya bukan.
Berasa De Javu? Tonton filmnya Barbie kalo gitu, hehe.
Ternyata itu cuma display. Jadi emang rumahnya sengaja didesain kaya gitu, untuk menarik orang – orang ngeliat rumah dan perabotan di dalamnya. Dan seperti biasa, saya dan temen – temen selalu ngga mau nggak ngabadiin foto di depan beginian. Namanya juga mahasiswa kampung, hahahaa.

Terus ada kejadian menarik lagi. Selalu ngga pernah berhenti bosen buat ngeliat proses penembakan orang. Dan liburan ke pante kemaren kayaknya jadi moment buat salah satu temen saya di bawah ini si Nuel buat nembak temen saya si Tris.
jangan ketipu itu, si Nuel, walo tampangnya so Papua face, tapi dia fasih banget ngomong Jawa, bahkan sampe medok - medoknya. Dan cewek di sebelah itu Trisakti, temen cewek saya yang bakalan ditembak dia.
Dan proses yang begitu lama, padahal anak – anak udah ngeledekin dan kasih semangat, tapi tetep aja Nuel masih ragu buat ngelanjutin niatnya buat nembak si Tris. Tris, yang udah BT duluan, saya engga ngerti nih BT nya kenapa, entah karena ejek – ejekan anak – anak, atau udah abis kesabarannya untuk nunggu Nuel nembak dia, memilih menghindar. Kasian banget. Finally, sampe saya pulang ke kos, ngga ada kelanjutan cerita dari rencana penembakan itu. Poor Nuel.

Oh, guys, harap diperhatikan matang – matang ya kalo mau nembak seseorang. Jangan pernah berharap lebih. Diterima atau ditolak itu bonus. Yang penting kita udah lega nyampein perasaan kita bagaimana.
Ditolak, well, yah, everybody already have their own stories about broken heart. Semua orang pernah patah hati, man! You are not alone.

Dan kalo diterima, itu baru awal, guys. Kalian pikir mudah menjalin komitmen dengan seseorang. Kalo ngga siap buat berkomitmen, jangan pernah memulainya. Ada orang lain di depan kalian yang bakalan terluka kalo kalian cuma main – main. 


Dan apa yang kalian tanam, kalian juga yang menuai, so, siap – siap saja sama balasannya, hehehe. Soalnya temen saya ada yang sering maenin cewek, dan guess what, semua cewek yang didekatin dia selalu kabur duluan, karena udah tau kredibilitasnya dia. Akhirnya temen saya jomblo terus sampe sekarang. Padahal dia perfecto, udah ganteng, kaya, tinggi dan smart lagi.

Dia selalu aja iri kalo liat cowok yang dibanding dia jauh lebih jelek, dekil, dll deh, eh punya cewek. Hahaha, saya cuma bisa ketawain dia dan masa lalunya.

Anyway, its Saturday Night, and I always just with bestfriends and laptop spend a lil time in my house talking about nothing wkwkwkwkwkwkwk. See ya!

Read more

Sunday, February 6, 2011

Bandengan Travel
12:30 AM0 Comments
Saya suka banget jalan – jalan. Yup, I’m a really Sagittarius people, whom really loves travel more than everything. Do you like Sagittarius? You will be get an adventurous and amazing journey with them. I’m sure.

Kemaren Kamis, tanggal 3 Februari, tanggal merah karena Imlek, saya sama teman – teman kampus yang kebanyakan saya cuma kenal nama aja sama mereka, pergi ke Jepara, ke sebuah pantai pasir putih, pantai Bandengan.

Udah banyak orang recommended sama saya buat ke sana, tapi saya baru bisa kesampean sekarang buat pergi. Dan itu pun diajakin sama temen – temen 2006 saya, yang ngajakin saya buat memenuhi kuota mereka yang kurang. Dan becaused, I’m a popular girl, jadi saya diajakin hahahaha. Pede!

Anyway, pas berangkat, saya baru sadar, saya satu – satunya orang Jawa di situ. That’s why if you see these pictures above, I’m the only one who have a beautiful face there, wkwkwkwk. Nggak maksud saya, dan itulah kenapa, wajah saya pasti jadi wajah paling familiar diliat dibanding wajah – wajah lainnya.

Oke, nikmati perjalanan saya selama di Pantai Bandengan. Saya bakalan update beberapa kali lagi, karena belum semua file foto saya punya. Sedangkan foto – fotonya bagus – bagus banget. Saya udah recheck kemaren sebelum ngibrit pulang. :D

And, for my BF, thanks a lot for waiting me till come home. Kemudian menemani saya SMSan sepanjang hari. Nelepon saya pas sampe kos dan nemenin saya tidur kaya biasanya. Padahal dia sendiri udah kecapekan. Love love youuu, so much.

Hey, don’t be jealous! Its February. Katanya si bulan cinta. Meskipun saya engga percaya, karena buat saya tiap bulan itu adalah bulan cinta, bukan Februari doang.

See ya!
Ehm. Coba mana saya? Hehe. 

Kata adik saya, " Mbak, kok mbak putih sendiri?" wkwkwkwk. Tanya kenapa?

Meskipun engga pas lompat dan itungan si pemotret yang gagal, tapi buat saya ini the best picture. :D
Read more

Sunday, January 30, 2011

What about today?
5:34 PM0 Comments
Nggak tau kenapa, akhir – akhir ini saya sering banget bertengkar sama pacar. Kalo ngga salah hampir setiap weekend datang kita ngeributin hal yang hampir sama.

Susahnya Long distance, saya yakin yang long distance pasti ngerasa hal yang sama adalah kadang kata – kata itu ngga cukup untuk mewakili semuanya.

Pas kita bertengkar, pasti kita pengen juga liat reaksi pacar secara langsung, liat keseriusan pacar kaya gimana waktu ngehadapin masalah kaya gini, kalo perlu jitak kipalanya secara langsung, hehehe.

Tapi itu nggak bisa dilakuin kalo long distance kaya gini. Pas udah baikan pun kita ngga bisa peluk – peluk pacar, cubit – cubit muka pacar yang sempet berubah jadi konyol tadi, cium dia, anything, to prove she/ he was the only one who own our heart. #Lirik sahabat saya yang lagi pacaran.

Lucunya, diantara kita berdua, yang paling sering ngambek itu saya. Malah kayaknya dia enggak pernah tuh. Paling kalo jengkel, dia mendadak ngomong pake nada tinggi. Tapi ngga ngebentak.

Intinya kalo long distance si kita harus super pengertian. Dan kalo rasa amarah kita berhasil mengalahkan segalanya, langsung aja diomongin. Dan meskipun tipe marahnya diem dulu kaya saya, pada akhirnya saya harus ngomong yang engga ngenakin itu apa. Apalagi saya tipe yang ngga bisa marah lama – lama.

Kalo akhirnya ngga bisa saling pengertian lagi. Tanya sama diri kita masing – masing. Apakah jarak sejauh ini cukup pantas untuk diperjuangkan? Yeah. Jarak. Jarak. Jarak. Jarak. Jarak. Ulang terus kata – kata itu, sampe kita ngerasa ngga ada artinya lagi.

Waktu saya dengan diam – diam mengulang kata – kata itu, saya berharap saya tetap bisa berjuang saat mengucapkan kata Jarak untuk terakhir kali, meski jatuh bangun, meski kadang harus menahan berjuta rasa pengen ketemu, tapi saya percaya ngga ada sesuatu yang sia – sia. Even its hurts you to deep. :)

Read more

Saturday, January 29, 2011

HORE, LULUS!!!!!!
12:21 PM 3 Comments
Holla. I can believe it Saturday and the scream day was over!

Dan setelah saya melalui berbagai rintangan, drama kehidupan yang super lebey sebelum hari H, support orang – orang yang malam sebelum hari H banyak mampir di handphone saya cuma buat bilang good luck dan semacamnya, insomnia saya yang ngga sembuh – sembuh, bertengkar sama pacar, akhirnya saya dinyatakan:

LULUS.

Tau nggak, itu hal yang menyenangkan banget tau. Akhirnya saya lulus. Meskipun revisinya banyak banget. #melirik tumpukan kertas revisi dari dosen penguji.

Tapi seenggaknya saya lulus. Dan itu adalah sesuatu yang rasanya indah banget dan nggak bisa dibayar dengan apapun. Banyak banget yang suka duka yang saya lewati sebelum hari H. dan kalo saya bilang itu nggak mudah, itu beneran nggak mudah. #mengalun lagu All by My Self :D

Ketika orang – orang yang kamu sayangi nggak ada di sampingmu dan kata – kata mereka cuma ada di sms. Ketika kamu harus menyiapkan apapun sendirian. Ketika akhirnya pagi – pagi sebelum berangkat ke tempat sidang, saya harus sms sahabat buat nganterin saya, karena repot banget kalo jalan. #Makasih banget, one of bestfriends ever saya, si Bagus, yang mirisnya jadwal sidang dia belum keluar sama sekali saat itu.

Ketika malamnya saya malah diam – diaman sama si pacar, dan bertengkar nggak jelas. Ketika Ayah saya cuma sms singkat kaya gini: “Jangan lupa baca Al – Fatihah.” Gitu doang. Ketika pas sidang yang nungguin di samping saya, bukan keluarga, bahkan nggak ada satupun dari mereka, tapi sahabat – sahabat tercinta saya, yang saya nggak pernah berhenti bersyukur mengenal mereka. #Thanks for everything, Monna, Nova, Bagus, Vivi, Putra, Farida cs, errr, siapa lagi ya, hehe.

Bukannya bikin down, itu semua bikin saya tambah kuat. Bikin saya ngerasa didorong untuk melakukan yang terbaik, karena ini adalah The Last Stand saya. Itu semua, rintangan dan ke melo – meloan itu adalah cobaan untuk menguji kekuatan saya.

Nasib saya, yang kebetulan sama persis terjadi sama Vivi, #teman satu kos saya yang sidang hari itu juga dan sekarang deket banget sama saya, waktu kita sama – sama siap – siap pas pagi harinya, saya dengar dia bilang kaya gini:

“Seandainya ayah kita di sini, dia pasti bisa anterin kita pagi – pagi. Seandainya ibu kita ada, dia bakalan siapin sarapan dan kita nggak kelaparan setengah mati kayak gini. Ato sodara kita, nemenin kita tidur tadi malam, jadi kita nggak ngerasa sendirian dan takut sampe insomnia kaya semalem. Ato seenggaknya pacar, nyupport kita, dan nemenin kita dari pagi, sidang sampe nganterin pulang.”

Saya narik napas. Seandainya. Saya jadi mikir, kami berdua sama – sama nggak punya keberuntungan seperti itu. Kami cuma punya satu sama lain. Finally, saya baru tau kalo kata seandainya selalu saja cuma jadi bagian dari mimpi seseorang. Dan betapa beruntungnya orang – orang yang tinggal sama keluarga mereka.

“ Tapi, aku bersyukur, Vi. Aku ada kamu,” kata saya. *Udah mirip nembak cewek belom, hahah….

Saya udah mendadak melo ingat kata – kata Vivi tadi. Nasib kami yang sama – sama jauh dari siapapun. Sama – sama ngelewati malam dan nggak bisa tidur nyenyak. #Sampe mutusin tidur bareng. Sama – sama bertengkar sama pacar semalaman. #Hati – hati lho sama pacar kalian yang mau sidang, haha. Sensitif setengah mati, itu pasti.

Anyway, apapun, saya berterimakasih atas segala yang telah saya dapatkan sampai hari ini, Tuhan. Saya nggak tau apa – apa soal takdir dan garis kehidupan seorang manusia. Tapi saya banyak belajar, segala sesuatu terjadi pasti ada alasannya. Meski kadang nggak ngenakin. Dan saya nggak akan jatuh karena itu semua. Saya cukup kuat dan harus kuat untuk menopang orang lainnya.

Finally, saya menutup postingan saya dengan lagu Chantal Kreviazuk yang berjudul Feels Like Home. 

Chao!

Read more

Wednesday, January 5, 2011

Off To Go...
7:37 PM 2 Comments
Ah! Dua minggu lagi saya bertempur sodara – sodara sebangsa setanah air! 

Rasanya? Deg – degan.

Anyway, okeyyyy… bohong.

Biasa aja sebenernya, haha.

Dan untuk sementara kayaknya ngga bakalan update blog dulu. Eits, jangan sedih. I’ll be back!!!! As soon as possible…

Kalo masih mau nemui saya, add aja di facebook atau follow tweeter saya kaya biasanya. I’ll be available on that network society everyday. Tapiiii, kalo facebook, maap – maap ya kalo ngga di approve, it’s totally a place for true friends, kecuali kalian mesej ke saya dan muji – muji blog saya bagus. *Iyeee, maksaaa… :P

Selama hari – hari sebelum sidang, saya ngga bakalan tinggal di rumah. Karena banyak banget masalah di rumah dan saya ngga bisa konsentrasi, saya mengungsi sementara di sebuah kamar kos kecil di daerah belakang kampus. Cuma sementara kok. :)

Tadinya mau pake kamar Monna, kan dia masih di Manado sampe Februari, tapi, Ibu kos dia rewel banget dan di sana berlaku jam malam *jam malam jam 9, bukan jam 10 habis gitu kelebihan semenit gerbang ditutup, nggak enak banget*. Dan isinya sebagian besar anak Manado dan meskipun saya ngerti bahasa mereka, it always feels like in Mars Planet, hehe.

Dan kos saya, sama sekali nggak ada internet yang available, tv yang seenaknya bisa diganti channelnya, kulkas berisi buah – buahan, fasilitas yang bisa saya dapet di rumah. Hehe. Tapi seenggaknya saya bisa konsen mau ujian tanpa gangguan, ehm, ntar saya cerita deh. I don’t wanna be mellow today. Capek badan. Dan capek hati.

But, guys, its truly hurts, when someone who you want to be with was ignore you. Then he came again bring the pains.

So, tolong jaga blog saya ya. Kalo kotor bantu bersih – bersihin. Have a nice day. Gonna miss you sooo much. Wish me luck, then. Xoxo.
Read more

Monday, January 3, 2011

HAPPY NU YEAR, EVERYBODY!!!!! :-*
9:07 AM0 Comments

Haha. Lucu. Menyedihkan juga. Tahun baru saya nggak begitu bagus. Pas tanggal satunya tapi, bukan malamnya. Kalo malamnya, saya ngelewatin malam menyenangkan bersama sahabat, dan pacar, meski seperti biasa, cuma lewat telepon dan sms sama dia, but that’s totally awesome to celebrate with them!!!

Meski cuma sedikit dan nggak sebanyak tahun kemaren….
Tahun Baru 2010
MENJADI...................
Tahun Baru 2011
Menyenangkan banget masih bisa tahun baruan sama mereka. Saya sama temen – temen udah ngeraguin apakah tahun baru 2012 bakalan masih sebanyak ini, mengingat kuota orang – orangnya semakin menurun aja setiap tahun. Untuk itulah kayaknya taun baruan kali ini kita total banget, bahkan udah nyiapin dari jauh – jauh hari.

Tempat masih sama. Dan kayaknya kita nggak tertarik untuk ngerayain di tempat lain. Soalnya, selaen hemat duit dan tenaga, macet itu selalu pasti terjadi. Hmmm, dan juga hujan.

Dengan menu ala Barat taun ini, berisi dengan BBQ, ayam panggang, spaghetti dan kudapan – kudapan ringan, taun baruan kali ini sukses banget menurut saya. Taun kemaren gagal karena daging kurang matang dan taun baru udah deket jadi semua orang memasaknya cepet – cepetan, jadinya makannya nggak enak, dan paginya kita semua susah boker. Sial.
Hari Makanan Berlemak Sedunia :)
Dan malam itu semua orang senang, makanan aja kesisa banyak meski pada diabisin di pagi harinya. Saya ngerasa amazing aja, taun 2010 itu taun berat dan banyak cobaan, meski keselip banyak cerita indah di antaranya, dan bikin saya nggak berharap banyak lagi di tahun 2011.

Temen – temen saya pas tahun baru, nunduk sejenak. Habis gitu setelah nundukin kepala nggak jelas itu, semuanya neriakin pengen LULUS dan KERJA. Keinginan standar yang sama buat mahasiswa tingkat akhir seperti kami. Saya diam – diam meneriakkan kata AMIN di dalam hati. 

Karena sadar nggak sadar, pas saya flashback, saya banyak kehilangan sesuatu di tahun 2010, tapi saya juga dapat ganti hal – hal lain yang lebih indah dan menurut saya terbaik yang bisa saya dapatkan sekarang. Jadi apa lagi yang saya bisa lakukan selain bersyukur? Nothing.

Sialnya, siangnya, saya sama sodara – sodara saya yang totalnya ber delapan orang pergi nonton bioskop sama – sama. Dan semuanya membawa pacar masing – masing, saya cuma bersama adik saya si gendut Otong, sama – sama cuma bisa gigit jari. Pacar saya jauh dan dia sibuk dengan urusannya sendiri. Si Otong bolak balik jatuh bangun soal cinta. Saya udah cerita kan di postingan ini.

Nggak masalah juga, saya udah biasa ke mana – mana sendiri tanpa pacar. Meski sedikit terbesit rasa iri juga. Haha. Kapan ya bisa rayain tahun baruan sama pacar? Kadang pengen juga.

Tapi, lamunan indah saya mendadak harus buyar karena seharian itu saya sama si Otong sial terus –terusan. Kita kena tilang dan begonya si Otong ngga nawar harga sama si tukang tilang dan sukses ngebuang 45ribunya secara percuma. Gila itu sih harga tilang mobil.

Habis gitu pulangnya, kami kecelakaan kecil beberapa kilo sebelum sampe rumah. Saya sukses tersungkur dari motor dan parah di bagian kanan badan saya. Dan semuanya memar – memar dan lecet – lecet. Rasanya mau nangis. Sakit banget, sumpah. Apalagi pas malamnya, bagian tubuh kanan saya berasa ditonjokin. Minta ditemenin pacar malah dia yang ketiduran, ngorok pula. Ah useless beneran deh, haha. Soalnya bagian kanan saya sakit semua dan saya sedang beradaptasi menjadi kidal sekarang. Hiks.

Anyway, saya sama si Otong sama – sama berdoa. Kesialan hari itu adalah seluruh kesialan kita yang tertunda sepanjang tahun dan besok – besok adalah hari yang penuh keberuntungan. Haha. #NGAREP

Time to go, saya mau daftar sidang. #AKHIRNYA.

Wish me luck then, xoxo.

Read more

Friday, December 31, 2010

BYE 2010... ;)
10:40 AM0 Comments
Saya adalah salah satu orang dari sekian banyak orang yang selalu memiliki harapan di awal tahun dan entah kenapa harapan itu selalu sukses saya lupakan selama sisa tahun berikutnya. Hehe.

Waktu saya remaja, sampe SMA, saya masih bikin resolusi nggak jelas khas ABG. Saya masih ingat, kalo misalnya saya lagi pacaran sama si A, resolusi saya moga – moga tahun itu si A masih pacaran sama saya. Padahal pernah juga pada tahun itu saya bahkan putus dari A dan malah ngejomblo selama sisa tahun itu tanpa siapa – siapa. Lucu. Saya begitu mudah bikin resolusi dan begitu mudah mengingkarinya.

Sekarang, di blog, saya malah jadi mikir, apalagi di twitter orang – orang lagi rame ngomongin resolusi. Hedeh… kira – kira resolusi saya apa ya? Mikir resolusi, saya malah jadi mendadak laper karena bukan resolusi yang saya ingat, tapi resoles, hehe. Makin nggak jelas.

Kayaknya enak ya kalo bikin resolusi terus kayaknya gampang gitu terwujudnya. Kaya temen saya, dia jualan pulsa yang bentuknya MLM. Dia bilang sama saya tahun depan harus bisa dapet mobil dari MLMan pulsanya itu.

Herannya, ternyata bener aja. Saya agak iri ketika dia bawa Honda Jazz masuk ke parkiran kampus. Saya nggak pernah suka MLM dan Honda Jazz, tapi saya suka sama cara dia berusaha untuk ngedapetin itu. It’s cool.

Ato temen saya yang satu lagi. Cewek. Dia bilang tahun 2010 dia harus lulus. Terus merit sama pacarnya. Saya pengen juga lulus, - tapi saya belom pengen merit. Eh beneran aja, bulan Oktober kemaren dia lulus dan jarak satu minggu dia dilamar sama cowoknya.

Gilaaa, bulan Desember kemaren dia melangsungkan pernikahannya. Hey, dia seumur saya lho. 22 tahun. Dan kayaknya apa yang dia mau lakukan bisa dia resolusikan jelas banget di tahun 2009.

Hmmm, kayaknya saya harus bisa kaya temen saya itu. No no no, not about merit. Haha. Tapi soal kelulusan saya. Hmmm. Saya udah nggak sabar pengen lulus. Dan abis gitu dapet kerja yang lumayan. Paling nggak saya bisa nggak minta duit sama Bapak saya lagi. Udah mulei males tau kalo dia ceramah soal duit.
Helow, saya juga bukan anak yang suka foya – foya. Saya cuma agak boros sedikit dan lapar mata, hehe. Tapi seenggaknya saya selalu ngumpulin uang buat kebiasaan buruk saya itu.

Jadi, whateverlah about resolusi. Saya mau fokus apa yang di depan mata dulu. Sidang, lulus, wisuda, cari kerja. Standar aja sih, khas mahasiswa fosil kaya saya, wkwk. Habis gitu baru mikir yang lain, kaya nyenengin keluarga, pacar, sahabat – sahabat dan atau orang – orang yang membutuhkan uluran tangan. Cieee, sok baik.

Nggaklah. Saya emang baik beneran. Suer. Hehe. :D

Ahhh, mesti say goodbye buat Tahun 2010. Tahun yang penuh drama queen, haha. Tapi saya bersyukur atas apa yang saya udah lewati selama setahun ini. Terimakasih Tuhan untuk segala yang telah Kau hadirkan selama setahun ini. Pernikahan kakak, putus cinta, perseteruan keluarga besar, kepergian sahabat, kematian, cinta baru, bertemu dengan orang – orang baru, dan yang paling indah adalah, selesainya skripsi saya.

“The only person who never makes mistakes is the person who never learn anything.” – THEODORE ROOSEVELT - 
Read more